fbpx
20/09/2020

PORTAL BERITA KOBAR

kobarksb.com

Untuk Sementara, KoKo Unggul Atas Firin-Fud di Polling Netizen

Taliwang, KOBAR – Meski belum resmi ditetapkan KPU sebagai paslon tunggal di Pilkada KSB 2020. Tapi hampir dipastikan, bahwa pasangan petahana (Firin-Fud) akan melawan kolom kosong (KoKo) di Pilkada Serentak, 9 Desember nanti. Apalagi, hari ini, Minggu, (13/9), pukul 00.00 WITA, adalah batas akhir perpanjangan pendaftaran bakal calon Kepala Daerah, peserta Pilkada KSB 2020 oleh KPU setempat. Dan hingga berita ini ditayangkan, tidak ada informasi apapun bahwa akan ada paslon lain yang mendaftar. 

Oleh karena menjadi sesuatu yang baru dalam sejarah Pilkada di KSB, sehingga sejumlah orang tertarik untuk membaca dan menebak kemungkinan yang akan terjadi dalam pesta demokrasi di KSB 9 Desember mendatang. Jajak pendapat (Polling) pun bermunculan. Salah satunya, adalah polling di website PollingKita.com (https://pollingkita.com/polling50084-polling-siapakah-yang-anda-pilih-pada-pilkada-ksb-9-desember-nanti?). Polling yang dibuat pada tanggal 9 September 2020, pukul 16:23 WIB, dengan pertanyaan, “Siapakah Yang Anda Pilih Pada Pilkada KSB 9 Desember Nanti?”. Jajak pendapat menawarkan 3 pilihan jawaban untuk peserta jajak pendapat. Yang pertama adalah KOTAK KOSONG. Kedua, FIRIN-FUD. Dan yang ketiga, GOLPUT. Hingga berita ini diturunkan, hasil polling menunjukkan, bahwa kotak kosong unggul atas 2 pilihan lain. KoKo menang 77,2 persen.

Sementara itu, pada 9 September 2020, pada pukul 17:37 WITA, seorang netizen di sebuah group Facebook (Rungan Taliwang-KSB), juga mencoba membuat jajak pendapat (polling). Hingga 8 jam sejak polling dibuka, pilihan KoKo juga unggul dari 2 pilihan lainnya, yaitu, Firin-Fud dan Golput. 

Pantauan media ini, para peserta jajak pendapat begitu antusias mengikuti polling yang dibuat oleh akun bernama D-wa itu. Sejak jajak pendapat dibuka, jumlah peserta polling sudah mencapai 220 orang dari 16.000 anggota group. 

Pada pukul 22.00 WITA, pemilih KoKo sebesar 119 orang atau 53%. Sedangkan Firin-Fud 84 orang atau 34%, dan Golput 21 orang atau hanya 9%. Meski bukan sebuah polling resmi, tapi hasil dari beberapa polling itu cukup mencengangkan.

Aneka komentar juga mewarnai jajak pendapat di group Facebook itu. Diantaranya; “Sate sy beketoan kira² apa keuntungan tu amen tu pilih kotak kosong…?? Maaf sekedar tu beketoan apa untuk saat saq masih noponya pilihan sy,, amen roa pas ke cara na ba tu ola kotak kosong moh,” tulis maman ms. 

“Polling sesat…semakin menyesatkan… Team kotak kosong sengaja diarahkan KSB mulai masuk ruang keliru… Ikutan tapi gak jelas..mau dibawah kemana KSB ini… team koko ngajari warga KSB ngeracik racun buat anak2 kita…,” ujar al-assad.

Disambut yang lain, “Mungkin saat ini belum dibagi uang pulsa makanya timnya lanjutkan 2 priode kalah dalam poling,” kata Roni. 

Dibalas oleh arty cool, “belajar dari pemilihan presiden setiap ada status seperti ini slalu prabowo unggul pas hari h nya……keok kan…,” kata arty.

Sangat disayangkan, polling ini akhirnya dihapus oleh admin group Rungan Taliwang-KSB, pada pukul 21.00 WITA, tanpa pemberitahuan dan alasan yang jelas.

Menelisik fenomena ini, awak media ini meminta pendapat seorang pengamat sosial politik, yang juga seorang peneliti di Universitas Cordova. Martadinata MHI, Ketua LRP2M UNDOVA, kepada media ini menjelaskan, bahwa melawan kolom kosong di surat suara Pilkada tidak bisa dianggap enteng. Karena jumlah kursi Partai Politik di DPRD yang mengusung calon tunggal, tidak bisa dijadikan patokan berapa perolehan suara yang akan diraih oleh si calon di kotak suara nanti.

“Belajar dari sekian banyak pemilihan umum, suara yang diraup Partai Politik, hampir selalu tidak berbanding lurus dengan perolehan seorang calon atau figur. Kadang ada nama calon yang dicoblos melebihi jumlah coblosan gambar partainya. Begitu juga sebaliknya,” beber Marta.

Martadinata, M.HI.

Karena dalam dunia politik, lanjut Marta, semua kemungkinan bisa saja terjadi. Sehingga, mayoritas hasil akhir dari sebuah kontestasi politik itu sering melenceng dari prediksi awal.

“Justru disitulah seninya politik! Sehingga setiap kontestan politik tidak boleh menganggap enteng lawannya. Pendekatan dan hubungan dengan calon pemilih harus tetap dirawat dan dijaga hingga detik-detik akhir jelang pencoblosan. Apalagi, baru kali ini di KSB, bahkan NTB ada calon tunggal sepanjang sejarah Pilkada Serentak. Jadi, Pak Firin dan Pak Fud, beserta partai pengusungnya tidak boleh lengah,” kata Martadinata MHI. 

Di lain pihak, Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Parmas dan SDM, KPU Provinsi NTB, Agus Hilman SSos MSi, dalam siaran persnya, Sabtu, (12/9), mengatakan, walaupun calon tunggal, tidak mustahil akan kalah dengan lawan kolom kosong.

Agus Hilman, S.Sos., M.Si.

“Kolom kosong atau yang dikenal publik dengan istilah kotak kosong, bisa saja menang, jika perolehan suaranya lebih besar dibandingkan kolom foto pasangan calon,” tutur Hilman.

Jika kolom kosong yang menang, kata Hilman, maka KPU akan menetapkan penyelenggaraan pemilihan kembali pada pemilihan serentak periode berikutnya. Selanjutnya, jabatan bupati dan wakil bupati akan diisi oleh penjabat bupati, yang dipilih oleh Mendagri.

Untuk diketahui, 7 kabupaten/Kota di Provinsi NTB, akan menggelar Pilkada Serentak pada 9 Desember 2020. Yaitu; Kota Mataram, Lombok Tengah, Lombok Utara, Sumbawa, Sumbawa Barat, Dompu, dan Kabupaten Bima. Hanya KSB yang akan diikuti oleh paslon tunggal. (klar)

Baca Juga :  3 Pantai di Kota Taliwang Akan Dipermak Menjadi “Kawasan Wisata Terpadu”

KOMENTAR

Komentar

Don`t copy text!