fbpx
PDAM Lamban, Rencana Investasi Raito Jepang Tersendat

PDAM Lamban, Rencana Investasi Raito Jepang Tersendat

Taliwang, KOBAR – Tomo Nakajima yang mewakili Raito Kogyo Company Limited (Raito) menemui Bupati Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Dr KH Zulkifli Muhadli, SH MM untuk menanyakan kelanjutan dari rencana investasi pengolahan air siap minum, termasuk untuk memperpanjang Memorandum of Understanding (MoU) atau nota kesepahaman yang telah terbangun dengan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) KSB untuk satu tahun kedepan.

Dalam pertemuan itu disampaikan juga tentang keterlambatan pihak PDAM KSB dalam memberikan data-data yang diminta pihak perusahaan, sehingga orang nomor satu di Bumi Pariri Lema Bariri itu langsung mendesak PDAM KSB untuk segera memberikan data pendukung yang diminta pihak perusahaan, termasuk diingatkan perlunya tenaga tekhnis yang akan membantu PDAM KSB.

Rencananya, pihak Raito akan memberikan bantuan berupa investasi murni dengan tanpa mengedepankan keuntungan. Raito Company akan memberikan pelayanan air bersih di wilayah Brang Ene. Pada waktu kedatangan pertama, dipilih calon lokasi Brang Rea, karena sudah ada pengolahan baru di Brang Rea, jadi dialihkan ke Brang Ene.

Investasi murni dari Raito tersebut akan berlaku selama 20 tahun dan membangun pengolahan dengan sistem “Slow Sand Filter With Ecology System”. Saat ini, mereka menunggu studi kelayakan yang dibuat oleh PDAM, kelengkapan data, baru memulai proses selanjutnya yaitu perencanaan aksi, dimana target pelaksanaan sebelum MoU kedua berakhir pada Oktober 2015 mendatang. (kimt)

Don`t copy text!