Aktifitas Crusher Menjamur, Camat Mengaku Belum Tahu

Menu

Mode Gelap

PULAU SUMBAWA · 3 Feb 2016

Aktifitas Crusher Menjamur, Camat Mengaku Belum Tahu


Aktifitas Crusher Menjamur, Camat Mengaku Belum Tahu Perbesar

“Perusahaan Penambang Diduga Dibekingi Oknum Pejabat”

Brang Ene, KOBAR – Deklarasi Brang Ene sebagai wilayah Asri yang dicanangkan otoritas wilayah setempat, nampaknya terancam terhalang dengan maraknya penambangan galian C di wilayah itu. Proyek yang diketahui belum mendapat restu dari penguasa kecamatan itu tumbuh subur tak terbendung. Hal ini semakin menguat, ketika masyarakat di wilayah itu pun khawatir dengan keberadaan Crusher di Desa Lampok yang terus menuai kontroversi.

Sebelumnya, media ini mengabarkan tentang keresahan masyarakat Desa Lampok dan sekitarnya akan keberadaan Crusher di sepadan jalan yang dilalui masyarakat. Masyarakat menilai, proyek ini terkesan mengabaikan seluruh keluhan mereka, dengan semakin menambah jumlah alat berat untuk mengeruk sungai serta jalan. Masyarakat merasa aktifitas proyek itu menggangu kesehatan dan keamanan berkendara saat melewati lokasi proyek.

Kepala Wilayah Kecamatan Brang Ene, Ahmad Ilung S.IP, yang ditemui media ini mengaku, sampai saat ini pihaknya belum memberikan izin apapun terkait operasional seluruh proyek galian C di wilayah itu. Hal ini dilakukan mengingat belum diketahuinya secara pasti keabsahan izin yang diterbitkan instansi terkait dan analisis dampak lingkungan (Amdal) yang akan timbul nantinya.

“Yang jelas kami belum pernah memberikan izin sebelum kajian amdalnya jelas,” ungkapnya.

Ia juga mengungkapkan, pihak kecamatan tidak pernah diikutsertakan dalam pembahasan seluruh perizinan proyek yang ada. Pemerintah kecamatan terkesan hanya dijadikan pelengkap administrasi kepengurusan berbagai jenis izin dari instansi terkait. Padahal menurutnya, kewenangan pihak kecamatan dalam menentukan perizinan sudah diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) No. 43 tahun 2013 tentang kewenangan penerbitan izin seluruh aktifitas di wilayah kecamatan.

“Aturannya sudah jelas, tapi seolah kami tak memiliki ruang,” tukasnya.

Saat ini terdapat proyek lain selain crusher yang disinyalir ilegal dan melanggar ketentuan, dengan melakukan perambahan hutan lindung di Desa Lampok. Proyek ini pun menurut Ilung diketahui, setelah menerima informasi dari salah seorang Kepala Desa di wilayah tersebut.

“Memang kami baru menerima laporan dari seorang kepala Desa bahwa ada proyek di Desa Lampok yang diduga masuk dalam bagian hutan lindung. Kegiatannya sudah dimulai beberapa minggu yang lalu,” terangnya.

Sejauh ini, pemerintah kecamatan belum bisa memberikan informasi mendetail terkait seluruh aktifitas proyek yang terkesan dibekingi oknum pejabat di lingkup Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat tersebut.

“Kami tidak dapat memberikan informasi secara mendalam karena harus mengkroscek ke lapangan,” pungkas Camat Brang Ene. (krom)

