Muhammadiyah Sumbawa Telah Ada Sebelum Indonesia Merdeka

Muhammadiyah-Sumbawa-Telah-Ada-Sebelum-Indonesia-Merdeka-Persyarikatan-Muhammadiyah-Tempo-Dulu

Muhammadiyah atau juga dikenal sebagai Persyarikatan Muhammadiyah adalah sebuah organisasi masyarakat Islam di Indonesia. Organisasi ini didirikan pada tahun 1912 oleh KH Ahmad Dahlan di kota Yogyakarta sebagai gerakan sosial keagamaan reformis, yang menganjurkan ijtihad, interpretasi individu terhadap Al-Qur’an dan Sunnah, sebagai lawan dari taqlid, sesuai dengan interpretasi tradisional yang dikemukakan oleh para ulama.

Muhammadiyah memainkan peran penting dalam perluasan salafisme di Indonesia. Sejak didirikan, Muhammadiyah telah mengadopsi platform reformis yang memadukan pendidikan agama dan sekuler, terutama sebagai cara untuk mempromosikan mobilitas Muslim ke atas menuju komunitas ‘modern’ dan untuk memurnikan Islam Indonesia dari praktik sinkretis lokal.

Muhammadiyah terus mendukung budaya lokal dan mempromosikan toleransi beragama di Indonesia. Sementara beberapa perguruan tinggi milik Muhammadiyah, sebagian besar dimasuki oleh non-Muslim, terutama di provinsi Nusa Tenggara Timur dan Papua. Muhammadiyah juga menjalankan rantai besar rumah sakit amal, dan mengoperasikan 128 universitas pada akhir 1990-an.

Motor Anda Hilang? Polda NTB Amankan 78 Motor Curian, Segera Cek ke Polres Terdekat!

Pimpinan Cabang Muhammadiyah Sumbawa Besar Tahun 1941

Muhammadiyah di Sumbawa secara resmi telah ada sejak tahun 1940. Menurut Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Sumbawa, H Ahmad Jama’an MY, bahwa pada tanggal 6 Mei 1940, warga Muhammadiyah Sumbawa mengirimkan surat ke HB (sekarang Pimpinan Pusat) Muhammadiyah untuk mengesahkan Group Muhammadiyah Sumbawa Besar. Lalu kemudian pada tanggal 29 Mei 1940, terbitlah Surat Keputusan dari PP Muhammadiyah tentang berdirinya Group Muhammadiyah di Sumbawa Besar. 

Mulailah Muhammadiyah Sumbawa bergeliat. Tetapi sayang, ketika terjadi pendudukan Jepang di Indonesia, membuat pertumbuhan Muhammadiyah di Sumbawa menjadi stagnan. Baru pada tahun 50-an Muhammadiyah Sumbawa menggeliat kembali, ketika Group Muhammadiyah Sumbawa Besar menjadi Pimpinan Cabang Muhammadiyah. Pada tanggal 1 September 1952 muncullah amal usaha Muhammadiyah yang pertama, berupa SMP Muhammadiyah Sumbawa di kota Sumbawa Besar. Murid sekolah ini tak hanya berasal dari Sumbawa tetapi juga dari Dompu dan Bima.

Muhammadiyah Sumbawa terus bergerak, akhirnya pada tahun 1962, menurut Ahmad Jama’an, Pimpinan Cabang Muhammadiyah di ibukota kabupaten ditingkatkan menjadi Pimpinan Daerah Muhammadiyah Sumbawa. Dengan ditingkatkan menjadi Pimpinan Daerah ini maka Muhammadiyah Sumbawa membentuk sejumlah Pimpinan Cabang Muhammadiyah di kecamatan yang ada di Kabupaten Sumbawa.

Tanpa Sekat, Kapolsek Poto Tano Tampung Curhatan dan Keluhan Warga

KH Ahmad Dahlan

Kemudian satu persatu Cabang berdiri di Sumbawa, Cabang Alas berdiri 25 Januari 1964, Cabang Taliwang 15 Juli 1964, Cabang Ai’ Paya 25 Juli 1964, Cabang Mapin 20 September 1964, Cabang Seteluk 9 Agustus 1965, Cabang Empang 18 November 1965 dan Cabang Bu Er 1 Desember 1965. Sedangkan sejumlah Cabang lain yang berdiri tidak diketahui kapan berdirinya, diantaranya, menurut Jama’an, Maronge, Plampang, Labuhan Sumbawa, Utan, Jurumapin, Lape, Moyo, Lenangguar, Lunyuk, Jereweh, dan Semamung.

Namun dengan adanya pemekaran Sumbawa, pada 20 November 2003, sejumlah Cabang masuk ke Wilayah Sumbawa Barat dengan ibukota di Taliwang. Pimpinan Cabang Muhammadiyah yang masuk ke Kabupaten Sumbawa Barat adalah Cabang Taliwang, Cabang Seteluk, dan Cabang Jereweh. Cabang-cabang tersebut lepas dari tanggung jawab PDM Sumbawa, dan menjadi tanggung jawab PDM Sumbawa Barat.

Peresmian Rumah Sakit Surya Medika PKU Muhammadiyah Sumbawa

Muhammadiyah Sumbawa terus bergerak untuk memperluas teritorialnya, namun sampai saat ini belum semua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) ada di Kecamatan yang ada di Kabupaten Sumbawa. Dari 24 kecamatan yang ada di Kabupaten Sumbawa, hanya ada 18 PCM. Menurut Ketua PDM Sumbawa Drs H Fahmi Salim, ada 7 kecamatan yang belum ada PCM-nya.

