Kantor Disdukcapil Dianggap Tidak Memenuhi Standar Mutu Pelayanan Publik

dukcapil-3

Taliwang,  KOBAR – Kondisi ruang pelayanan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil), Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), dikeluhkan warga setempat. Meski biaya pembuatan administrasi kependudukan sudah sejak lama digratiskan, namun warga menyayangkan, bahwa faktor pendukung pelayanan di instansi itu dinilai belum memenuhi standar mutu sebuah kantor pelayanan publik. Ruang pelayanan sempit, hingga membuat ruang gerak pegawai dan warga yang dilayani menjadi tidak nyaman.

Supriadi, warga Desa Senayan, Kecamatan Poto Tano, mengatakan, dirinya merasa tak nyaman saat mengurus dokumen kependudukan miliknya, akibat kurangnya tempat duduk saat mengantri. Ia bahkan terpaksa harus menunggu di luar dan duduk di teras kantor Disdukcapil.

Motor Anda Hilang? Polda NTB Amankan 78 Motor Curian, Segera Cek ke Polres Terdekat!

“Saya berharap ruangan pelayanan agar diperbesar lagi. Supaya masyarakat yang berurusan di sini bisa lebih nyaman,” ujarnya.

Selain sempitnya ruangan, warga yang baru beberapa bulan pulang dari Malaysia itu, juga menilai, bahwa pelayanan administrasi terhadap dirinya kurang memuaskannya. Khususnya yang berkenaan dengan minimnya ketersediaan staf bagian informasi yang bertugas memberikan bimbingan kepada masyarakat yang datang.

“Saya datang untuk membuat KTP, tapi bingung dalam pengisian formulir. Tidak ada pegawai yang secara khusus bertugas memberikan bimbingan. Beruntung ada pengunjung lain yang bisa memberikan bantuan,” keluhnya.

Tanpa Sekat, Kapolsek Poto Tano Tampung Curhatan dan Keluhan Warga

Menurutnya, kepemilikan dokumen dan data kependudukan kini menjadi kebutuhan vital, yang tentunya harus diringi dengan pelayanan yang baik. Dalam hal ini, pemerintah semestinya secara bertahap harus terus berbenah dan memperbaiki sistem pelayanan kependudukan itu, sesuai standar mutu pelayanan publik. Apalagi hampir semua instansi pemerintah dan swasta menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) sebagai basis pendataan.

“Dukcapil itu kan etalase pemerintah dengan masyarakat. Standar pelayanan yang baik dalam pembuatan KTP dan KK tidak boleh dianggap remeh. Untuk itu, guna memperlancar dan memberi kenyamanan dalam pelayanan,   pembangunan gedung baru yang layak harus segera dilakukan,” tandasnya.

Pantauan awak media ini, tampak ruang pelayanan Disdukcapil Sumbawa Barat, sejauh ini memang belum memadai. Dalam sehari, Disdukcapil ditaksir bisa melayani hingga ratusan pemohon kartu identitas, sementara bangunan kantor yang sempit dan harus berbagi ruangan dengan Disnakertrans, otomatis membuat daya tampung ruangan pelayanan over kapasitas.

Kondisi itu tentu bertolak belakang dengan surat edaran (SE) Kemendagri, melalui Dirjen Dukcapil, tentang manajemen mutu adminduk. Dimana dalam rangka peningkatan mutu pelayanan publik di bidang administrasi kependudukan, semua kabupaten/kota diminta untuk menerapkan Sistem Manajemen Mutu Pelayanan Administrasi Kependudukan berstandar Internasional (ISO 9001:2008). Dan hal itu harus sudah dipenuhi pada 2019 mendatang.

“Itu memang yang menjadi masalahnya. Ruangan untuk pelayanan masyarakat terbatas karena harus berbagi dengan ruang kerja pegawai. Apalagi kini seluruh proses pengurusan dokumen harus dilakukan langsung oleh pemohon, sehingga antrian panjang tak bisa dihindarkan,” aku Ibrahim SSos MM, Kepala Disdukcapil KSB,.

