fbpx
DPRD KSB Lepas Tangan Soal Urusan Tambang Gunung Semoan

DPRD KSB Lepas Tangan Soal Urusan Tambang Gunung Semoan

Taliwang, KOBAR – Aksi penolakan tambang emas oleh PT Sumbawa Barat Mineral (PTSBM) di kawasan Gunung Semoan, Taliwang, terus berlanjut. Setelah pekan kemarin menyasar Graha Fitrah, Kantor Bupati KSB, Gerakan Muda Sumbawa Barat (GERAM KSB), Senin, (12/10), mengepung Gedung DPRD KSB, di Telaga Bertong, Taliwang.

Tetap dengan tuntutan yang sama seperti aksi sebelumnya, GERAM KSB diterima Pimpinan DPRD KSB. Di atas mobil bak terbuka, Kaharuddin Umar, Ketua DPRD KSB, di hadapan para pengunjuk rasa menyatakan, bahwa pihaknya tidak berdaya untuk menghalangi operasional PTSBM di Gunung Semoan. Karena seluruh izin usaha pertambangan telah dikantongi oleh PTSBM.

“Saya tidak perlu bertele-tele. DPRD tidak bersikap untuk mencabut atau mengizinkan. Karena izin perusahaan ini adalah legal. Selesai ya…,” kata Kaharuddin Umar.

Pers Rilis DPRD KSB
Siaran Pers Sekretariat DPRD KSB

Untuk memperjelas jawaban Ketua DPRD KSB, Sekretariat DPRD, mengeluarkan pers rilis, yang berbunyi sebagai berikut;

1. DPRD sudah mendengar aspirasi yang disampaikan oleh kelompok dalam beberapa sesi pertemuan sebelumnya, baik RDPU maupun tatap muka langsung.

2. Sesuai kesepakatan pada RDPU sebelumnya, DPRD telah menyerahkan seperangkat copy Izin yang sah terkait aktivitas PTSBM di Sumbawa Barat, yang diterbitkan oleh Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat.

3. Secara verbal pada momen aksi siang ini, Senin (12/10/2020), menyatakan bahwa DPRD tidak memiliki kewenangan untuk menerbitkan dan atau mencabut izin pertambangan, berdasarkan ketentuan yang berlaku dalam PP nomor 12 tahun 2018, tentang pedoman penyusunan tata tertib DPRD, dan peraturan DPRD Sumbawa Barat nomor 1 tahun 2019 tentang tata tertib DPRD Sumbawa Barat.

Pers rilis ditandatangani oleh Drs Mulyadi, Kabag Persidangan, Perundang-undangan dan Humas. Tertanggal 12 Oktober 2020.

Tolak Tambang Semoan
GERAM KSB

Menanggapi pernyataan Ketua DPRD KSB, Tonyman Al Kasyim, Korlap Aksi, kepada awak media mengatakan, bahwa GERAM KSB akan menempuh jalur hukum, karena banyak sekali kejanggalan terkait izin dan analisis dampak lingkungan, terkait keberadaan tambang di Gunung Semoan.

“Innalillahiwainnailaihirojiun….. Telah meninggal dunia hati nurani Dewan Perwakilan Rakyat KSB. Karena secara kelembagaan, mereka mendukung penuh keberadaan tambang olet semoan. Dan diduga Bupati dan DPRD KSB telah melakukan sebuah persekongkolan besar untuk menjual olet semoan pada kaum kapitalis,” kata Tony, dengan nada kesal. 

Tolak Tambang Semoan
GERAM KSB

Dirinya, dan rekan seperjuangan, tutur Tony, selaku warga KSB akan terus berjuang melawan, menolak, dan mengutuk keras segala bentuk aktivitas pertambangan di Gunung Semoan. Karena keberadaan tambang tersebut, katanya, akan berdampak buruk buat generasi sekarang dan generasi masa depan.

“Bagaimanapun, kami akan terus mendesak pemerintah untuk mencabut izin PTSBM. Tolak tambang Olet Semoan harga mati!,” pungkas Tony. (klar)

Don`t copy text!