Sering Menyakiti Orang Lain, Tanda Gangguan Psikologis?

Sering Menyakiti Orang Lain, Tanda Gangguan Psikologis - Memiliki Empati yang Rendah

Ada segelintir orang yang merasa senang ketika berhasil menyakiti atau melihat orang lain menderita. Orang-orang tersebut cenderung menikmati adegan film yang berdarah-darah, dan menganggap perkelahian atau pertikaian sebagai hal menarik. Lantas, apakah perasaan ingin melukai orang lain berkaitan dengan keadaan psikologis?

Menurut Ikhsan Bella Persada, M.Psi., Psikolog, bahwa keinginan untuk menyakiti orang lain belum tentu berkaitan dengan gangguan psikologis. 

“Bisa jadi, keinginan untuk melakukan agresi karena perasaan yang dipendam,” kata Ikhsan.

Dekatkan Pelayanan, Dinsos KSB Buka Tiga Loket Khusus Program KSB Maju Sosial

Perasaan marah atau kecewa yang dipendam diibaratkan seperti bom waktu. Saat ‘meledak’, orang tersebut akan melakukan perilaku yang umumnya berujung negatif.

“Setiap orang memiliki agresi atau tindakan untuk menyakiti orang lain. Namun, kadar agresi yang dimiliki dan seberapa besar kontrolnya itu tergantung pada masing-masing individu,” terang Ikhsan.

Alhamdulillah! 144 Jemaah Haji KSB Sehat Walafiat, Dijadwalkan Tiba di Tanah Air Mulai 16 Juni

Orang yang bisa kontrol diri, jelasnya, juga memiliki keinginan untuk menyakiti orang. Akan tetapi, keinginan tersebut bisa dikendalikan sehingga tak dipraktikkan dalam perilaku sehari-hari.

“Bisa jadi, dia masih punya superego atau aturan-aturan yang dipegang karena dianggap melanggar norma,” ujar Ikhsan.

Ikhsan pun menyebut, bahwa pikiran untuk menyakiti orang lain yang sering terbesit hingga ditunjukkan dalam bentuk perilaku dapat mengindikasikan adanya gangguan psikologis.

“Ada atau tidaknya gangguan psikologis hanya dapat diketahui dengan memeriksakan diri kepada profesional, seperti psikolog,” jelas Ikhsan.

Penyebab Seseorang dengan Mudah Menyakiti Orang Lain

Berikut ini beberapa hal yang dihubungkan dengan kecenderungan seseorang untuk menyakiti orang lain:

Motor Anda Hilang? Polda NTB Amankan 78 Motor Curian, Segera Cek ke Polres Terdekat!

1. Memiliki Empati yang Rendah

Beberapa orang memiliki empati yang rendah terhadap orang lain. Mereka mengalami kesulitan untuk mengerti perspektif dari sudut pandang orang lain. 

Karenanya, mereka sering berperilaku tanpa memikirkan perasaan orang lain terlebih dahulu. 

Dengan kata lain, orang yang suka menyakiti orang lain mungkin tidak menyadari tingkah lakunya. Sebab, hal yang kamu anggap sebagai perbuatan menyakiti belum tentu dianggap demikian oleh orang tersebut.

Tanpa Sekat, Kapolsek Poto Tano Tampung Curhatan dan Keluhan Warga

2. Tidak Menyukai Dirinya Sendiri

Ikhsan menjelaskan, ketika orang tidak menyukai dirinya sendiri, mereka cenderung memproyeksikan perasaan tersebut kepada orang lain. Terutama jika dipengaruhi perilaku kasar yang mereka alami di masa lalu.

“Meski tidak semua, tetapi orang-orang yang memiliki trauma disakiti oleh orang lain cenderung memiliki dorongan untuk menyakiti sekitarnya,” jelas Ikhsan.

