PDAM Lamban, Rencana Investasi Raito Jepang Tersendat

Menu

Mode Gelap

PULAU SUMBAWA · 11 Nov 2014

PDAM Lamban, Rencana Investasi Raito Jepang Tersendat


PDAM Lamban, Rencana Investasi Raito Jepang Tersendat Perbesar

Taliwang, KOBAR – Tomo Nakajima yang mewakili Raito Kogyo Company Limited (Raito) menemui Bupati Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Dr KH Zulkifli Muhadli, SH MM untuk menanyakan kelanjutan dari rencana investasi pengolahan air siap minum, termasuk untuk memperpanjang Memorandum of Understanding (MoU) atau nota kesepahaman yang telah terbangun dengan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) KSB untuk satu tahun kedepan.

Dalam pertemuan itu disampaikan juga tentang keterlambatan pihak PDAM KSB dalam memberikan data-data yang diminta pihak perusahaan, sehingga orang nomor satu di Bumi Pariri Lema Bariri itu langsung mendesak PDAM KSB untuk segera memberikan data pendukung yang diminta pihak perusahaan, termasuk diingatkan perlunya tenaga tekhnis yang akan membantu PDAM KSB.

Rencananya, pihak Raito akan memberikan bantuan berupa investasi murni dengan tanpa mengedepankan keuntungan. Raito Company akan memberikan pelayanan air bersih di wilayah Brang Ene. Pada waktu kedatangan pertama, dipilih calon lokasi Brang Rea, karena sudah ada pengolahan baru di Brang Rea, jadi dialihkan ke Brang Ene.

Investasi murni dari Raito tersebut akan berlaku selama 20 tahun dan membangun pengolahan dengan sistem “Slow Sand Filter With Ecology System”. Saat ini, mereka menunggu studi kelayakan yang dibuat oleh PDAM, kelengkapan data, baru memulai proses selanjutnya yaitu perencanaan aksi, dimana target pelaksanaan sebelum MoU kedua berakhir pada Oktober 2015 mendatang. (kimt)

About The Author

Trending di KOBARKSB.com

  • 55
    PDAM Berkelit dituduh Lamban Tangani RaitoTaliwang, KOBAR - Tuduhan bahwa PDAM lamban menyediakan data yang diminta Raito Kogyo Company Limited (Raito), perusahaan asal Jepang yang hendak berinvestasi air bersih di bumi pariri lema bariri, ditanggapi serius oleh PDAM KSB. Dengan alasan bahwa data yang diminta merupakan data tekhnis, sehingga Perusahaan Daerah Air Minum milik Kabupaten Sumbawa…
  • 48
    Sumbawa Barat Siaga Banjir dan LongsorTaliwang, KOBAR - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah merilis prakiraan kondisi cuaca di beberapa wilayah di Nusa Tenggara Barat (NTB). Prakiraan itu berdasarkan hasil analisis data terupdate dimana kondisi fisik, dan dinamika atmosfer terdapat pusat tekanan rendah di sebelah barat Australia mencapai 1004 hPa, di daratan Australia bagian barat…
  • 46
    PTSAL Beroperasi Tanpa Permisi“Ratusan Hektar Areal Hutan Digarap” Brang Ene, KOBAR - Aktifitas penanaman dan pengembangan tanaman jabon dan sengon, serta pengembangan sapi, yang dilakukan PT Segarang Alam Lestari (PTSAL) di Lang Lepok, Desa Mujahiddin, Kecamatan Brang Ene, diprotes warga. Pasalnya, perusahaan tersebut dianggap tak pernah melaporkan rencana kehadirannya kepada Pemerintah Desa setempat. “Mereka…
  • 45
    Debit Air PDAM BerkurangTaliwang, KOBAR - Debit air di sumber penampungan dan pengolahan air milik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) berkurang dari standar normal. Direktur PDAM Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Bambang ST yang dikonfirmasi media ini senin 20/10 tidak membantah jika saat ini kondisi di lokasi pusat pengolahan air mengalami penurunan debit, namun suplay…
  • 44
    PTAKAS Dituding Ingkar JanjiBrang Ene, KOBAR - Keberadaan PT Anugerah Karya Agra Sentosa (PTAKAS), sebagai kontraktor pemegang beberapa proyek pemerintah daerah, yang bermarkas di Dusun Hijrah, Desa Mujahidin, Kecamatan Brang Ene, kembali dikeluhkan masyarakat setempat. Warga menuding bahwa pihak perusahaan tidak peka dengan keluhan yang sering disampaikan, bahkan perjanjian yang telah disepakati bersama pun…
  • 43
    Dinas ESDM KSB ‘Abai’ Ancaman PETITaliwang – Maraknya Penambangan Tanpa Ijin (PETI) di wilayah Sumbawa Barat, ternyata belum membuat jajaran Dinas Energi Sumber Daya Mineral setempat untuk mempercepat penanganannya. Padahal, dari data yang dirilis Dinas Kesehatan Sumbawa Barat, bahwa aktifitas pertambangan dengan mekanisme manual dan menggunakan bahan beracun berbahaya itu telah mulai mempengaruhi lingkungan, terutama…
Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Pewarta

Baca Lainnya

Muhammadiyah Tetapkan 11 Maret 2024 Jadi Awal Puasa 1 Ramadan 1445 H

1 Februari 2024 - 18:43

Muhammadiyah Tetapkan 11 Maret 2024 Jadi Awal Puasa 1 Ramadan 1445 H - Haedar Nashir - Ketua Umum PP Muhammadiyah

PT Trakindo Utama Buka Lowongan Kerja Untuk Tamatan SMA dan SMK

12 Januari 2024 - 15:30

PT Trakindo Utama Buka Lowongan Kerja Untuk Tamatan SMA dan SMK - Loker Trakindo

PT Freeport Indonesia Buka 38 Lowongan Kerja Terbaru Untuk Fresh Graduate

8 Oktober 2023 - 18:01

PT Freeport Indonesia Buka 38 Lowongan Kerja Terbaru Untuk Fresh Graduate - Tambang Emas Freeport Indonesia

Seleksi Calon ASN 2023 Segera Dibuka, Kuota PPPK Lebih Banyak Dibanding CPNS

12 Agustus 2023 - 20:27

Seleksi Calon ASN 2023 Segera Dibuka, Kuota PPPK Lebih Banyak Dibanding CPNS - Seleksi PPPK 2023 - CASN 2023

3.113 Orang Jemaah Haji NTB Telah Tiba di Kampung Halaman

30 Juli 2023 - 22:03

3.113 Orang Jemaah Haji NTB Telah Tiba di Kampung Halaman - Jamaah Haji Sumbawa - Bandara Internasional Lombok - Embarkasi Lombok

PT Adaro Energy Indonesia Buka 55 Lowongan Kerja Untuk Tamatan SMA dan Sarjana

9 Juli 2023 - 20:07

PT Adaro Energy Indonesia Buka 55 Lowongan Kerja Untuk Tamatan SMA dan Sarjana - Lowongan Kerja Terbaru PT Adaro Energy Indonesia
Trending di LOWONGAN KERJA
Don`t copy text!