19 Tahun KSB, Mau Dibawa Kemana?

19 Tahun KSB, Mau Dibawa Kemana - Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat

Sebentar lagi masyarakat Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) akan merayakan usia 19 tahun Kabupaten yang terbentuk 20 November 2003 silam. Umur ini memang tergolong masih belia, tapi juga bukan seumur jagung. 

Selama 19 tahun ini, roda pemerintahan telah silih berganti. Tapi masyarakat Sumbawa Barat lebih akrab dengan 2 rezim, yakni, rezim Bupati Zulkifli Muhadli dan rezim Bupati Musyafirin.

Hal itu wajar terekam di benak masyarakat, karena memang 2 sosok Bupati ini masing-masing telah memerintah di KSB selama 2 periode. Lantas oleh karena itu pula, masyarakat akhirnya membanding-bandingkan 2 masa pemerintahan ini.

Motor Anda Hilang? Polda NTB Amankan 78 Motor Curian, Segera Cek ke Polres Terdekat!

19 Tahun KSB, Mau Dibawa Kemana - Zulkifli Muhadli - Mala Rahman

Yang paling lucu, masyarakat kerap kali membanding-bandingkan keduanya pada setiap perayaan Harla. Ada yang memuji Bupati Zulkifli yang sering kali mendatangkan artis ibukota. Sebagian lagi mendukung Bupati Musyafirin yang cenderung berpihak ke artis lokal.

Akan tetapi, bagi kalangan yang smart, lebih kepada membandingkan keduanya dalam hal arah dan kebijakan dalam memerintah KSB.

Tanpa Sekat, Kapolsek Poto Tano Tampung Curhatan dan Keluhan Warga

Untuk Bupati Zulkifli, dipuji soal kebijakan pendidikan dan kesehatan gratisnya, serta perlawanannya terhadap perusahaan tambang batu hijau. Sebaliknya, Bupati Musyafirin dinilai sebagai kebalikannya. 

Akan tetapi rekor Muri tuntas STBM 5 pilar, kerap jadi kebijakan unggulan yang dibanggakan pendukung Musyafirin berikut sederet piala dan piagam yang diraih dari STBM. Bahkan hingga saat ini, STBM tetap menjadi primadona mata lomba perayaan Harla KSB.

19 Tahun KSB, Mau Dibawa Kemana - Musyafirin - Fud Syaifuddin

Terlepas dari itu semua, seyogyanya semua kita mesti kembali kepada sebab musabab KSB dibentuk. Yang mana secara garis besar, Sumbawa Barat mekar dari Sumbawa dihajatkan agar pelayanan publik kepada penduduk Pulau Sumbawa bagian barat (Kemutar Telu, Anorawi) bisa lebih dekat dan benar-benar dirasakan. Itu semua demi untuk keadilan sosial dan kemakmuran secara merata.

Sehingga, siapa pun pemimpin Sumbawa Barat masa kini, dan masa depan tentulah harus tetap berpedoman kepada hal tersebut pada setiap kebijakan yang diambil saat memerintah, alias menjadi Garis Besar Haluan Daerah (GBHD). Sebab jika tidak, percuma KSB dibentuk! ** – KOBARKSB.com 

ASN KSB Jangan Asal ‘Live’ Medsos! BKPSDM Ingatkan Sanksi Berat Jika Lalai Tugas Saat Jam Kerja

About The Author

Trending


Eksplorasi konten lain dari KOBARKSB.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Populer Bulan Ini





Pilihan Editor





Don`t copy text!
×
×