fbpx

KOBARKSB.com

News & Artikel Terkini

Penanganan Covid-19 di Sumbawa Barat

Penanganan Covid-19 di Sumbawa Barat Amburadul dan Satgas Dituding Tidak Taat 3T

“Terkesan Ingin Ditutupi Serta Minim Sumber Dana”

Taliwang, KOBAR – Gelombang penyebaran Covid-19 varian baru di Indonesia beberapa hari terakhir menggila, tidak terkecuali di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). Namun ada hal yang janggal terjadi di KSB terkait penanganan orang-orang yang dinyatakan positif Covid-19 oleh Satgas Covid-19 KSB.

Selain tidak ada pengumuman secara terbuka dan berkala terkait orang-orang yang terkonfirmasi positif Covid-19. Satuan tugas (Satgas) Covid-19 KSB dituding tidak patuh dan taat terhadap protokol 3T (Trace, Test, Treat).

“Masa setelah anak kami dinyatakan positif Covid-19, tidak ada langkah selanjutnya yang diambil oleh Satgas. Minimal dikasih obat atau vitamin kah. Terhadap kami sekeluarga pun tidak dilakukan test swab,” tutur Aminah, Warga Kelurahan Bugis, Taliwang, kepada awak media ini, Jum’at, (9/7).

Padahal sepengetahuannya, lanjut Aminah, protokol 3T, yakni, pemeriksaan dini (testing), pelacakan (tracing), dan perawatan (treatment), menjadi faktor pendukung untuk menekan laju penyebaran Covid-19.

“Apa memang pemda tidak punya dana atau bagaimana. Giliran kita tidak pakai masker ditegur bahkan didenda. Ketika masyarakat mulai sadar dengan 3 M, malah pemerintah sendiri tidak patuh dengan 3T,” tukasnya, dengan raut muka sedih.

Sebelumnya, Tim Komunikasi Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, dalam siaran pers, menyatakan, bahwa penerapan praktik 3T (Tracing, Testing, Treatment) sama pentingnya dengan penerapan perilaku 3M (menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak). 

Kedua hal tersebut adalah upaya untuk memutus mata rantai penularan Covid-19. Hanya saja, penerapan praktik 3T masih perlu ditingkatkan pemahamannya di masyarakat, mengingat masyarakat lebih mengenal 3M yang kampanyenya dilakukan terlebih dahulu dan gencar.

“3M banyak membicarakan tentang peran kita sebagai individu. Sementara 3T berbicara tentang bagaimana kita memberikan notifikasi atau pemberitahuan pada orang di sekitar kita untuk waspada. Jadi memang ada satu proses yang tidak hanya melibatkan individu tapi juga orang yang lebih banyak,” jelas Monica Nirmala, Penasihat Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi (Menkomarinvest).

3T terangnya, terdiri dari tiga kata, yakni, pemeriksaan dini (testing), pelacakan (tracing), dan perawatan (treatment). Pemeriksaan dini, kata Monica, menjadi penting agar bisa mendapatkan perawatan dengan cepat. Tak hanya itu, dengan mengetahui lebih cepat, kita bisa menghindari potensi penularan ke orang lain.

Lalu, pelacakan dilakukan pada kontak-kontak terdekat pasien positif Covid-19. Setelah diidentifikasi oleh petugas kesehatan, kontak erat pasien harus melakukan isolasi atau mendapatkan perawatan lebih lanjut. 

“Seandainya ketika dilacak si kontak erat menunjukkan gejala, maka perlu dilakukan tes, kembali ke praktik pertama (testing),” ujarnya.

Kemudian perawatan,  lanjutnya, akan dilakukan apabila seseorang positif Covid-19. Jika ditemukan tidak ada gejala, maka orang tersebut harus melakukan isolasi mandiri di fasilitas yang sudah ditunjuk pemerintah. Sebaliknya, jika orang tersebut menunjukkan gejala, maka para petugas kesehatan akan memberikan perawatan di rumah sakit yang sudah ditunjuk pemerintah.

Hingga saat ini, ia mencatat ada tiga indikator yang menjadi standarisasi pemeriksaan Covid-19. Yaitu; jumlah spesimen, kecepatan hasil pemeriksaan, dan rasio positif. 

“Di Indonesia angka testing rata-rata mencapai 24 ribu hingga 34 ribu orang per hari,” bebernya.

Dari segi kapasitas laboratorium yang dimiliki Indonesia, kata Monica, sudah sangat memadai untuk melakukan pemeriksaan sesuai standar WHO. Kapasitas tes di laboratorium hampir 80.000. 

Kendalanya, tambahnya, justru pada individu. Ketika seseorang menunjukkan gejala Covid-19, kontak eratnya takut untuk memeriksakan diri (testing). 

“Setiap orang harus mengambil peranan untuk memutus rantai dengan berpartisipasi kooperatif menerapkan 3M dan 3T,” tutup Monica Nirmala. (kdon)

Don`t copy text!