GERAM Desak DPRD KSB Segera Bikin Pansus PTSBM

GERAM Desak DPRD KSB Segera Bikin Pansus PTSBM

Tonyman: Kemana Aktivis Lingkungan yang Dulu Garang

Taliwang, KOBAR – Semangat anak muda Sumbawa Barat yang tergabung dalam Gerakan Muda Sumbawa Barat (GERAM KSB) tak kendor. Setelah Senin, (12/10), menggedor kantor DPRD KSB, dan pulang tanpa hasil. Kembali Kamis, (22/10), anak-anak muda progresif ini kembali akan mendatangi para Wakil Rakyat KSB di Bertong, untuk mendesak dibentuknya Panitia Khusus (Pansus) terkait aktivitas pertambangan PT Sumbawa Barat Mineral (PTSBM) di kaki Gunung Semoan Taliwang.

Aksi penolakan tambang di Gunung Semoan yang semula diikuti oleh segelintir orang, kini gerakan itu menjadi gerakan besar yang ikuti oleh berbagai elemen masyarakat. Dan aksi ini sepertinya akan terus berlanjut, meski dalam kondisi politik Pilkada dan pandemi Covid-19. Dan hal itu ditegaskan oleh Koordinator Umum (Kordum) dan Koordinator Lapangan (Korlap) GERAM KSB.

GERAM KSB
GERAM KSB

“Kami dari GERAM adalah jiwa-jiwa yang merdeka. Darah juang kami sebagai tau taliang akan selalu mengalir untuk terus melawan, menolak, dan akan bersuara lebih keras lagi terkait adanya aktivitas pertambangan di olet semoan, di tanah leluhur kami. Semoan sudah menjadi bagian dari kehidupan kami sebagai tau taliang. Jika semoan dirusak karena adanya pertambangan dengan alasan kesejahteraan, kami akan tetap menolak,” kata Tonyman Al Kasyim, Korlap GERAM KSB, Selasa, (20/10).

Lanjut Tony, di belahan dunia mana-pun, tidak ada dalam sejarah keberadaan tambang akan mensejahterakan. Yang ada, katanya, malah merusak dan mendatangkan bencana untuk masyarakat. Dengan keyakinan itu, dirinya dan rekan-rekannya, aku Tony, akan tetap menolak tambang di gunung semoan.

Tonyman Al Kasyim
Korlap GERAM KSB saat menerima salinan ANDAL PTISB dari Dinas LH KSB, Senin, (19/10).

“Semoan harga mati! Kenapa harus semoan! Kenapa semua diam! Kemana aktivis-aktivis lingkungan yang dulunya garang dan lantang bersuara. Apakah harga diri dan suara mereka sudah dibungkam oleh kepentingan pribadi. Mari jadilah jiwa-jiwa yang merdeka, agar tidak tersandera oleh kelompok-kelompok yang hanya memikirkan kepentingan mereka sendiri,” tandas pentolan GERAM KSB.

Sementara itu, Yudi Prayudi, Koordinator Umum GERAM KSB, menjelaskan, bahwa aksi mereka ke gedung DPRD KSB Kamis besok, akan membawa 2 poin tuntutan. Yang pertama, Mendesak DPRD untuk membentuk Panitia Khusus (Pansus) untuk menyelidiki proses transisi kepemilikan PT Indotan Sumbawa Barat (PTISB) ke PT Sumbawa Barat Mineral (PTSBM).

ANDAL PTISB
ANDAL PTISB

“Kedua, mendesak DPRD agar segera memanggil Bupati dan stakeholder terkait, agar segera mencabut izin lokasi pertambangan yang ada di olet semoan. Kami menuntut hal-hal itu, karena sudah berkali-kali kami melakukan aksi, namun tidak mendapat respon positif dari para pemangku kebijakan,” beber Yudi.

Dan senada dengan Tony, Yudi juga menegaskan, bahwa hampir di seluruh belahan dunia, segala bentuk aktivitas pertambangan hanya meninggalkan jejak merusak lingkungan, merusak alam, merusak habitat kehidupan siapapun yang berada sekitar tambang. Namun dengan dalih mensejahterakan rakyat, kata Yudi, para pejabat dan investor yang mendapat keuntungan, tetapi rakyat hanya mendapatkan penderitaan, jeritan dan air mata.

Yudi Prayudi
Yudi Prayudi

“Kita tidak menginginkan hal tersebut terjadi di tanah pariri lema bariri. Jika aktivitas pertambangan terus dilakukan oleh PTSBM di olet semoan, maka akan jadi apa daerah ini kedepan. Padahal Semoan adalah jantung Kota Taliwang, dan sumber serapan air di wilayah ini,” tukas Yudi.

Yudi mengajak seluruh masyarakat KSB berpikir dan belajar dari pertambangan yang ada di batu hijau. Dengan penguasaan lahan sampai dengan 87.450 hektar, kata Yudi, maka berapa banyak sumber serapan air daerah ini yang telah hilang. Berapa banyak habitat yang telah musnah, berapa besar lingkungan yang telah dirusak, dan berapa banyak limbah yang telah dan akan dibuang.

“Penyerapan tenaga kerja lokal pun tidak maksimal mereka lakukan. Pemerintah harusnya berpikir kreatif dan produktif untuk mengolah lahan tersebut, agar dapat menghasilkan nilai ekonomi bagi kesejahteraan masyarakat. Bukan mencari jalan instan untuk mendapatkan keuntungan, dengan merusak lingkungan. Apalagi memberikan izin kepada investor yang hanya mencari keuntungan, dengan akan meninggalkan begitu banyak persoalan dan penderitaan nantinya kepada anak cucu kita,” tutup Kordum GERAM KSB. (klar)

Don`t copy text!