fbpx

KOBARKSB.com

News & Artikel Terkini

Protokol Kesehatan Covid-19 di Pelabuhan Lembar Diperketat

“Penumpang Tiba dan Berangkat Wajib Rapid Test”

Lombok Barat, KOBAR – Sebagai gerbang masuk Pulau Lombok, bahkan Nusa Tenggara Barat (NTB). Polda NTB melalui Polres Lombok Barat memperketat penegakan protokol kesehatan Covid-19 di Pelabuhan Lembar. Baik terhadap pengguna jasa penyeberangan, buruh pelabuhan, maupun petugas pelayanan pelabuhan.

“Siapa saja, termasuk petugas itu sendiri. Dari pengguna jasa penyeberangan, buruh, petugas, maupun masyarakat lainnya yang beraktifitas di sini tidak terlepas dari pengawasan,” tutur Kapolres Lombok Barat, melalui Kapolsek Kesatuan Pelaksanaan Pengamanan Pelabuhan (KPPP) Lembar, Iptu I Made Dharma Yulia Putra STK SIK, Senin, (11/1).

Menurutnya, bagaimanapun juga Pelabuhan Lembar sebagai penghubung antar Pulau dan antar Provinsi sangat berpotensi menjadi salah satu klaster penyebaran Covid-19, bila tidak ditangani dengan baik.

“Untuk itu, pengawasan dilakukan setiap saat. Bersama stakeholder di Pelabuhan Lembar, kami melakukan berbagai langkah pencegahan, sesuai dengan tugas pokok dan fungsi masing-masing,” jelas Kapolsek.

Diantaranya, untuk memperketat pengawasan terhadap kondisi Kesehatan pengguna jasa penyeberangan Lembar, dilakukan rapid test kepada setiap pengguna jasa penyeberangan. Juga mengawasi penerapan protokol kesehatan, yaitu, wajib mencuci tangan, menggunakan masker, dan menjaga jarak antar pengguna jasa penyeberangan.

“Untuk memastikan kondisi kesehatan pengguna jasa penyeberangan Lembar, semua harus melalui rapid test, atau minimal dilengkapi dengan surat keterangan rapid test dari pihak terkait yang terdaftar pada Dinas Kesehatan masing-masih Provinsi dan Daerah,” terangnya.

Surat keterangan rapid test ini sendiri, jelasnya, memiliki masa berlaku maksimal 14 hari. Bila melewati batas waktu ini, wajib melakukan rapid test kembali bila menggunakan jasa penyeberangan Lembar.

“Untuk itu, pada pintu loket dilakukan penjagaan ketat. Terkait pemeriksaan ini, bila tidak memiliki dokumen hasil rapid test, maka diarahkan untuk melakukan rapid pada petugas kesehatan di pelabuhan,” bebernya.

Pengawasan juga dilakukan untuk pengguna jasa penyeberangan yang tiba. Pada pintu keluar dermaga, dilakukan pemeriksaan satu persatu, baik dalam penerapan protokol Kesehatan, maupun dokumen hasil rapid test dari daerah asal.

“Bila ditemukan tidak mematuhi protokol Kesehatan, maka diarahkan untuk melengkapi protokol Kesehatan terlebih dahulu. Demikian juga, bila tidak dilengkapi dokumen hasil rapid test, maka harus melakukan pemeriksaan rapid test terlebih dahulu,” demikian Kapolsek KPPP Lembar. (klar)

Don`t copy text!