fbpx
Wewenang Provinsi, BLH Belum Manfaatkan TPA Batu Putih

Wewenang Provinsi, BLH Belum Manfaatkan TPA Batu Putih

Taliwang, KOBAR – Pekerjaan peningkatan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah di Desa Batu Putih yang menelan anggaran hingga mencapai Rp. 7 miliar sudah dinyatakan rampung, namun Badan Lingkungan Hidup (BLH) belum bisa memanfaatkan, karena beberapa waktu lalu terjadi kebakaran di lokasi yang menyebabkan bagian lantai dan dinding TPA rusak.

Kepala BLH Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), H Usman HI SPd, MM yang dikonfirmasi media ini mengatakan, pekerjaan itu bukan menjadi tanggung jawab BLH KSB, karena proses pekerjaan murni kewenangan pemerintah provinsi, sementara BLH KSB hanya akan memanfaatkannya, namun sebelum dimanfaatkan justru ada masalah tekhnis yang membuat BLH KSB belum bisa memanfaatkannya.

“Secara struktur kewenangan atas pekerjaan itu, BLH KSB tidak terlibat, namun sebagai pihak yang akan menggunakan objek pekerjaan, kami tetap melakukan pemantauan dan pengawasan, karena sangat berharap TPA yang akan dibangun itu sesuai harapan, namun setelah dinyatakan sudah rampung, justru ada kebakaran pada bagian lantai dan dinding yang membuat TPA belum bisa difungsikan,” tegas H Usman.

Kasus kerusakan itu sendiri telah disampaikan kepada pihak Peningkatan Pengembangan Lingkungan dan Pemukiman (PPLP) provinsi selaku pihak yang juga memiliki tanggung jawab atas proyek itu dan dijanjikan akan segera melakukan perbaikan. “Ada janji dari provinsi untuk melakukan perbaikan, jadi saat ini kami hanya menunggu kapan waktu perbaikan yang dijanjikan itu,” beber H Usman.

Sementara kabid Kebersihan pada BLH KSB, Muhammad Fauzi SPd yang mendampingi mengatakan, saat ini pembuangan sampah tidak dilakukan dalam areal TPA, agar pekerjaan perbaikan nantinya bisa lebih gampang. “Kami terpaksa membuang sampah pada sisi luar dari lokasi pembangunan TPA, agar saat dilakukan perbaikan nanti tidak terganggu dengan tumpukan sampah,” ucap Fauzi sapaan akrabnya.

Dibeberkan Fauzi, yang terbakar adalah lapisan alas yang sangat berfungsi vital dalam sebuah TPA dan tidak diketahui apa yang menjadi penyebab terjadinya kebakaran itu. “Ada struktur pembangunan di TPA, dimana pada bagian lantai ada teras tebal yang dibangun, sehingga tidak bersetuhan langsung dengan tanah, termasuk dinding pembatas, tetapi struktur itu saat ini rusak dan tidak berfungsi karena terbakar, jadi TPA sama saja tidak berfungsi,” jelas Fauzi.

Fauzi berharap pihak pemerintah provinsi selaku penanggung jawab program pekerjaan itu untuk bisa segera melakukan perbaikan, termasuk menyerahkan beberapa fasilitas pendukung aktifitas di TPA. “Ada juga fasilitas pendukung yang akan diberikan, namun sampai saat ini BLH belum menerimanya,” beber Fauzi. (kimt)

Don`t copy text!