fbpx

KOBARKSB.com

News & Artikel Terkini

KPK Tetapkan Wakil Ketua DPR RI Sebagai Tersangka Korupsi - Ketua KPK Gelar Perkara Korupsi Wakil Ketua DPR RI

KPK Tetapkan Wakil Ketua DPR RI Sebagai Tersangka Korupsi

Jakarta, KOBAR – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan AZ, Wakil Ketua DPR RI Periode 2019-2024, sebagai tersangka dalam dugaan tindak pidana korupsi pemberian hadiah atau janji, terkait penanganan perkara tindak pidana korupsi yang ditangani KPK di Kabupaten Lampung Tengah.

Tersangka AZ Datang Ke Gedung KPK Untuk Ditahan

“Setelah menemukan adanya bukti permulaan yang cukup, KPK meningkatkan status perkara ini ke tahap Penyidikan pada awal September 2021. Atas perbuatannya ini, Tersangka AZ disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999, tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001, tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999, tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi,” kata Ali Fikri, Juru Bicara Bidang Penindakan dan Kelembagaan KPK, dalam siaran pers, Sabtu, (25/9).

Ketua KPK Saat Gelar Perkara Korupsi Tersangka AZ

KPK, jelas Ali, selanjutnya melakukan penahanan kepada tersangka AZ, setelah Tim Penyidik memeriksa 20 orang saksi dan alat bukti lainnya. Penahanan dilakukan untuk 20 hari pertama, terhitung mulai tanggal 24 September 2021 hingga 13 Oktober 2021, di Rutan Polres Jakarta Selatan. Sebagai langkah antisipasi penyebaran Covid-19, tersangka akan dilakukan isolasi mandiri selama 14 hari di Rutan dimaksud.

Tersangka AZ Digiring Ke Rutan KPK

“KPK menyayangkan perbuatan yang dilakukan AZ. Sebagai seorang penyelenggara negara dan wakil rakyat, seharusnya bisa menjadi contoh untuk tidak melakukan tindak pidana korupsi. Kami menegaskan bahwa KPK tidak segan menindak penyelenggara negara yang melakukan perbuatan tindak pidana korupsi tanpa pandang bulu, demi mewujudkan Indonesia yang bersih dan bebas dari korupsi,” tutup Ali Fikri. (knda)

Don`t copy text!