Berlarut-larut, Polemik Tambang Galian C Menanti Sikap Bupati

Berlarut-larut, Polemik Tambang Galian C Menanti Sikap Bupati

“Warga Lampok Mulai Gerah, dan Merasa Terjajah”

Brang Ene, KOBAR – Upaya mempertemukan masyarakat Kecamatan Brang Ene yang terdampak kegiatan galian C yang dilakukan PT Pinayungan di Desa Lampok, Kecamatan Brang Ene, nampaknya tidak digubris perusahaan. Beberapa kali masyarakat menyampaikan keluhannya atas keberadaan aktivitas penambangan batu dan pasir itu, tidak membuat Pinayungan bergeming. Masyarakat tidak ingin terjadi gesekan horizontal yang disebabkan sikap tak mau tahu pihak perusahaan, sehingga melakukan berbagai cara guna mencapai kata sepakat kedua belah pihak. Termasuk meminta pemerintah Kecamatan untuk mewadahi pertemuan masyarakat dengan pihak Pinayungan.

Hasil pantauan KOBAR, perusahaan belum memperlihatkan itikad baik, malah semakin mengebut seluruh aktivitas galian C dan perluasan area pengerukan serta pembukaan area baru pabrik pemecah batu yang dimiliki. Padahal masyarakat merasa, seluruh cara baik telah ditempuh agar perusahaan segera mengajak warga masyarakat Brang Ene yang terdampak langsung dengan aktivitasnya berdialog, namun sampai proses pengerukan sungai semakin luas, perusahaan ini belum melakukan upaya apapun.

“Kami merasa dijajah dengan keberadaan Pinayungan ini, seolah-olah sikap kemanusiaan perusahaan ini telah hilang demi kepentingannya sendiri,” ungkap Muhammad, (43), salah seorang warga Desa Lampok, Kecamatan Brang Ene.

Dikatanya, dengan tidak adanya respon sedikit pun dari perusahaan yang disinyalir belum memiliki izin galian C dan penggunaan lahan kehutanan ini, mengisyaratkan ada pihak yang membekingi perusahaan secara terstruktur, sehingga dengan sikap membusungkan dada menganggap suara masyarakat hanyalah angin lalu tanpa makna.

“Kami tidak menuduh, tapi kami yakin ada pihak-pihak yang melindungi kepentingan perusahaan untuk tidak menggubris keluhan masyarakat,” ungkapnya.

Semakin hari, masyarakat merasa tidak nyaman dengan kondisi jalan rusak dan terdapat banyak tumpahan material di tengah jalan yang sengaja dibiarkan truk pengangkut.

“Jalannya semakin tidak nyaman dengan keadaan rusak serta banyak pasir berceceran di mana-mana,” timpalnya.

Ia bahkan mengaku merasa terancam melewati kawasan sendiri dengan kondisi jalan rusak. Truk-truk perusahaan pun semakin brutal dengan melaju di atas kecepatan normal, sehingga mengancam seluruh pengendara yang melewati area perusahaan.

“Kami sangat takut akan keselamatan kami, apalagi truk yang melintas melaju kencang di jalan yang sempit,” tambahnya.

Masyarakat Brang Ene secara umum berharap ada perhatian dari pemerintahan KSB yang baru. Masyarakat berharap, Bupati dan Wakil Bupati baru dapat mendengar keresahan masyarakat. Sehingga janji pelayanan yang didengungkan tidak sekedar janji.

“Kami yakin Pemimpin baru KSB akan mendengarkan keluhan kami dengan bijak, kami hanya ingin merasa aman dan nyaman di rumah kami sendiri,” demikian Muhammad. (krom)

Don`t copy text!