fbpx

KOBARKSB.com

News & Artikel Terkini

PTBHJ Optimis Investasinya Tidak Sia-sia

Poto Tano, KOBAR – Meskipun terkendala dengan daya listrik, PT Bumi Harapan Jaya (PTBHJ) selaku pemilik otoritas pengoperasian tambak yang berada di kecamatan Poto Tano tetap melakukan perbaikan konstruksi tambak, agar bisa dipergunakan sebagai lokasi pembudidayaan udang vaname.

Saat ini, perusahaan sedang melakukan finishing pekerjaan perbaikan untuk blok B yang berjumlah 81 petak, sementara 60 petak yang berada di blok A sudah total dipergunakan, bahkan saat ini sedang dalam proses panen. “Perusahaan sedang konsentrasi melakukan perbaikan terhadap tambak yang berada di blok B, karena dalam perencanaan akan mulai dilakukan tabur benur pada Februari mendatang, sehingga pekerjaan fisik bisa berlanjut pada blok C ,” ungkap humas PTBHJ, Iman Susila SH kepada media ini kemarin.

Masih keterangan Iman sapaan akrabnya, jika rangkaian pekerjaan berjalan sesuai jadwal, maka usai melakukan tabur benur pada blok B, pihak perusahaan akan berlanjut pada perbaikan konstruksi Blok C, hanya saja tidak semua areal tambak pada blok C yang akan diperbaiki. “Targetnya, perbaikan konstruksi untuk blok C sebanyak 39 tambak dari 81 yang ada, tetapi bisa saja seluruhnya, jika pekerjaan perbaikan tidak ada kendala nantinya,” lanjutnya.

Pada kesempatan itu Iman juga mengatakan, dalam perencanaan perusahaan, seluruh areal tambak hingga pada blok D menjadi prioritas untuk dilakukan perbaikan konstruksi. Hal itu sebagai bentuk komitmen perusahaan mengoperasikan tambak Tano, hanya saja ada tahapan. “Pokoknya, tahun 2015 ini harus sebagian besar telah dimanfaatkan dan sudah ditaburi benur,” bebernya.

Pada prinsipnya, perusahaan bisa saja memastikan bahwa seluruh areal tambak akan digarap total, namun saat ini ada kendala daya listrik, sehingga sedang pihak PTBHJ berupaya agar permohonan pemasangan jaringan dari Perusahaan Listrik Negara (PLN) segera terealisasi. “Jika kami sudah mendapatkan daya listrik dari PLN, maka perusahaan akan lebih maksimal dan cepat melakukan penggarapan areal tambak, sebab terjadi pembengkakan biaya operasional dengan masih mengandalkan mesin genset,” tuturnya.

Iman mengaku jika perusahaan telah melayangkan permohonan kepada Bupati Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) agar ikut membantu merealisasikan daya listrik dari PLN. Permohonan untuk mendapatkan daya listrik PLN telah diupayakan perusahaan sebelum mulai beroperasi. “Saat ini jumlah solar yang dibutuhkan mencapai seribu liter per hari, jadi bisa dibayangkan berapa biaya yang harus dikeluarkan perusahaan setiap hari hanya untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar,” urainya.

Iman juga mengingatkan, jika daya listrik sudah terpenuhi dan seluruh areal tambak telah rampung diperbaiki sampai dipergunakan, maka konsep perusahaan kedepan adalah membangun coldstorade dengan daya tampung besar, dimana akan membutuhkan tenaga kerja khusus wanita mencapai 2 ribu orang. Lokasi itu sendiri akan dibangun di sekitar daerah operasional perusahaan saat ini.

“PTBHJ berencana menjadikan KSB sebagai pusat pengekspor udang, karena akan menerima suply udang vaname dari Kabupaten lain yang berada di Pulau Sumbawa, dimana udang yang dibeli dari kabupaten lain akan dipacking di coldstorade milik perusahaan ini,” tukasnya.

Menyinggung soal tenaga kerja, Iman belum mau berbicara masalah tenaga kerja khusus wanita, namun dia berjanji bahwa tenaga kerja itu akan direkrut dari tenaga kerja lokal. Buktinya, saat ini saja tenaga kerja yang dipergunakan seluruhnya tenaga kerja lokal. “Ada 121 orang tenaga kerja khusus blok A saat ini, jadi dalam waktu dekat pasti ada perekrutan lagi, hanya saja belum bisa dipublikasi waktu perekrutannya,” pungkasnya. (kimt)

Don`t copy text!