fbpx
06/06/2020

PORTAL BERITA KOBAR

kobarksb.com

DPD JOIN KSB Usulkan Bupati dan Gubernur Siapkan Suplemen Untuk Petugas Satgas Covid-19

Taliwang, KOBAR – Pengawasan terhadap pendatang melalui Pintu masuk Kabupaten Sumbawa Barat di Poto Tano cukup ketat. Hal ini dilakukan terkait Pencegahan dan penanganan penyebaran Virus Covid-19 yang sedang melanda Dunia.

Sejumlah pewarta yang tergabung dalam Dewan Pimpinan Daerah (DPD), Jurnalis Online Indonesia (JOIN) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), secara khusus terjun langsung melakukan pemantauan dan turut memberikan suport bagi petugas, pada Jum’at, (3/4/2020), siang.

Nampak dari pantauan, para petugas yang tergabung dalam gugus tugas penanganan Covid-19 KSB ini bekerja ekstra keras. Satu persatu orang yang datang ke KSB, baik itu warga KSB maupun tamu, KTP-nya diperiksa kemudian didata mulai dari nama, alamat tujuan, keperluan dan nomor kontak handphone, selain itu yang utama satu persatu dilakukan pengecekan suhu tubuh di meja yang telah disiapkan.

Mereka bekerja tak perduli panas dan hujan, jika lagi ramai dengan para pendatang, petugas ini terjun langsung mendata ke kendaraan yang digunakan pendatang dan melakukan pengecekan suhu tubuh.

Baca Juga :  67 Koperasi Hanya ‘Bermodal Papan Nama’ Segera Dibekukan

Para pendatang pun cukup partisipatif, bila tiba di perbatasan atau posko mereka dengan sendiri berhenti dan turun dari kendaraan baik roda dua maupun roda empat, begitu juga angkutan barang dan angkutan umum seperti bus, seluruh penumpangnya turun menghadap petugas dengan jarak yang sudah ditentukan.

Dari hasil pemeriksaan suhu tubuh, jika kondisi normal pendatang ini oleh petugas ditetapkan status ODP (Orang Dalam Pengawasan) jika diketahui memiliki suhu tubuh melampaui batasan normal diatas 37 derajat celcius dan memiliki gejala seperti flu, pilek, deman dan batuk ditetapkan sebagai Pasien Dalam Pengawasan (PDP).

“ODP dan PDP ini kami koordinasikan dengan gugus tugas yang ada di Desa untuk kemudian dipantau dan diminta karantina mandiri di rumahnya masing-masing,” ujar Rival salah satu anggota gugus tugas penanganan Covid-19 dari PMI.

Sementara itu, pantauan khusus terhadap tim gugus tugas nampak mereka menggunakan Alat Pelindung Diri (APD), berupa masker dan sarung tangan, namun sebagian diantaranya hanya mengenakan masker. APD inipun menurut mereka disiapkan sendiri karena memang sejauh ini terbatas jumlahnya.

Baca Juga :  Produk Lokal Tak Kunjung Nongol di Toko Modern

Beberapa diantara petugas yang terdiri dari unsur TNI, POLRI, Sat Pol PP, PMI dan dari Dinas Kesehatan mengaku butuh suplemen atau makanan tambahan, selain itu peralatan untuk pelindung di saat hujan seperti jas hujan dan payung juga masih kekurangan.

“Di sini kami disediakan makanan, namun terus terang kami juga butuh suplemen seperti vitamin dan makanan tambahan, di sini kami hanya disediakan kopi, selain itu kami butuh perlengkapan menghadapi cuaca saat hujan,” cetus salah satu petugas, yang enggan namanya disebutkan.

Mencermati persoalan ini, Jurnalis Online Indonesia merekomendasikan agar para petugas ini agar dapat diperhatikan kesehatan mereka.

“Kami merekomendasikan agar Kepala Daerah baik Bupati maupun Gubernur dapat memberikan suplemen bagi petugas di lapangan, mereka sangat membantu di tengah situasi seperti ini,” tandas Ketua DPD Join Sumbawa Barat, Hardoni S.IP, yang ikut turun memantau.

Baca Juga :  Dewan Meradang, Operator Seluler Tak Kunjung Taat PERDA

Menurut Hardoni, jika petugas ini lengah bisa saja ada yang positif Corona di KSB, dan bahkan mereka yang paling rentan terpapar karena berinteraksi secara langsung.

“Karena itu penting petugas di lapangan diperhatikan terutama nutrisi untuk daya tahan tubuhnya,” pungkasnya.

Adapun pengurus DPD JOIN KSB yang turun ke lapangan yakni selain Hardoni, juga hadir Indra Irawan LM S.Kom, dari DPW JOIN NTB, M Bastian S.Kep.Nes, Divisi Humas, dan Riyan Kiswanto S.T, Divisi Advokasi. (kras)

loading...
Bagikan di:

KOMENTAR

Komentar