fbpx

KOBARKSB.com

News & Artikel Terkini

Wakil Rakyat Persoalkan Jalan Kertasari yang Masih Rusak

Taliwang, KOBAR – Akses jalan menuju Desa Kertasari masih dalam kondisi rusak, padahal sesuai perjanjian bersama antara DPRD Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) dengan pihak pemerintah bahwa akses itu harus sudah rampung dikerjakan pada tahun anggaran 2014, tetapi sampai dengan saat ini, baru 3 kilometer yang sudah dikerjakan.

Pekerjaan jalan menuju desa Kertasari disepakati sepanjang 9,3 kilometer, dimana pekerjaan yang dimaksud juga untuk akses dalam perkampungan. “Saya pertanyakan komitmen bersama yang pernah terbangun antara DPRD KSB dengan pemerintah beberapa waktu lalu, dimana beberapa ruas jalan termasuk jalan menuju Kertasari harus rampung di akhir tahun 2014,” timpal politisi Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI), Andi Laweng SH, MH.

Andi Laweng yang juga masyarakat Kertasari itu meminta kepada pemerintah untuk segera memanggil PT. AKAS selaku perusahaan pelaksana pekerjaan, agar bisa diketahui apa yang menjadi penyebab, sehingga belum melanjutkan pekerjaan ruas jalan Kertasari. “Saya mendesak pemerintah untuk segera panggil PT. AKAS,” lanjutnya.

Diingatkan Andi Laweng, sisa waktu tahun 2014 hanya sebulan, jadi mustahil bisa merampungkan pekerjaan ruas jalan Kertasari, jadi ada alasan pemerintah untuk memberikan peringatan kepada perusahaan, apalagi sampai saat ini tidak terlihat aktifitas apapun setelah pekerjaan pengerasan jalan yang dilakukan seputar menuju Kertasari.

“Saya sangat menyayangkan pihak perusahaan yang tidak terlihat itikad baik untuk menyelesaikan pekerjaan, termasuk kecewa dengan pemerintah yang tidak serius untuk melakukan pengawasan, padahal sangat jelas pada saat pertemuan antar kedua lembaga pemerintahan telah disepakati, bahwa ada 12 ruas jalan yang harus dirampungkan sebelum akhir tahun ini, tetapi kenyataannya, justru masih banyak ruas jalan yang belum terselesaikan,” sesalnya.

Tidak ada progress pekerjaan fisik untuk ruas jalan yang menjadi tanggung jawab perusahaan, dimana telah tertuang dalam perjanjian bersama. Politisi yang tergabung dalam komisi III DPRD KSB itu mengaku akan meminta penjelasan kepada pemerintah, apakah pekerjaan itu tidak bisa dilanjutkan dan pemerintah tidak komit dengan perjanjian bersama atau ada persoalan lain sehingga sampai saat ini belum ada aktifitas pekerjaan lanjutan, terutama akses menuju Desa Kertasari.

Pada kesempatan itu Andi Laweng juga menyampaikan, merampungkan pekerjaan ruas jalan Kertasari bukan sekedar untuk melaksanakan program pemerintah, tetapi juga untuk menunjang aktifitas pengembangan budidaya rumput laut di Kertasari, apalagi pemerintah pusat telah menjadikan daerah itu sebagai kawasan minapolitan dan telah dibuktikan dengan memberikan perbagai bantuan, bahkan dalam waktu dekat ada rencana Menteri Kelautan dan Perikanan akan mengunjungi Kertasari. (kimt)

Don`t copy text!