fbpx

KOBARKSB.com

News & Artikel Terkini

Pemerintah KSB Bakal Gandeng Newmont di Divestasi Terakhir

Kyai Zul: Formulanya Seperti Pukuafu

Taliwang, KOBAR – Terkait proses divestasi saham milik PT Newmont Nusa Tenggara (PTNNT) yang belum rampung sebesar 7 persen. Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) sangat berambisi untuk menjadi pemilik saham, sehingga meminta dukungan perusahaan untuk memuluskan hasrat tersebut.

Untuk mendapatkan saham tersebut, Bupati KSB, Dr KH Zulkifli Muhadli SH MM, sudah melakukan berbagai upaya, termasuk sempat menyampaikan harapannya, saat diberikan kesempatan bicara di rapat kerja Presiden dan wakil presiden bersama para bupati se-Indonesia, beberapa waktu lalu, termasuk di hadapan Menteri yang diberikan kewenangan untuk membahas masalah proses divestasi, apalagi kepada pemerintah provinsi sudah sering disampaikan bahwa saham 7 persen itu harus menjadi milik Bumi Pariri Lema Bariri.

“Saya sudah melangkah jauh untuk dapat melakukan akuisisi sisa saham tersebut, jadi saya sangat berharap mendapat dukungan semua pihak, terutama dukungan dari pihak perusahaan, agar saham itu menjadi hak KSB sebagai bentuk kompensasi sebagai kabupaten penghasil,” tegas Kyai Zul, sapaan akrab Bupati dua periode itu.

Kyai Zul mengakui bahwa untuk mendapatkan saham itu membutuhkan dana yang cukup besar, tetapi kalau perusahaan memberikan dukungan kepada pemerintah KSB, maka bisa diakuisisi dengan formula yang pernah dilakukan perusahaan terhadap PT Pukuafu, dimana pembayaran atas akuisisi saham bisa dilakukan dengan pemotongan deviden yang diterima setiap tahun. “Intinya dukungan perusahaan terhadap KSB sangat dibutuhkan untuk mengakuisisi saham divestasi tersebut,” lanjutnya.

Jika formula pemotongan divestasi tidak bisa disetujui oleh pihak perusahaan, maka pemerintah KSB siap untuk mencari mitra penyedia dana untuk melakukan akuisisi. “Banyak formula yang bisa dilakukan untuk mengakuisisi saham tersebut, intinya, bagaimana agar saham tersebut disepakati diberikan kepada pemerintah KSB. Kesepakatan itu yang sedang diperjuangkan sekarang ini,” tukasnya.

Bupati KSB yang akan berakhir masa jabatannya pada Agustus mendatang itu sangat berharap bahwa akuisisi saham itu menjadi kado terakhir dirinya menjadi kepala daerah, apalagi dengan kepemilikan saham itu akan membantu percepatan pembangunan di Bumi Pariri Lema Bariri ini. “Sampai saat ini kita belum mendapatkan apapun dari aktifitas pengerukan di Batu Hijau itu, sementara setiap tahun triliunan rupiah hasil sumber daya alam yang dikeruk, jadi divestasi 7 persen itu diharapkan jadi hadiah kepada masyarakat KSB,” tandasnya.

Kyai Zul tidak membantah jika banyak komponen yang memiliki keinginan untuk mendapatkan saham tersebut, sehingga dirinya meminta ada perhatian khusus kepada KSB selaku kabupaten penghasil, apalagi kalau semua pihak berlomba untuk melakukan akuisisi, maka proses akuisisi akan terus molor.

Menyinggung soal saham yang diakuisisi bersama dengan PT Multi Capital dengan membentuk PT Multi Daerah Bersaing (MDB), diakui Kyai Zul sedang dalam proses penagihan terhadap kewajiban atas dividen, karena perusahaan patungan bersama itu dianggap lalai sampai tidak memberikan hak masing-masing daerah yang menjadi pemilik atas saham tersebut. “Saat ini, pemerintah Provinsi, KSB dan Sumbawa terus mendesak untuk dilakukan pembayaran atas hak pemerintah tersebut,” urainya.

Tidak dibantah Kyai Zul jika saham yang menjadi milik pemerintah KSB dalam konsorsium itu akan dijual. Mekanisme penjualan masih dalam evaluasi dan kajian yang dilakukan tim bentukan bersama antara pemerintah anggota konsorsium. “Kalau proses rampung, maka saya akan menawarkan saham itu untuk dijual, karena pemerintah KSB ingin lebih berkonsentrasi untuk mendapatkan saham divestasi terakhir sebesar 7 persen itu,” tukasnya. (kimt)

Don`t copy text!