Pihaknya, tambah Ibrahim, sudah bekerja semaksimal mungkin dan selalu berusaha melakukan yang terbaik dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Untuk itu, demi menunjang pelayanan sesuai standar yang ditetapkan, pihaknya telah mengusulkan pembangunan gedung baru, melalui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2018, guna menggantikan kantor yang kini ditempati.

ASN KSB Jangan Asal ‘Live’ Medsos! BKPSDM Ingatkan Sanksi Berat Jika Lalai Tugas Saat Jam Kerja

“Saat ini, rencana pembangunannya sudah sampai ke tahap pelelangan. Kami berkomitmen, di kantor yang baru nanti, semua model jenis pelayanan akan ditata sesuai standar yang berlaku. Termasuk melengkapinya dengan fasilitas penunjang lainnya,” demikian Ibrahim. (kdon)

About The Author

Trending

  • 76
    Lapak Alun-Alun akan Segera DibongkarTaliwang, KOBAR - Sejumlah lapak yang berada di pinggir lapangan Alun-Alun akan segera dibongkar. Pembongkarannya sendiri akan dilakukan oleh pemilik masing-masing. Pembongkaran dilakukan setelah pembangunan lapak yang berada di ujung lapangan atau di areal tempat eks kantor Pol PP dinyatakan rampung dan sudah bisa dipergunakan. Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan…
  • 72
    Harga Bawang dan Cabe Terus Merangkak NaikTaliwang, KOBAR - Harga jual barang sembako di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) masih dalam kategori stabil, meskipun  pemerintah telah menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), namun kecenderungan akan ada lonjakan harga sudah mulai terlihat. Pantauan yang dilakukan Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UMKM (Disperindagkop dan UMKM), saat ini yang terus merangkak naik…
  • 69
    Sirkuit Mandalika dan Sirkuit Samota Jadi Pemantik Geliat Pariwisata NTBPasca suksesnya event Pertamina Grand Prix of Indonesia (MotoGP) digelar pada awal tahun 2022 di Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB). Pariwisata NTB tampak sudah mulai bergeliat, seiring dengan berakhirnya pandemi Covid-19 yang menjadi kabut hitam industri pariwisata Indonesia. Angka kunjungan wisatawan ke NTB mulai bergerak naik. Pembangunan…
  • 67
    Taliwang dalam Peta Sejarah IndonesiaOleh: Fathi Yusuf, S.Pd., M.Pd. Taliwang yang sekarang ini kita kenal sebagai ibu kota baru di wilayah paling barat pulau Sumbawa, mempunyai sejarah yang sangat panjang, lebih panjang daripada kehadiran Kesultanan Sumbawa di Sumbawa. Taliwang dan Seran, sebelum masuknya Islam ke Sumbawa merupakan dua kerajaan yang paling besar di bagian…
  • 66
    Ribuan Massa Blokade Pelabuhan Poto Tano, Tuntut Pemekaran Provinsi Pulau SumbawaPoto Tano, KOBARKSB.com - Gelombang demonstrasi besar terjadi di Pelabuhan Poto Tano, Kecamatan Poto Tano, Kamis (15/5), dengan ribuan massa dari berbagai penjuru Pulau Sumbawa – Bima, Dompu, Sumbawa, dan Sumbawa Barat – tumpah ruah di gerbang utama pulau. Aksi ini merupakan eskalasi tuntutan mendesak kepada pemerintah pusat untuk segera…
  • 62
    Monumen Dunia yang Dilupakan Gubernur NTBHampir tidak ada buku sejarah dunia yang tidak menuliskan tentang Gunung Tambora di Pulau Sumbawa. Salah satu yang terkenal adalah ”The Eruption of G Tambora in 1815”, yang ditulis Junghuhn, seorang ahli botani Belanda. Menjadi naif, jika seorang penguasa dimana gunung termasyhur itu berada, melupakan bahkan abai dengan gunung fenomenal…

Eksplorasi konten lain dari KOBARKSB.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Populer Bulan Ini





Pilihan Editor





Don`t copy text!
×
×