fbpx
10 Penyakit Keturunan yang Harus Diwaspadai

10 Penyakit Keturunan yang Harus Diwaspadai

KESEHATAN KELUARGA


dr Iqbal 2

Oleh: dr. Muhammad Iqbal Ramadhan


Penyakit tidak melulu terjadi akibat faktor dari luar. Kondisi tersebut juga bisa disebabkan oleh faktor dari dalam, alias kondisi genetik yang berasal dari kedua orang tua. Selain sifat fisik, seperti warna kulit, bentuk tubuh, jenis rambut, dan lain-lain, orang tua juga dapat menurunkan penyakit kepada anaknya. 

Risiko seorang anak mengalami penyakit keturunan pun dapat lebih tinggi apabila memiliki kombinasi faktor risiko, baik lingkungan maupun mutasi gen. Agar lebih jelas, berikut ini adalah beberapa contoh penyakit yang bisa diturunkan dari orang tua kepada anaknya:

1. Penyakit Jantung

Anda pasti sudah tahu bahwa tidak merokok, menjaga berat badan, olahraga secara teratur, dan pola makan sehat adalah cara terbaik untuk menjaga fungsi jantung yang optimal.

Sebuah studi tahun 2016 terhadap lebih dari 55 ribu peserta yang diterbitkan dalam The New England Journal of Medicine menemukan, kebiasaan-kebiasaan tersebut wajib diterapkan oleh orang-orang yang lahir dari garis keturunan penderita penyakit jantung. 

2. Polip Usus Besar

Polip sangat mungkin berkembang di usus besar selama masa remaja, dan dapat berubah menjadi ganas saat mendekati usia 40 tahun. 

Menurut American Cancer Society, sebanyak 1 dari 5 orang yang terkena penyakit tersebut disebabkan oleh faktor genetik.

3. Thalassemia

Thalassemia adalah penyakit keturunan yang membuat kemampuan tubuh untuk memproduksi hemoglobin darah menjadi sangat terbatas. Kondisi ini dapat berujung pada terhambatnya aliran oksigen ke seluruh tubuh. 

Terdapat 25 persen kemungkinan bahwa anak-anak yang mewarisi gen thalassemia dari kedua orangtuanya akan terlahir dengan kondisi yang sama. 

Orang-orang yang kemungkinan besar menjadi pembawa gen penyebab menyebabkan Thalassemia adalah keturunan Asia Tenggara, India, Cina, Timur Tengah, Mediterania, dan Afrika Utara.

4. Cystic Fibrosis

Cystic Fibrosis adalah penyakit keturunan kronis yang menyebabkan munculnya lendir kental dan lengket di tubuh pasien. Lendir tersebut menghambat sistem pernapasan, pencernaan, dan reproduksi. 

Seperti Thalassemia, penyakit ini biasanya diturunkan pada tingkat 25 persen jika kedua orang tua anak memiliki gen Cystic Fibrosis. 

5. Kolesterol Tinggi

Selain gaya hidup tidak sehat, risiko seseorang mengalami kolesterol tinggi juga bisa meningkat akibat faktor genetik. Hanya saja, masih banyak orang yang gagal mendeteksi dini masalah kesehatan ini sehingga mengalami serangan jantung di usia muda.

Faktanya, orang dengan kelainan genetik yang disebut familial hypercholesterolemia (FH) memiliki tingkat kolesterol jahat (LDL) tinggi sejak lahir. Mereka pun 20 kali lebih berisiko terkena penyakit jantung di usia muda, termasuk serangan jantung dan stroke.

6. Penyakit Celiac

Menurut Celiac Disease Foundation, orang yang memiliki orang tua atau saudara pengidap penyakit celiac berisiko lebih tinggi untuk mengalami kondisi yang sama di masa mendatang. 

Penyakit ini terjadi ketika pencernaan mengalami reaksi negatif saat mengkonsumsi gluten, protein yang ditemukan pada beberapa jenis serealia, seperti gandum dan jelai (barley).

7. Depresi

Meski masih butuh studi lebih lanjut, peneliti menduga bahwa depresi juga termasuk sebagai penyakit yang diturunkan secara genetik. 

Depresi adalah gangguan suasana hati yang membuat penderitanya kehilangan semangat dan motivasi untuk menjalani aktivitas sehari-hari. Depresi yang tidak segera ditangani dengan tepat dapat memicu keinginan bunuh diri.

8. Anemia Sel Sabit (Sickle Cell Anemia)

Sickle cell anemia adalah penyakit keturunan yang dapat diwariskan dari orang tua kepada anaknya. Penyakit ini lebih sering diwariskan pada orang-orang keturunan ras sub-Sahara, India, atau Mediterania. 

Anemia sel sabit menyebabkan sel darah merah berubah dari bentuk donat menjadi sabit. Hal ini dapat membuat sel darah merah menggumpal dan terperangkap di pembuluh darah sehingga memicu nyeri hebat dan komplikasi serius; seperti infeksi, kerusakan organ, dan sindrom pernapasan akut. 

9. Diabetes

Para ilmuwan telah mengaitkan beberapa mutasi gen dengan risiko diabetes yang lebih tinggi. Namun, tidak semua orang yang memiliki kondisi tersebut akan terkena diabetes di kemudian hari. 

Diabetes merupakan suatu kondisi kronis yang terkait dengan kadar gula darah (glukosa) tinggi. Insulin yang diproduksi oleh pankreas memiliki fungsi untuk menurunkan glukosa darah. 

Apabila tubuh tidak dapat memproduksi atau menggunakan insulin dengan baik, gula darah akan cenderung tinggi sehingga mencetuskan penyakit diabetes.

10. Kanker

Kanker adalah pertumbuhan sel abnormal yang tidak terkendali yang dapat terjadi di bagian tubuh mana pun. 

Ada lebih dari 200 jenis kanker, dan gejala awalnya berupa kelelahan, penurunan berat badan, nyeri, perubahan kulit, perdarahan yang tidak biasa, demam, benjolan, atau munculnya massa jaringan.

Waspadai kemungkinan penyakit yang diturunkan dari orang tua kepada anaknya. Lakukan pemeriksaan sedini mungkin, dan terapkan gaya hidup sehat agar dapat menurunkan risiko penyakit genetik tersebut. ***

– dr. Iqbal menyelesaikan pendidikan profesi dokter di Fakultas Kedokteran Universitas Yarsi, Jakarta, pada tahun 2016. Ia berkesempatan menjadi asisten penelitian di Departemen Ilmu Penyakit Dalam, Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta. Kini ia mengabdikan profesinya di sebuah Rumah Sakit Swasta, klinik dan Klikdokter, dengan harapan dapat memberikan edukasi serta membuka wawasan kesehatan yang baik pada masyarakat Indonesia secara luas. No. STR : 3111100118175883.

68 / 100
Don`t copy text!