fbpx
Zulkarnain: Petani Korban Kekeringan Harus Dibantu Pemerintah

Zulkarnain: Petani Korban Kekeringan Harus Dibantu Pemerintah

Taliwang, KOBAR – Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) harus memiliki data petani yang terkena dampak kekeringan, jadi pendataan yang harus dilakukan bukan sekedar luas lahan dan lokasi yang merasa dampak kekeringan, termasuk harus ada kesanggupan pemerintah untuk memberikan bantuan kepada mereka yang merasakan dampak kekeringan.

“Petani yang menjadi korban atau yang merasakan dampak dari musibah kekeringan harus menjadi perhatian serius pemerintah untuk diberikan bantuan, karena dampak ekonomi yang dirasakan para petani selama musim kemarau saat ini cukup besar, dimana para petani tidak bisa melakukan aktifitas yang menghasilkan pendapatan, sementara kebutuhan rumah tangga harus tetap terpenuhi,” ucap pemuda asal Fajar Karya, Zulkarnain MPd melalui releasenya.

Masih keterangan Zulkarnain yang juga dosen Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) itu, selama ini kita sering mendengar bahwa korban banjir, korban kebakaran dan korban insiden lain akan diperhatikan pemerintah untuk diberikan bantuan, bahkan dalam waktu tidak terlalu lama sudah mendapatkan bantuan, namun kenapa tidak pernah terdengar apa bentuk bantuan yang akan diberikan pemerintah kepada para petani yang sudah lama tidak melakukan aktifitas atau menggarap lahannya.

Ironisnya lagi, pemerintah sepertinya tidak memiliki data akurat tentang jumlah petani yang merasakan dampak kekeringan tersebut, karena memang belum ada konsep yang akan dilaksanakan untuk diberikan bantuan. “Kami sendiri kesulitan untuk mendapatkan data dari pemerintah KSB, jadi bisa saja bahwa pemerintah memang tidak memiliki data tentang jumlah petani secara ril, termasuk yang merasa dampak,” cetusnya.

Pada kesempatan itu kandidat doktor ilmu politik pendidikan itu berharap kepada pemerintah untuk menyusun konsep jangka pendek terkait dengan masalah petani, sehingga persoalan petani tidak hanya menjadi komuditi politik atau kepentingan kelompok tertentu. “Momen itu dapat menjadi bukti bahwa pemerintah memang belum serius memperhatikan persoalan petani, padahal saat ini petani sedang “menangis” akibat dampak kekeringan,” Keluhnya.

Terkait dengan bantuan yang pernah diberikan pemerintah untuk petani, baik berupa benih, pupuk ataupun hand traktor dinilai bukan bantuan yang diberikan kepada petani yang merasakan dampak kekeringan, namun lebih pada penerapan program pemerintah. “Bantuan seperti itu memang mendukung produksi pertanian, tetapi bukan yang diharapkan saat petani merasakan dampak kekeringan,” timpalnya lagi.

Zulkarnain berharap dalam beberapa waktu mendatang, Warga Sumbawa Barat yang berada di luar KSB saat ini hendak mendengar ada terobosan pemerintah atau program untuk membantu para petani, karena memang bantuan dalam keberlanjutan hidup sangat dibutuhkan saat ini. “Pasti tidak sedikit petani yang kesulitan makan untuk saat ini, karena memang mereka tidak bisa melakukan aktifitas untuk menghasilkan pendapatan,” bebernya.

Pada dasarnya, petani yang berada di KSB tidak harus merasakan dampak kekeringan, mengingat kawasan geografis di Bumi Pariri Lema Bariri masih cukup luas cakupan hutan yang bisa membantu meningkatkan produksi air, namun tidak banyak upaya pemerintah mempersiapkan diri dalam menghadapi musim kering seperti saat ini. Buktinya, alur irigasi yang dibutuhkan tidak bagus mengaliri air dan bendungan yang ada belum mampu menampung debit air terlalu banyak, sehingga saat musim kering seperti sekarang ini pasti berdampak langsung.

“Program jangka panjang pemerintah KSB dan semoga bisa dituang dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2015 mendatang adalah pembangunan bendungan yang akan menampung debit air, agar musim kering di tahun mendatang tidak terlalu berdampak pada petani,” harapnya. (kimt)

Don`t copy text!