fbpx

KOBARKSB.com

News & Artikel Terkini

Bupati dan Suami Tersangka Jual Beli Jabatan Kembali Ditetapkan KPK Sebagai Tersangka Pencucian Uang - Bupati Probolinggo

Bupati dan Suami Tersangka Jual Beli Jabatan Kembali Ditetapkan KPK Sebagai Tersangka Pencucian Uang

Jakarta, KOBAR – Tidak cuma menyandang tersangka suap jual beli jabatan. Kini, PTS, Bupati Probolinggo, dan suaminya HA, Mantan Bupati Probolinggo dan Mantan Ketua DPRD Probolinggo, yang juga anggota DPR RI dari Fraksi Partai Nasdem, kembali ditetapkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai tersangka tindak pidana pencucian uang (TPPU) dan gratifikasi.

“Penetapan status tersangka itu dilakukan setelah KPK memeriksa sejumlah bukti dan saksi. Dalam perkara ini, setelah ditemukan adanya bukti permulaan yang cukup, tim penyidik melakukan pengembangan perkara khusus untuk tersangka PTS dan HA, dengan kembali menetapkan kedua tersangka tersebut dengan dugaan gratifikasi dan TPPU,” beber Ali Fikri, Juru Bicara Bidang Penindakan dan Kelembagaan KPK, dalam keterangan pers, Selasa, (12/10).

PTS dan HA, Tersangka TPPU dan Gratifikasi

Selain itu, KPK juga, jelasnya, turut memeriksa 16 saksi dalam 2 hari yang berbeda. Pemeriksaan dilakukan di Polres Probolinggo, Jawa Timur, pada Sabtu, (9/10), dan pada Senin, (11/10).

Pihak-pihak yang diperiksa, terangnya, memiliki latar belakang yang berbeda-beda. Mulai dari Sekretaris Daerah Probolinggo, Kepala Dinas, Perangkat Desa, Anggota DPRD, Notaris, swasta, honorer, hingga PNS.

“Seluruh saksi hadir, dan dikonfirmasi antara lain terkait dengan dugaan penerimaan sejumlah uang dan kepemilikan aset dari tersangka PTS dan HA,” terang Ali Fikri.

PTS dan HA Digiring Petugas Ke Rutan KPK

Sebelumnya, PTS dan suaminya HA, terjaring operasi tangkap tangan (OTT) pada Senin, 30 Agustus 2021. Dalam OTT tersebut, KPK berhasil menyita sejumlah barang bukti, beberapa dokumen dan uang sebanyak Rp 362,5 juta.

Dalam konstruksi perkara, PTS melalui HA, diduga mematok tarif Rp 20 juta per orang agar dipilih menjadi calon kepala desa di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Tak hanya itu, kedua tersangka juga meminta upeti penyewaan tanah kas desa senilai Rp 5 juta per hektar.

Usai menjalani pemeriksaan, PTS dan HA ditetapkan sebagai tersangka. Selain keduanya, KPK juga menetapkan 20 orang lainnya sebagai tersangka dalam kasus ini. (knda)

Don`t copy text!