fbpx
Debit Air PDAM Berkurang

Debit Air PDAM Berkurang

Taliwang, KOBAR – Debit air di sumber penampungan dan pengolahan air milik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) berkurang dari standar normal.

Direktur PDAM Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Bambang ST yang dikonfirmasi media ini senin 20/10 tidak membantah jika saat ini kondisi di lokasi pusat pengolahan air mengalami penurunan debit, namun suplay kepada konsumen belum sampai terganggu, apalagi sampai mati total.

Dalam mengantisipasi terus berkurangnya debit air, termasuk untuk menjaga penyuplaian air kepada konsumen, PDAM KSB telah melakukan langkah penahanan dan penampungan air yang selama ini tidak dimanfaatkan. “Selama ini kita tidak pernah melakukan penahanan air yang mengalir di lokasi sumber mata air PDAM KSB, karena merasa sumber air itu sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan air, namun kondisi sekarang memaksa kami untuk melakukan hal itu,” ucap Bambang.

Masih keterangan Bambang, di lokasi sumber air memang ada debit air yang cukup banyak untuk bisa dimanfaatkan, sehingga masih yakin mampu terus mensuplai air kepada para konsumen. “Saat ini kami minta pengertian dan kesadaran masyarakat selaku konsumen untuk ikut menjaga penggunaan air dengan tidak terlalu membuang atau boros penggunaan air, mengingat kondisi kekeringan saat ini,” harap Bambang.

Bambang tidak membantah jika saat ini dikenal adanya beban puncak, dimana saat kondisi seluruh konsumen sedang menggunakan jaringan air, maka ada beberapa pemukiman yang mendapatkan suplay air tidak terlalu maksimal (kecil, red). Hal itu tidak bisa dihindari dengan kondisi debit air saat ini. “Kami memang masih bisa melakukan suplay, tetapi debit tidak sebesar yang biasa dialirkan,” terang Bambang.

Untuk menjaga ketersediaan air di rumah masing-masing, Bambang meminta kepada masyarakat untuk membiasakan diri untuk melakukan penampungan dengan bak, sehingga saat beban puncak atau suplay air melalui jaringan berkurang, maka air yang tersedia itu bisa memenuhi kebutuhan masyarakat itu sendiri. “Kalau sore hari atau saat tidak banyak penggunaan air, suplay cukup besar dan lancar,” tegas Bambang.

Pada kesempatan itu Bambang juga menegaskan bahwa pihaknya saat ini harus melakukan penjagaan selama 24 jam di lokasi debit air. Langkah itu untuk mengetahui perkembangan debit air, karena tidak boleh terjadi kehabisan debit. “Sudah lama saya tetapkan sistem jaga di lokasi utama induk penampungan air yang berada di kecamatan Brang Rea,” ungkapnya. (kimt)

Don`t copy text!