ASN KSB Jangan Asal ‘Live’ Medsos! BKPSDM Ingatkan Sanksi Berat Jika Lalai Tugas Saat Jam Kerja

“Hal itu dilakukan agar orang-orang di sekitarnya bisa merasakan kesakitan seperti pernah ia alami sebelumnya,” sambungnya.

3. Tingkat Percaya Diri yang Rendah

Seseorang dengan rasa percaya diri yang rendah akan mencoba menutupi hal tersebut dengan menjatuhkan orang lain. 

Sebab, ia merasa bahwa membuat orang lain terluka adalah cara terbaik untuk membuatnya kembali percaya diri.

Kepergok Tinggal Bersama Tanpa Nikah, Sejoli di Taliwang Diamankan Satpol PP KSB

4. Perasaan Senang Melihat Orang Lain Terluka

Tidak sedikit individu yang sengaja menyakiti orang di sekitarnya untuk mendapatkan perasaan senang. 

Rasa ingin melukai orang lain ini bisa menjadi bentuk dari ketidaksukaan orang tersebut terhadap dirinya, atau karena bentuk trauma yang dimiliki.  

Asyik Nongkrong Saat Jam Pelajaran, Sejumlah Siswa di Taliwang Terjaring Patroli Satpol PP KSB

5. Mereka Melihat Kamu Sebagai Orang yang Lemah

Ketidakmampuan mengontrol agresi ditambah adanya peluang dapat membuat orang lain mudah menyakiti kamu. Dengan kata lain, orang-orang memandang kamu sebagai sosok yang lemah sehingga dapat mudah disakiti. 

Bagaimana Cara Menghilangkan Perasaan Ingin Melukai? 

Jika kamu sering memiliki perasaan ingin melukai orang lain dan kerap begitu marah, penting untuk mencari bantuan. 

Innalillahi! Kabar Duka dari Tanah Suci: 5 Jemaah Haji NTB Meninggal Dunia, Salah Satunya Asal KSB

Ada beberapa cara yang bisa kamu terapkan untuk mengelola amarah dan menghindari tindak kekerasan, seperti berikut: 

– Berpikirlah sebelum bertindak. Luangkan waktu untuk berhenti dan menenangkan diri saat merasa marah.

– Kenali perasaan yang sering memicu ledakan kemarahan. Mungkin ini gejala dari perasaan tidak bahagia pada pekerjaan, hubungan, atau aspek lain dari kehidupan pribadi.

– Hindari hal-hal yang sering memicu ledakan amarah.

– Ungkapkan kemarahan dengan cara yang sehat, misalnya jalan kaki, menggambar, atau mendengarkan musik.

UMK KSB 2026 Rp 3,13 Juta, Sebanding dengan Daya Beli Warga Sebesar Rp 3,13 Juta per Bulan

– Menulis di jurnal harian.

– Berolahraga secara teratur.

– Usahakan tidur delapan jam setiap malam.

– Batasi konsumsi alkohol dan jangan gunakan narkoba.

– Latihan teknik relaksasi seperti yoga, meditasi, atau tai chi.

Emak-emak Taliwang Meradang! KTC Jadi ‘Arena’ Knalpot Brong, Ketenangan Keluarga Terusik

– Jangan menyimpan senjata dan benda-benda yang bisa digunakan untuk melakukan kekerasan di rumah.

– Buat rencana jika kamu terjebak dalam situasi yang memicu kemarahan. Pilihan terbaik adalah keluar dari situasi itu supaya kamu lebih tenang dan tidak melakukan kekerasan.

Itulah tadi penjelasan mengapa seseorang bisa memiliki kecenderungan untuk menyakiti orang lain. Jika kamu sering menyesal karena telah menyakiti orang terdekat, cobalah cari tahu apa yang menjadi dasar dari hal tersebut. 

“Bila sudah tahu penyebabnya, kamu bisa mencoba menghindari sumber timbulnya pikiran tersebut. Jika tidak bisa, kamu perlu mencari kegiatan yang dapat menyalurkan agresi, misalnya dengan berolahraga atau mencari hobi baru,” saran Ikhsan.

