05/08/2020

Petahana Ingin Ukir Sejarah Pilkada KSB Dengan Lawan Kolom Kosong

Firin - Fud

Taliwang, KOBAR – Pendaftaran pasangan bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Sumbawa Barat untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2020 tinggal menghitung bulan, tapi tanda-tanda Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) akan menjadi salah satu daerah yang peserta-nya adalah Kolom Kosong (KoKo) semakin sulit dihindari.

Berdasarkan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU), Nomor 13 Tahun 2018, menyebutkan, jika pada akhir masa pendaftaran hanya terdapat satu pasangan tunggal, maka pasangan tersebut akan melawan kolom kosong pada surat suara. Pasangan calon tunggal diperbolehkan apabila KPU telah melakukan perpanjangan pendaftaran, tetapi tetap saja tidak ada calon lain yang mendaftar. Selain itu, calon tunggal diperbolehkan dengan catatan terdapat lebih dari satu calon yang mendaftar, tetapi dinyatakan tidak memenuhi syarat yang mengakibatkan calon tunggal.

Pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati Sumbawa Barat, H W Musyafirin dan Fud Syaifuddin, diketahui hingga saat ini, berpeluang besar untuk menjadi calon tunggal alias melawan kolom kosong di Pilkada 9 Desember 2020 mendatang. Peluang ini akan menjadi kenyataan, jika Partai Nasdem yang saat ini masih menunggu hasil survei, resmi masuk dalam koalisi pengusung pasangan petahana.

Baca Juga :  Politisi Ini Minta Kebijakan Pasca Covid-19 Positif di NTB

Saat ini Firin-Fud telah resmi diusung oleh 8 dari 11 Parpol pemilik kursi di DPRD KSB, yakni, PDIP (5 kursi), PKS (3 kursi), PPP, PKB, PKPI, PAN dan Gerindra (masing-masing 2 kursi), dan Golkar (1 kursi). Firin-Fud saat ini telah menguasai 19 dari total 25 kursi DPRD KSB. Jika Nasdem sebagai pemilik 2 kursi turut bergabung, maka total 21 kursi DPRD yang dikuasai. Dan berarti ruang untuk munculnya pasangan calon lain sebagai penantang akan tertutup, karena jumlah kursi parpol tersisa (PBB dan Demokrat) hanya 4 kursi, kurang 1 kursi dari syarat minimal 5 kursi untuk bisa mengusung pasangan calon di Pilkada KSB.

Soal kemungkinan melawan kolom kosong, H W Musyafirin punya pandangan unik. Ia melihatnya dari sudut promosi daerah. Menurutnya, melawan kotak kosong merupakan peluang besar untuk mengangkat dan memperkenalkan KSB secara nasional. Ia memaparkan, di Indonesia saat ini ada sejumlah daerah dengan kemungkinan calon tunggal di Pilkada. Selain KSB, daerah lainnya adalah Kota Solo, Jawa Tengah, dimana Gibran Rakabuming (putra presiden Jokowi) tampil sebagai calon.

“Kalau ingin KSB dikenal luas maka ini adalah momentum yang sangat tepat,” kata Firin, ketika berbicara dalam acara penyerahan SK DPN PKPI di kediamannya, Selasa, (28/7).

Ia menegaskan, jika Nasdem mengikuti hasil survei dalam menentukan pasangan calon yang akan diusung di Pilkada KSB, survei manapun itu, baik survei internal Nasdem atau survei oleh lembaga lain, maka tidak ada pilihan lain bagi partai Nasdem selain mendukung Firin-Fud.

Sebagai kepala daerah yang masih menjabat, sambung Firin, dirinya ingin mempromosikan daerahnya agar dikenal luas, sehingga potensi yang ada di daerah dilirik dan bisa dikembangkan. Dan hal itu butuh langkah tidak biasa.

“Saya ingin Kabupaten Sumbawa Barat ini mencetak sejarah, bahwa kita paling tinggi (persentase) kemenangannya di seluruh Indonesia. Sekali-kali, kalau kita memang mau mengangkat nama KSB,” tukasnya.

Firin menyatakan, setiap momentum Pilkada, jika di suatu daerah mencetak persentase kemenangan yang tinggi, maka daerah itu akan gampang diingat. Tidak perlu lagi daerah tersebut memasang baliho di BIL (Bandara Internasional Lombok), atau di Ngurah Rai (Bali) untuk memperkenalkan daerahnya, padahal potensi daerah tersebut luar biasa. 

“Tapi kalau kita lewat pilkada ini mampu meraup kemenangan diatas 90 persen, bahkan bisa mengalahkan Gibran (yang ikut di Pilwalkot Solo) umpamanya, maka nama KSB akan lebih mudah diingat dan menjadi perhatian,” pungkas Dr Ir H W Musyafirin MM. (kdon)

loading...
Bagikan di:

KOMENTAR

Komentar