Oleh: Hardoni
Di jantung Pulau Sumbawa, tepatnya di Kabupaten Sumbawa Barat, sebuah narasi baru sedang ditulis. Di tengah persepsi umum yang sering kali menempatkan industri pertambangan sebagai antitesis kelestarian lingkungan, area Tambang Batu Hijau milik PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN) menyuguhkan perspektif berbeda. Di sini, industri berat mencoba berjalan beriringan dengan komitmen mendalam terhadap pemulihan dan pelestarian alam. Langkah AMMAN bukan sekadar menggugurkan kewajiban regulasi, melainkan wujud dari filosofi “reklamasi progresif”—sebuah upaya mengembalikan fungsi ekosistem secara berkesinambungan demi warisan hijau generasi mendatang.
Dari Tanah Merah Menjadi Ekosistem Hidup
Sumber: amman.co.id
Reklamasi di AMMAN bukanlah cerita tentang janji di akhir masa operasi. Proses ini berjalan secara simultan seiring dengan aktivitas produksi. Setiap jengkal lahan yang tidak lagi aktif dalam operasi tambang segera dimasukkan ke dalam tahapan pemulihan ekologis.
Fondasi keberhasilan reklamasi ini bertumpu pada kearifan vegetasi lokal. AMMAN memilih menanam jutaan bibit pohon endemik Sumbawa Barat—seperti kayu putih, mahoni, dan beragam spesies pohon hutan asli lainnya. Langkah ini menciptakan sebuah “laboratorium hidup” yang memungkinkan flora dan fauna asli kembali berumah. Pemilihan spesies lokal sangat krusial; tanaman ini memiliki daya adaptasi dan ketahanan alamiah yang tinggi terhadap mikro iklim Sumbawa yang khas.
Menyaksikan langsung proses pengembalian fungsi lingkungan ini memberikan pengalaman mendalam. Tanggung jawab lingkungan yang dijalankan AMMAN bukanlah sekadar susunan angka dan tabel indah di atas kertas laporan tahunan. Di lapangan, tampak nyata bagaimana bentang alam yang tadinya terkuak, perlahan diselimuti kembali oleh tajuk-tajuk hijau. Meski lanskap awal tak dapat kembali secara utuh 100%, upaya sistematis yang dilakukan menunjukkan ikhtiar penuh dalam meminimalkan jejak ekologis pertambangan.
Mengarungi Menjaga Biru: Dari Pesisir Hingga Laut Dalam
Sumber: amman.co.id
Komitmen pelestarian ini tidak berhenti di batas daratan. Ekosistem perairan Sumbawa Barat turut menjadi fokus perhatian utama. AMMAN secara rutin menggelar deep sea study (studi laut dalam) serta studi rekolonisasi biota perairan. Untuk memastikan objektivitas dan presisi ilmiah, AMMAN berkolaborasi dengan lembaga riset nasional seperti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Kementerian ESDM, serta jajaran akademisi dari berbagai perguruan tinggi terkemuka.
Pengawasan ketat ini dilakukan atas penempatan material sisa tambang melalui sistem Deep Sea Tailings Placement (DSTP), yang dioperasikan sesuai dengan batas regulasi pemerintah serta standar keselamatan internasional.
Bergerak ke wilayah pesisir, AMMAN menjalankan program konservasi penyu laut—satwa purba yang menjadi indikator kunci kesehatan laut Sumbawa. Di sepanjang garis pantai, ribuan bibit mangrove ditanam secara berkala. Mangrove ini bukan hanya benteng alami dalam memitigasi abrasi pantai dan menyerap karbon, tetapi juga berfungsi sebagai kawasan pemijahan (spawning ground) bagi keanekaragaman hayati laut lokal.
Kemitraan Strategis dan Transparansi Sains
Sumber: amman.co.id
Menjaga biodiversitas tidak bisa dilakukan dalam kesendirian. AMMAN menyadari bahwa pelestarian ekosistem adalah tanggung jawab bersama. Oleh karena itu, sinergi strategis dibangun bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Nusa Tenggara Barat.
Kolaborasi ini mencakup perlindungan kawasan konservasi darat, pencegahan perburuan liar, hingga penyelarasan data pemantauan biodiversitas dengan sistem pemantauan nasional. Sinergi ini memastikan bahwa setiap tindakan konservasi yang diambil AMMAN terintegrasi dengan kebijakan perlindungan keanekaragaman hayati skala regional maupun nasional.
