fbpx
Kyai Zul: Bukan Bus Kantor Berjalan Bupati Semata

Kyai Zul: Bukan Bus Kantor Berjalan Bupati Semata

Taliwang, KOBAR – Polemik tentang pembelian mobil bus yang akan dipergunakan Bupati Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) sebagai kantor berjalan terjawab sudah, dimana mobil yang akan dibeli itu bukan dipergunakan sebagai kantor berjalan Bupati semata.

“Bus yang akan dibeli itu milik pemerintah yang multi fungsi nantinya, jadi bukan hanya akan dipergunakan sebagai kantor berjalan Bupati,” tegas Bupati KSB, Dr KH Zulkifli Muhadli, SH MM yang dikonfirmasi selasa 4/11 saat melakukan kunjungan di lokasi pembangunan rumah adat.

Bupati KSB juga mengatakan, bus yang akan dibeli itu bisa juga dipergunakan sebagai kendaraan operasional tamu, bisa juga dipergunakan sebagai tempat rapat bersama Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan bisa juga dipergunakan sebagai kendaraan mengunjungi kawasan Bumi Pariri Lema Bariri, jadi tidak fokus sebagai kendaraan operasional Bupati atau sebagai kantor berjalan.

Diingatkan Bupati KSB, bus milik pemerintah KSB saat ini usianya sudah lama, sehingga kurang representatif dipergunakan menjemput atau melayani tamu luar daerah, sehingga perlu pengadaan baru. “Saya berharap mobil itu bisa terlihat saat Harla nanti, sehingga bisa dipergunakan untuk melayani tamu yang datang mengunjungi KSB saat perayaan Harla,” harap Kyai Zul, sapaannya.

Kyai Zul mengakui jika membutuhkan kendaraan seperti itu, agar saat melakukan kunjungan di masyarakat bisa langsung memberikan pelayanan, terutama di kawasan yang jauh dari pemerintahan. “Intinya mobil bus yang akan dibeli itu multi fungsi, karena memang akan dimodifikasi seperti kantor berjalan nantinya,” lanjut Kyai Zul.

Untuk diketahui bahwa Bus itu telah dilakukan proses tender melalui Unit Layanan Pengadaan (ULP), namun pihak ULP batal menetapkan pemenang, karena tidak ada perusahaan yang ikut dalam kualifikasi tersebut, sehingga proyek pengadaan kendaraan bus yang akan menghabiskan anggaran sebesar Rp. 650 juta harus diadakan dengan penunjukan langsung.

Meskipun tidak ada informasi yang diberikan pihak ULP, namun media ini sudah berhasil menghimpun bahwa pihak panitia pengadaan telah menunjuk PT Krida Dinamik Autonusa sebagai pelaksana dan saat ini sedang dalam proses modifikasi sesuai permintaan pemerintah. (kimt)

Don`t copy text!