Kapasitas dan Kebutuhan Tenaga Kerja Berubah, Begini Jejak Perjalanan Proyek Smelter Amman Mineral

KOBARKSB.com

News & Artikel Terkini

Kapasitas dan Kebutuhan Tenaga Kerja Berubah, Begini Jejak Perjalanan Proyek Smelter Amman Mineral - Proyek Smelter PT Amman Mineral Nusa Tenggara, Sumbawa Barat, NTB

Kapasitas dan Kebutuhan Tenaga Kerja Berubah, Begini Jejak Perjalanan Proyek Smelter Amman Mineral

Proyek Smelter PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN), dikabarkan telah berjalan tahap demi tahap. Bahkan menurut pihak AMMAN, pada bulan Oktober mendatang tahapan konstruksi besar-besaran akan segera dilaksanakan.

Namun untuk menyegarkan ingatan kita, Redaksi KOBARKSB.com telah menghimpun beberapa arsip yang dimiliki terkait jejak perjalanan proyek smelter ini. Selanjutnya diringkas dan dituangkan dalam sebuah tulisan singkat dan padat.

Master Plan Proyek Smelter Amman Mineral

Latar Belakang

Berawal dari desakan Undang-undang Nomor 4 Tahun 2009, Tentang Pertambangan Mineral dan Batubara (UU Minerba), yang kemudian direvisi dan diubah menjadi Undang-undang Nomor 3 Tahun 2020. Amman Mineral mau tak mau harus segera membangun fasilitas smelter milik sendiri untuk memenuhi amanat UU Minerba tersebut.

Sebab sesuai pesan UU Minerba, bahwa per tahun 2023, segenap pemegang KK, IUP Operasi Produksi, atau IUPK Operasi Produksi Mineral logam dilarang untuk mengekspor hasil produksi mereka ke luar negeri dalam bentuk mentah. 

Dalam jeda waktu 3 tahun, UU Minerba telah memberikan relaksasi ekspor dalam jumlah tertentu untuk produk mineral logam tertentu, yang belum dimurnikan. Relaksasi itu diberikan bagi perusahaan mineral yang telah memiliki, sedang dalam proses pembangunan smelter, maupun yang telah melakukan kerjasama dalam pengolahan dan/atau pemurnian. 

Groundbreaking Proyek Smelter Amman Mineral

Groundbreaking

Sehingga pada bulan April tahun 2017, AMMAN pun melakukan groundbreaking proyek smelter-nya dihadiri oleh Menteri ESDM, Ignasius Jonan, disaksikan oleh Gubernur NTB, Bupati Sumbawa Barat, dan segenap manajemen AMMAN

Dengan nilai investasi US$ 1,6 miliar, AMMAN rencananya akan membangun smelter dengan kapasitas input sebesar 1,3 juta ton konsentrat tembaga per tahun, dan dapat ditingkatkan hingga 1,6 juta atau 2 juta ton per tahun. Dengan kapasitas sebesar itu, smelter ini tidak hanya bisa memproses konsentrat dari tambang Batu Hijau, tapi juga tambang Elang yang saat ini sedang dalam tahap eksplorasi.

Oleh karenanya, PT AMNT pun diberikan izin ekspor konsentrat sebesar 675 ribu wet metric ton (WMT) melalui Surat Persetujuan Nomor 353/30/DJB/2017, dengan periode ekspor dari tanggal 17 Februari 2017 hingga 16 Februari 2018.

Manajemen AMMAN

Sebelum Pandemi Covid-19

Untuk mengetahui progress pembangunan Smelter AMMAN, pada akhir tahun 2019, Gubernur NTB, Zulkieflimansyah, memanggil manajemen AMMAN. Dalam pertemuan yang digelar di Kantor Gubernur NTB, di Mataram, Presiden Direktur PT AMNT, Rachmat Makkasau, melaporkan, bahwa secara umum progres pembangunan smelter telah berjalan baik. Pihaknya optimis proses konstruksi akan berjalan lancar sesuai waktu yang telah direncanakan.