Dalam perjalanannya, integrasi teknologi modern—seperti pemanfaatan media sabut kelapa (cocopeat) untuk menahan erosi hingga analisis citra satelit NDVI (Normalized Difference Vegetation Index) untuk memantau kerapatan kanopi—menjadi bukti bahwa sains dan data adalah instrumen utama dalam menjaga akuntabilitas keberlanjutan ini.
Menjaga Napas Kehidupan Sasambo
Sumber: amman.co.id
Keanekaragaman hayati di Sumbawa Barat bukanlah sekadar daftar latin spesies di dalam dokumen teknis. Ia adalah napas kehidupan, identitas, dan penopang masa depan masyarakat Sasambo (Sasak, Samawa, Mbojo) yang tinggal di sekitarnya.
Tantangan di industri pertambangan memang tergolong besar. Namun, melalui pendekatan reklamasi progresif, pemulihan ekosistem darat dan laut, serta transparansi yang dibuka melalui Laporan Keberlanjutan (Sustainability Report) secara berkala, sebuah asa sedang dipelihara.
AMMAN sedang berupaya menjawab tantangan zaman: Bagaimana sebuah industri dapat memberi kembali kepada alam. Harapannya, kelak ketika aktivitas penambangan usai, legasi yang tertinggal di Batu Hijau bukanlah hamparan gundul yang mati, melainkan rahim hutan yang rimbun, perairan yang jernih, dan masyarakat Sumbawa yang mandiri berdaya.
– Penulis: Hardoni, Redaktur Pelaksana KOBARKSB.com. Artikel ini disarikan dari hasil pengamatan langsung di lapangan serta rangkaian liputan jurnalistik dan rilis resmi yang dipublikasikan oleh media KOBARKSB.com.
About The Author
Trending
- 72
Oleh: Syuaib Ahkam Jauh di pedalaman rimbunnya hutan Rinti dan Lampui, sekitar 60 kilometer di sebelah timur tambang terbuka Batu Hijau, sebuah raksasa deposit mineral dunia tengah bersiap bangun dari tidurnya. Itulah Proyek Elang—deposit polimetalik tembaga dan emas skala Super Giant yang telah diakui oleh Lembaga Survei Geologi Amerika Serikat… - 66
Oleh: Syuaib Ahkam Suara dering notifikasi transaksi digital berbunyi nyaring dari sebuah ponsel pintar milik pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kuliner di Sumbawa Besar. Di layarnya, tertera status pembayaran Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) yang baru saja tuntas. Sementara ratusan kilometer dari sana, di sebuah ruang pelatihan… - 62
Oleh: Hardoni Bumi selalu mengingat dua hal: apa yang diurai dari rahimnya, dan apa yang disemaikan kembali di permukaannya. Bagi sebuah entitas industri ekstraktif, kesadaran ini kerap kali berhenti sebagai sebaris angka di dalam laporan keberlanjutan tahunan. Namun, di kaki-kaki bukit Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), kesadaran itu mewujud menjadi perkara martabat… - 61
Taliwang, KOBARKSB.com - Senyum baru terpancar dari wajah sejumlah anak di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). Pemerintah Daerah melalui Dinas Kesehatan bekerja sama dengan Smile Train, Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK UNAIR), serta dukungan penuh dari PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN), sukses menyelenggarakan bakti sosial operasi bibir sumbing, celah bibir,… - 60
Oleh: Fathi Yusuf, S.Pd., M.Pd. Taliwang yang sekarang ini kita kenal sebagai ibu kota baru di wilayah paling barat pulau Sumbawa, mempunyai sejarah yang sangat panjang, lebih panjang daripada kehadiran Kesultanan Sumbawa di Sumbawa. Taliwang dan Seran, sebelum masuknya Islam ke Sumbawa merupakan dua kerajaan yang paling besar di bagian… - 60
Maluk, KOBARKSB.com - Putra-putri daerah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) kini memiliki peluang lebih besar untuk meraih pendidikan dan pekerjaan yang layak. Hal ini berkat Program Beasiswa AMMAN (AMMAN Scholars), sebuah program Corporate Social Responsibility (CSR) PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN), salah satu perusahaan tambang tembaga dan emas terbesar di…
Eksplorasi konten lain dari KOBARKSB.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.







Komentar