fbpx

KOBARKSB.com

News & Artikel Terkini

Desember Ini, Bus Kantor Berjalan Bupati Siap

Taliwang, KOBAR – Pengadaan bus pemerintah yang juga akan dipergunakan sebagai kantor berjalan bagi Bupati Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) masih dalam proses dan diharapkan sebelum tanggal 24 Desember 2014 mendatang fisik kendaraan itu sudah ada untuk dilakukan pengecekan dan uji coba.

Ketua pokja pengadaan bus, Erwin Rahadi SE yang dikonfirmasi rabu 10/12 kemarin mengatakan, sampai saat ini memang kendaraan yang dibutuhkan itu belum ada, tetapi informasi terbaru yang diterima, bahwa bus sedang dalam proses finishing, karena proyek itu bukan semata-mata pengadaan bus, tetapi ada pekerjaan tambahan berupa design khusus untuk interior dalam kendaraan besar itu.

Meskipun sudah menghitung hari batas waktu pekerjaan, Erwin merasa optimis bahwa pihak pelaksana pekerjaan bisa menyelesaikan pekerjaannya, mengingat informasi terbaru yang diterima bahwa saat ini tinggal dilakukan finishing untuk penataan interior dalam. “Sekarang sedang dilakukan design untuk bagian dalamnya, dimana pekerjaan itu yang dianggap sedikit rumit, namun saya yakin bisa sampai sebelum batas kontraknya,” ucapnya.

Diakui Erwin, design bagian dalam bus merupakan bagian dari tanggung jawab rekanan. Adanya design itu yang membuat tender proyek itu tidak diminati oleh rekanan, meskipun pihak panitia telah mengumumkan sebanyak dua kali. “Kami langsung menunjuk PT Krida Autonusa sebagai pelaksana, karena hanya perusahaan itu yang memiliki minat untuk melaksanakan pekerjaan tersebut,” bebernya.

Menyinggung soal pemanfaatan bus itu untuk kantor berjalan Bupati KSB, Erwin tidak bisa memberikan komentar, karena bukan menjadi tanggung jawab dan kewenangannya, namun diakui bahwa design bagian dalam lebih pada penataan seperti ruangan kantor, dimana di dalam bus itu bisa dilaksanakan rapat terbatas, mengingat ada kursi khusus yang bisa diputar dalam areal dalam bus tersebut. “Soal penggunaannya silakan tanya pada bagian asset,” tandasnya.

Seperti apa bus yang nilai proyeknya sebesar Rp 650 juta itu, kita tunggu saja saat berada di Bumi Pariri Lema Bariri, karena ada informasi yang berkembang jika pada minggu mendatang, kendaraan itu sudah standby dan siap untuk dipergunakan. (kimt)

Don`t copy text!