fbpx

KOBARKSB.com

News & Artikel Terkini

PT. Korbi Batal Berinvestasi

Taliwang, KOBAR – Setahun lebih sejak penandatanganan MoU antara Bupati Sumbawa Barat dengan Vice President PT. Korbi Corporation dilakukan, geliat investasi perusahaan asal Korea Selatan itu tak kunjung nampak. Informasi terbaru yang didapat awak media ini, ternyata perusahaan tersebut mengurungkan niatnya untuk berinvestasi. Harga beli listrik yang akan dijual ke pihak PT. PLN dianggap terlalu murah, menjadi alasan utama bagi Korbi untuk batal berinvestasi di bumi pariri lema bariri.

“Itu penyebabnya, harga beli dari PLN terlalu murah,” ungkap konsultan PT. Korbi, Calvin Odi Staviolus, saat dikonfirmasi baru-baru ini.

Calvin mengatakan masalah harga beli dari PLN yang terlalu murah itu dinilai tidak seimbang dengan biaya produksi yang akan dikeluarkan. Apalagi, jika nantinya beroperasi, maka beban biaya produksi akan lebih besar daripada harga yang dibayar PLN.

“Kita juga punya pertimbangan. Jadi, buat apa juga kalau beban produksi lebih besar daripada penjualan. Itu yang masih menjadi catatan sehingga menunda rencana investasi,” cetusnya.

Sementara itu Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perijinan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Sumbawa Barat, Drs Hajamuddin, membenarkan keinginan perusahaan itu, namun bertentangan dengan kebijakan yang ditetapkan PLN.

“Ditambah lagi PLN pusat belum memiliki rencana kerja ke wilayah Nusa Tenggara Barat. Saat ini fokus kerja PLN hanya pada wilayah Sumatera dan Sulawesi,” bebernya.

Menurut Hajam, Pembangunan PLTS penting artinya dalam mendukung ketersediaan listik, bukan hanya di Kabupaten Sumbawa Barat, tetapi kabupaten/kota lainnya di Pulau Sumbawa yang selama ini masih kekurangan suplai listrik. Apalagi paradigma investasi saat ini dan akan datang, khususnya di bidang pariwisata tidak lagi menginginkan pasokan listrik dari pembangkit berbahan baku minyak bumi (diesel) maupun batu bara.

“Industri pariwisata sekarang lebih condong memilih menggunakan listrik yang bersumber dari pembangkit berbahan baku energi terbarukan, seperti tenaga surya atau tenaga angin,” tukasnya.

Seperti diketahui, PT. Korbi akan berinvestasi di Kabupaten Sumbawa Barat pada bidang kelistrikan energi terbarukan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Sebagai tindak lanjutya, pihak perusahaan dan Pemda setempat menandatangani nota kesepahaman (MoU), 23 Agustus 2016. Rencananya, untuk tahap pertama pembangkit listrik tersebut akan menghasilkan daya 11 MW, dan akan mulai beroperasi pada Juni tahun ini.  Pemda setempat pun diketahui telah menyiapkan lahan seluas 20 hektar di Kecamatan Poto Tano sebagai lokasi pembangunannya. Termasuk juga menyiapkan lahan seluas 100 hektar untuk merealisasikan target daya listrik sebesar 50 MW dengan catatan proyek tahap awal berjalan baik sesuai komitmen. (ktas)

Don`t copy text!