fbpx
Tak Puas Jawaban Pemerintah, Massa Tolak Tambang Gunung Semoan Kembali Berunjuk Rasa

Tak Puas Jawaban Pemerintah, Massa Tolak Tambang Gunung Semoan Kembali Berunjuk Rasa

Taliwang, KOBAR –  Setelah sempat menduduki Graha Fitrah dan berdialog dengan Penjabat Sementara (Pjs) Bupati KSB, Senin, (5/10). Massa aksi yang tergabung dalam Gerakan Tolak Tambang Gunung Semoan, kembali melakukan aksi unjuk rasa dengan massa yang lebih besar, pada Kamis, (8/10).

Pada unjuk rasa sebelumnya, Agus Patria, Pjs Bupati KSB, kepada para pengunjuk rasa menyatakan, bahwa pihaknya akan menampung aspirasi yang disuarakan para pengunjuk rasa, dan siap melanjutkannya kepada instansi terkait. 

“Izin tambang ini sudah diberikan sejak lama. Pertambangan bukan lagi kewenangan Kabupaten. Kewenangan itu sudah diambil alih oleh Pemerintah Provinsi NTB,” jelas Pjs Bupati.

Oleh karena itu, dirinya, hanya bisa menampung aspirasi masyarakat, untuk kemudian disampaikan kepada pejabat dan instansi yang lebih tinggi dan berwenang soal itu. Dan tentu saja, sambung Agus Patria, pihaknya tidak bisa membatalkan begitu saja izin yang sudah ada. 

Demo Tolak Tambang Gunung Semoan
Demo Tolak Tambang Gunung Semoan, Kamis, (8/10).

“Kita ini negara hukum, tentu saya tidak bisa membatalkan kebijakan yang sudah ada sebelumnya. Jika pun ada pelanggaran hukum, kita lapor, biar diusut aparat penegak hukum,” tandas Agus Patria. 

Sementara itu, seusai dialog, elemen masyarakat yang menamakan diri mereka “Gerakan Masyarakat KSB Selamatkan Gunung Semoan”, merasa tidak puas dengan jawaban Pemerintah, dan kembali berencana melakukan aksi unjuk rasa pada Kamis, (8/10).

Spanduk dan selebaran berisi ajakan kepada masyarakat agar bersama-sama bergerak menolak penambangan emas oleh PT Sumbawa Barat Mineral (PTSBM) di areal gunung semoan Taliwang, disebar secara masif selama 3 hari menjelang unjuk rasa.

Tetap dengan dalih yang sama seperti sebelumnya, mereka mendesak, agar seharusnya Pemerintah tidak boleh membiarkan siapa pun untuk melakukan aktifitas pertambangan di kawasan itu.

Demo Tolak Tambang Gunung Semoan
Demo Tolak Tambang Gunung Semoan, Kamis, (8/10).

“Hanya keledai yang jatuh ke lubang yang sama 2 kali. Lubang pertama, Batu Hijau,  yang tak mampu memberikan solusi atas kondisi masyarakat Sumbawa Barat hari ini. Tikus mati di lumbung Padi,” ucap Joy Agusti Lanang, Koordinator Umum Gerakan, kepada awak media.

Menurutnya, seharusnya Pemerintah dan seluruh masyarakat KSB bisa belajar dari pertambangan tembaga dan emas yang sudah ada sebelumnya di Sumbawa Barat, yaitu, tambang Batu Hijau di Kecamatan Sekongkang, yang kini dikelola oleh PT Amman Mineral Nusa Tenggara (PTAMNT). Ia menilai, tambang tembaga terbesar kedua di Indonesia itu tidak bisa mensejahterakan masyarakat lingkar tambang.

“Hari ini, lubang Kedua, Gunung Semoan, akan digarap juga. Hal itu, sama halnya dengan menggali kuburan massal bagi kami masyarakat Sumbawa Barat. Maka kami wajib jihad! Kami akan lawan!,” seru Joy, dengan berapi-api.

Hingga berita ini diturunkan, unjuk rasa masih berlangsung di kawasan kantor Bupati KSB, Kemutar Telu Center (KTC), Taliwang. Para pengunjuk rasa dikawal dan dijaga oleh personil polisi Polres KSB, dibantu personil Tentara dari Kodim/1628 Sumbawa Barat. (klar)

Don`t copy text!