“Selain itu, bisa juga dengan bercerita kepada orang yang paling kamu percaya. Hal ini agar kamu tidak memendam emosi sendiri,” tutupnya.

Korupsi APBDes Seminar Salit Rugikan Negara Rp 691 Juta, Tiga Terdakwa Menanti Ketukan Palu Hakim

Jika tetap kesulitan mengendalikan agresi untuk menyakiti orang lain, sebaiknya melakukan konsultasi lebih lanjut kepada psikolog melalui layanan Tanya Dokter di aplikasi KlikDokter sebagai solusi. *** – KOBARKSB.com

About The Author

Trending

  • 63
    Gangguan Mental Bisa Diketahui dari Foto Profil Media SosialAda banyak tanda yang ditampakkan ketika seseorang depresi atau mengalami gangguan mental. Mereka bisa lebih murung, tidak nafsu makan atau sebaliknya, mudah marah, gampang menangis, atau merasa putus asa. Akan tetapi, di era media sosial dan serba-digital ini, gejala depresi diklaim bisa terlihat dari foto profil seseorang. Bahkan, foto profil…
  • 60
    Ditinggal Pemilik Pergi Berdagang, Rumah Warga Taliwang Hangus TerbakarTaliwang, KOBARKSB.com - Nasib naas menimpa Muhammad Alam, warga Kelurahan Telaga Bertong, Kecamatan Taliwang, Sumbawa Barat. Tidak lama setelah rumahnya ditinggal untuk berdagang, rumah panggung miliknya didapati tinggal puing akibat hangus terbakar. Menurut keterangan Polisi, yang disampaikan Kapolres Sumbawa Barat, AKBP Heru Muslimin, melalui Kasi humas, IPDA Eddy Soebandi, kepada…
  • 59
    SDIT 01 Muhammadiyah KSB Siap Ciptakan Generasi Cerdas yang Islami dan BerkarakterPenerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SDIT 01 Muhammadiyah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) Tahun Ajaran 2022/2023 telah dibuka. Segera daftarkan Putra dan Putri Anda sekarang juga, jangan sampai terlewatkan. Informasi Tentang Penerimaan Peserta Didik Baru Tahun Ajaran 2022/2023 - Panitia PPDB SDIT 01 Muhammadiyah Sumbawa Barat -
  • 59
    Gempa Bumi M 4,4 Guncang Sumbawa Barat, Getaran Dirasakan Nyata Dalam RumahTaliwang, KOBARKSB.com - Stasiun Geofisika, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Mataram, melaporkan, bahwa pada hari Selasa, 25 Oktober 2022, pukul 09.11.23 WITA, wilayah Sumbawa Barat diguncang gempa bumi berkekuatan M 4,4.  Menurut hasil analisis BMKG, episenter gempa bumi ini terletak pada koordinat 9.02° LS; 117.00° BT, atau tepatnya berlokasi…
  • 58
    Waspada Rabies - Dinas Pertanian KSBIklan Layanan Masyarakat Ini Disampaikan Oleh Bidang Peternakan, Dinas Pertanian, Kabupaten Sumbawa Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat - KOBARKSB.com -
  • 57
    Puskesmas Sekongkang Tak Miliki Dokter“Telah Berlangsung Selama 3 Bulan” Sekongkang, KOBARKSB.com - Pelayanan di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Kecamatan Sekongkang, dikeluhkan masyarakat setempat. Pasalnya, sejak 3 bulan terakhir ini Puskesmas yang memiliki fasilitas serba mewah tersebut tak kunjung memiliki seorang dokter pun. Dedy Iswandi, warga Desa Tongo, mengaku harus berurusan hingga ke RSUD Asy-Syifa’…

Eksplorasi konten lain dari KOBARKSB.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Populer Bulan Ini





Pilihan Editor





Don`t copy text!
×
×