About The Author

Trending di KOBARKSB.com

  • 54
    Aktifitas PETI di Brang Ene DilibasBrang Ene, KOBAR  - Dua lokasi penambangan emas tanpa  izin (PETI) di Dusun Kanulang, Desa Mujahidin, Kecamatan Brang Ene, ditertibkan dalam Ekspedisi Lestari Bebas Merkuri yang dilaksanakan gabungan TNI, Polisi, Sat Pol-PP dan masyarakat setempat, pekan kemarin. Dalam penertiban itu, 2 mesin gelondong yang beroperasi berhasil dimusnahkan. Camat Brang Ene, NS Kamaluddin…
  • 50
    Bendera Perang Untuk Aktivitas Galian CMasalah penambangan galian C di wilayah Kecamatan Brang Ene terbilang kompleks dan dibiarkan berlarut-larut. Saban hari masyarakat setempat selalu mengeluh terhadap operasionalnya yang telah merusak lingkungan dan mengganggu. Meski berkali-kali masyarakat menyuarakan kebosanannya atas adanya aktifitas itu, Pemerintah selalu berdalih, penambangan itu penopang utama aktifitas pembangunan di bumi pariri lema…
  • 49
    Aparat Desa ‘Keras Kepala’, Warga Lampok Ancam Tutup Paksa Tambang Liar“Tragedi Salim Kancil Berpotensi Terjadi di KSB” Brang Ene, KOBAR - Upaya kompromi antara pihak perusahaan pertambangan UD Pinayungan dengan masyarakat Desa Lampok berakhir buntu. Masyarakat harus menelan kekecewaan lantaran Pemerintah Desa dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Lampok, bersikukuh mengizinkan perusahaan tetap melakukan aktifitas tambang meski diduga tanpa izin. Arus…
  • 47
    Keberadaan Crusher di Desa Lampok Diprotes Warga“Tiba-tiba Ada, Setelah Lama Menghilang” Brang Ene, KOBAR - Operasional mesin pencacah batu (Crusher) di sebelah utara Kabupaten Sumbawa Barat, persisnya di Desa Lampok Kecamatan Brang Ene, dikeluhkan warga setempat. Pasalnya, warga merasakan ketidaknyamanan akibat suara bising yang ditimbulkan mesin itu. Lokasi berdirinya Crusher juga ditengarai melanggar ketentuan, yakni berdiri kurang 5…
  • 46
    Pemerintah Bungkam, Aktifitas Galian C di Lampok Banjir KecamanBrang Ene, KOBAR - Tidak adanya informasi yang jelas mengenai status keberadaan proyek galian C yang berada di Desa Lampok, Kecamatan Brang Ene, membuat masyarakat bertanya-tanya, mengapa pemerintah Kabupaten, pemerintah Kecamatan bahkan Pemerintah Desa pun tidak menginformasikan status keberadaannya kepada masyarakat?, semuanya hampir dibilang bungkam seribu bahasa. Apalagi, proyek yang disinyalir…
  • 46
    Berlarut-larut, Polemik Tambang Galian C Menanti Sikap Bupati“Warga Lampok Mulai Gerah, dan Merasa Terjajah” Brang Ene, KOBAR - Upaya mempertemukan masyarakat Kecamatan Brang Ene yang terdampak kegiatan galian C yang dilakukan PT Pinayungan di Desa Lampok, Kecamatan Brang Ene, nampaknya tidak digubris perusahaan. Beberapa kali masyarakat menyampaikan keluhannya atas keberadaan aktivitas penambangan batu dan pasir itu, tidak membuat…

Eksplorasi konten lain dari KOBARKSB.com

Mulai berlangganan untuk menerima artikel terbaru di email Anda.

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Editor

Baca Lainnya

Muhammadiyah Tetapkan 11 Maret 2024 Jadi Awal Puasa 1 Ramadan 1445 H

1 Februari 2024 - 18:43

Muhammadiyah Tetapkan 11 Maret 2024 Jadi Awal Puasa 1 Ramadan 1445 H - Haedar Nashir - Ketua Umum PP Muhammadiyah

PT Trakindo Utama Buka Lowongan Kerja Untuk Tamatan SMA dan SMK

12 Januari 2024 - 15:30

PT Trakindo Utama Buka Lowongan Kerja Untuk Tamatan SMA dan SMK - Loker Trakindo

PT Freeport Indonesia Buka 38 Lowongan Kerja Terbaru Untuk Fresh Graduate

8 Oktober 2023 - 18:01

PT Freeport Indonesia Buka 38 Lowongan Kerja Terbaru Untuk Fresh Graduate - Tambang Emas Freeport Indonesia

Seleksi Calon ASN 2023 Segera Dibuka, Kuota PPPK Lebih Banyak Dibanding CPNS

12 Agustus 2023 - 20:27

Seleksi Calon ASN 2023 Segera Dibuka, Kuota PPPK Lebih Banyak Dibanding CPNS - Seleksi PPPK 2023 - CASN 2023

3.113 Orang Jemaah Haji NTB Telah Tiba di Kampung Halaman

30 Juli 2023 - 22:03

3.113 Orang Jemaah Haji NTB Telah Tiba di Kampung Halaman - Jamaah Haji Sumbawa - Bandara Internasional Lombok - Embarkasi Lombok

PT Adaro Energy Indonesia Buka 55 Lowongan Kerja Untuk Tamatan SMA dan Sarjana

9 Juli 2023 - 20:07

PT Adaro Energy Indonesia Buka 55 Lowongan Kerja Untuk Tamatan SMA dan Sarjana - Lowongan Kerja Terbaru PT Adaro Energy Indonesia
Trending di LOWONGAN KERJA
Don`t copy text!