Bakal Batal Dipamerkan Kantor Berjalan Bupati KSB

Bakal Batal Dipamerkan Kantor Berjalan Bupati KSB

Taliwang, KOBAR – Bus yang akan menjadi kantor berjalan Bupati Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) bakal batal dipamerkan pada saat perayaan Hari Lahir (Harla) pada 20 Nopember 2014 mendatang, karena informasi yang diterima media ini, proses tender gagal dilaksanakan.

Konsep bus seperti yang dipergunakan Bupati KSB saat mencalonkan diri sebagai calon Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) itu akan menghabiskan anggaran sebesar Rp. 650 juta, dimana di dalam bus itu sendiri telah terancang seperti sebuah kantor, agar orang nomor satu di Bumi Pariri Lema Bariri bisa langsung memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Tidak ada informasi yang berhasil dihimpun media ini soal kelanjutan proyek belanja modal pengadaan alat-alat angkutan darat bermotor bus, karena dalam berita acara gagal lelang ulang Nomor : 006/POKJA PAKET-043/ULP/2014 yang terekspos melalui website Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE), proyek tersebut tidak sampai pada penetapan pemenang dan pelelangan dinyatakan gagal dan akan dilakukan pengkajian lebih lanjut.

Informasi lain yang diterima media ini, Pokja Paket – 043 ULP selaku penanggung jawab telah melakukan penunjukan langsung kepada PT. Krida Dinamik Autonusa (Toyota) untuk melakukan pengadaan, namun media ini belum mendapatkan kepastian, apakah bisa disiapkan saat puncak perayaan harla nantinya, karena belum ada pihak yang memberikan keterangan.

Untuk mempersiapkan model sebagai kantor berjalan, pihak yang diberikan tanggung jawab untuk melaksanakan proyek itu membutuhkan waktu tidak sebentar untuk melakukan penataan interiornya, hal itu yang memunculkan pesimistis bisa selesai dan dapat dipamerkan saat puncak harla nantinya. Pertanyaan sekarang, kapan bus itu akan selesai dikerjakan dan kapan akan mulai dipergunakan.

Kepala ULP, Syahril ST, MT yang coba dikonfirmasi melalui selularnya tidak memberikan tanggapan, meskipun upaya konfirmasi juga melalui Short Message Service (SMS), tetapi sampai berita ini diturunkan belum memberikan tanggapan.

Sejumlah wartawan juga mencoba untuk menemui asisten II, H Masyhur Yusuf ST, MT yang diketahui sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) terhadap proyek pengadaan bus tersebut, namun sayang usaha para wartawan tidak berhasil, karena saat itu sedang ada pertemuan di dalam ruangan kerjanya. (kimt)

Don`t copy text!