Untuk kebutuhan tenaga kerja, Rachmat mengungkapkan, bahwa pada tahap konstruksi smelter, dibutuhkan 7.000 hingga 8.000 tenaga kerja. Proses rekrutmen tenaga kerja masa konstruksi melalui Kontraktor FPC, bekerjasama dengan Dinas Tenaga Kerja setempat.

Sedangkan untuk operasional smelter, tambah Rachmat, dibutuhkan sekitar 500 hingga 600 tenaga kerja dengan skill baik. Untuk engineer dan operator diperlukan sekitar 100 orang dengan pendidikan S1/D3 Engineering.

Setelah pertemuan tersebut, PT AMNT kemudian mendapatkan Surat Perpanjangan Ekspor (SPE) baru untuk periode satu tahun ke depan sebesar 373.626 WMT. Selanjutnya, pada Maret 2021, Kementerian Perdagangan kembali memberikan persetujuan kuota ekspor konsentrat tembaga kepada AMNT sampai dengan tahun 2022 sebesar 579.444 Wet Metric Ton (WMT).

Penandatanganan Kontrak Proyek Pembangunan Smelter Amman Mineral

Saat Pandemi Covid-19

Akan tetapi, tiba-tiba pada bulan April 2021, Presiden Direktur PT AMNT, Rachmat Makkasau, menggelar konferensi pers, menyampaikan, bahwa pihaknya telah menurunkan kapasitas input konsentrat tembaga di proyek smelter yang tengah dibangun di KSB. Dari kapasitas yang ditargetkan sebesar 1,3 juta ton per tahun, diturunkan menjadi 900 ribu ton per tahun. Perubahan kapasitas smelter ini, kata Rachmat, dilakukan sebagai akibat dampak dari pandemi Covid-19.

Lantas pada tanggal 10 Desember 2021, PT Amman Mineral Industri (AMIN) pun melakukan penandatanganan kontrak dengan 2 kontraktor besar untuk proyek Smelter dan Precious Metal Refinery (PMR) AMMAN, yang berlokasi di KSB, NTB. Acara ini disaksikan secara virtual oleh Gubernur NTB, Zulkieflimansyah, dan Bupati KSB, Musyafirin.

Konferensi Pers Sekda KSB, Amar Nurmansyah, Terkait Proyek Smelter Amman Mineral

Pasca Pandemi Covid-19

Di awal tahun 2022, pada bulan Maret 2022, Presiden Direktur PT Amman Mineral Industri (PT AMIN), Rachmat Makkasau, melakukan pertemuan kembali dengan Gubernur NTB dan Bupati KSB, dalam rangka membicarakan tahapan konstruksi dan kebutuhan tenaga kerja proyek smelter.

Rachmat Makkasau, menjelaskan, bahwa fokus pihaknya pada 6 bulan pertama adalah pembangunan fasilitas akomodasi untuk karyawan dan fasilitas pendukung proyek. Untuk pembangunan tahap awal, beber Rachmat, dibutuhkan sekitar 100 orang tenaga kerja. Selanjutnya, tambahnya, bahwa kebutuhan tenaga kerja untuk tahap konstruksi akan bervariasi seiring dengan perkembangan proyek.

Kondisi Terkini Proyek Smelter Amman Mineral

Dimana kebutuhan tenaga kerja proyek smelter, ungkap Rachmat, diperkirakan sekitar 2.700 orang pada tahap konstruksi. Angka tersebut, ujarnya, tentu akan bervariasi sesuai dengan perkembangan proyek, dan tentu juga akan menurun menjelang akhir konstruksi yang ditargetkan selesai di akhir tahun 2023.

Demikian sekilas jejak perjalanan proyek smelter PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN) di Sumbawa Barat, NTB. Yang mana sejauh ini, terpantau sedang terus berproses dan diklaim pihak AMMAN pada bulan Januari 2022 telah mencapai progres 35.53% untuk Smelter dan 39.67% untuk PMR. Wassalam. ** – KOBARKSB.com

About Post Author

Don`t copy text!