fbpx

KOBARKSB.com

News & Artikel Terkini

Bupati Minta Panggung Alun-Alun Segera Dibongkar

Taliwang, KOBAR – Bupati Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Dr KH Zulkifli Muhadli, SH MM meminta untuk segera dilakukan pembongkaran panggung yang berada di Alun-Alun kota Taliwang, agar tidak mengganggu proses pembangunan rumah adat.

Ketegasan orang nomor satu di Bumi Pariri Lema Bariri itu disampaikan langsung saat melakukan peninjauan alun-alun dengan didampingi ketua DPRD KSB, Muhammad Nasir ST, MM dan wakil ketua DPRD KSB, Fud Syaifuddin ST, termasuk menghadirkan sejumlah pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).

“Saya minta panggung ini harus sudah dibongkar, paling telat besok rabu (hari ini,red) sudah tidak ada lagi panggung ini, sehingga lebih jelas kita menetapkan lokasi pembangunan rumah adat,” tegas Kyai Zul sapaan akrab Bupati KSB.

Disampaikan Kyai Zul, jika mengacu pada penetapan lokasi awal, maka panggung menjadi lokasi tangga naik rumah adat itu sendiri, jadi harus segera dirobohkan agar tidak mengganggu pembangunan rumah adat itu sendiri. “Pak Amir saya minta untuk dibongkar panggung ini,” lanjut Kyai Zul saat memberikan perintah kepada kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) yang ikut mendampinginya saat mengunjungi lokasi Alun-Alun.

Pada kesempatan itu Kyai Zul juga meminta kepada para petinggi DPRD KSB yang hadir pada kesempatan itu untuk ikut melakukan pemantauan dan pengawasan proses, termasuk menyampaikan harapan dukungan terhadap prosesnya, sehingga rumah adat yang dibangun itu bisa rampung dan sudah bisa dilihat oleh masyarakat pada akhir tahun ini.

Selain mengunjungi lokasi pembangunan rumah adat, rombongan juga melihat dari dekat lokasi pembangunan lapak yang berada pada lokasi eks kantor Pol PP, termasuk juga mengunjungi kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), karena pada kantor bekas yang dipergunakan Bank NTB akan direnovasi pada bagian atas, karena lokasi itu akan menjadi pesanggrahan nantinya.

Sebelumnya meninggalkan lokasi, Kyai Zul mengaku akan kembali lagi melakukan kunjungan di lokasi setelah pembongkaran panggung dilakukan, karena sangat intens ingin melihat proses pembangunan rumah adat, sehingga tidak salah dalam penetapan lokasinya. (kimt)

Don`t copy text!