Ketujuh kecamatan yang belum ada PCM-nya tersebut, adalah; Kecamatan Lantung, Kecamatan Rhee, Kecamatan Moyo Utara, Kecamatan Ropang, Kecamatan Labangka, Kecamatan Orong Telu, dan Kecamatan Unter Iwes. Keberadaan PCM di tempat ini terus diupayakan.

Rumah Sakit Surya Medika PKU Muhammadiyah Sumbawa

Menurut Fahmi Salim, PDM terus berupaya mendirikan PCM di 7 kecamatan tersebut. Sesuai dengan persyaratan yang ada, untuk mendirikan PCM harus ada 3 Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) terlebih dahulu, karenanya PDM fokus mendirikan PRM terlebih dahulu. 

“Kami mencari tanah wakaf untuk mushola sebagai cikal PRM Langkah kedua menghidupkan Organisasi Otonom. Alhamdulillah di Kecamatan Rhee sudah terbentuk Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah,” kata Fahmi.

ASN KSB Jangan Asal ‘Live’ Medsos! BKPSDM Ingatkan Sanksi Berat Jika Lalai Tugas Saat Jam Kerja

Namun selain berusaha menumbuhkan Cabang baru di kecamatan yang belum ada cabangnya, pihaknya juga berusaha membuat Cabang baru di Kecamatan yang Muhammadiyah tumbuh subur. Misalnya di Kecamatan Sumbawa, kecamatan ini terdapat dua PCM, PCM Sumbawa dan PCM Lempeh.

Peresmian SM Corner Muhammadiyah Sumbawa

“Untuk kecamatan Sumbawa total ada 8 Ranting yang terbagi dalam 2 Cabang Muhammadiyah, PCM Sumbawa dan PCM Lempeh,” tutur Fahmi Salim.

Menurut Fahmi, PCM Lempeh memisahkan diri dari PCM Sumbawa, pada tahun 1985, bersamaan Din Syamsuddin, putra Sumbawa, terpilih menjadi Ketua Umum Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM). PCM Sumbawa terdiri dari 5 Ranting: PR Samapuin, PRM Pekat, PRM Seketeng, PRM Bugis dan PRM Brang Bara. Sedangkan PCM Lempeh terdiri PRM Lempeng, PRM Uma Sima, dan PRM Brang Biji.

SM Corner Muhammadiyah Sumbawa Besar

Di Pimpinan Ranting Muhammadiyah Samapuin inilah, Prof Din Syamsuddin berasal. Sejak dia aktif di Muhammadiyah, keluarganya yang berasal dari Nahdlatul Ulama hijrah ke Muhammadiyah. PRM Samapuin menjadi hidup, seluruh peribadatan di Masjid Samapuin, menurut Ketua PRM Fahri, yang juga adik Prof Din Syamsuddin, disesuaikan dengan manhaj Muhammadiyah.

Kepergok Tinggal Bersama Tanpa Nikah, Sejoli di Taliwang Diamankan Satpol PP KSB

Masjid menjadi tumpuan gerak Muhammadiyah Samapuin. Sehingga masjid yang kecil harus diperbesar untuk menampung gerak Muhammadiyah Samapuin. Oleh Prof Dr Din Syamsuddin kemudian Masjid Al Ihsan itu dibangun lebih besar yang dapat menampung jamaah Muhammadiyah Samapuin.

Peran Prof Din Syamsuddin untuk memajukan Muhammadiyah di tempat kelahirannya bukan hanya membantu PRM Samapuin, menurut Jama’an, juga membantu Muhammadiyah Sumbawa secara keseluruhan. Diantaranya, mengembangkan SMA Muhammadiyah Sumbawa dan Klinik Surya Medika PKU Muhammadiyah Sumbawa di kota Sumbawa Besar. Bahkan saat ini, poliklinik ini akan dikembangkan menjadi rumah sakit.

Selain di Kecamatan Sumbawa, Amal Usaha Muhammadiyah yang berkualitas juga berada di Kecamatan Tarano. Sekolah-sekolah yang dikelola Pimpinan Cabang Muhammadiyah Tarano mempunyai banyak peminat. Bahkan, menurut Jama’an, lebih diminati ketimbang sekolah negeri. ***

Asyik Nongkrong Saat Jam Pelajaran, Sejumlah Siswa di Taliwang Terjaring Patroli Satpol PP KSB

– Artikel Ini Pernah Dimuat di Majalah Suara Muhammadiyah, Edisi 21 Tahun 2018

Majalah Suara Muhammadiyah Edisi Ke-105 Tahun

Tentang Suara Muhammadiyah

Majalah Suara Muhammadiyah adalah majalah resmi Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Dirintis oleh K.H. Ahmad Dahlan dan Haji Fachrodin. Majalah Suara Muhammadiyah (Soeara Moehammadijah) pertama kali terbit pada bulan Dzulhijjah tahun 1333 H (1915 M). Pemimpin redaksi (hoofdredacteur) pertama adalah Haji Fachrodin. Jajaran redaksi (redacteuren) pertama terdiri dari: H. Ahmad Dahlan, H.M. Hisjam, R.H. Djalil, M. Siradj, Soemodirdjo, Djojosugito, dan R.H. Hadjid. Pengelola administrasi: H.M. Ma’roef dibantu Achsan B. Wadana. Pertama kali terbit, Suara Muhammadiyah hadir sebagai majalah bulanan dengan bahasa Jawa di bawah manajemen Bagian Taman Pustaka Hoofdbestuur (HB) Muhammadiyah Yogyakarta.

Kini, Majalah Suara Muhammadiyah telah berusia seabad lebih konsisten terbit dwi mingguan dengan mengusung motto: “Meneguhkan dan Mencerahkan”. Hadir dengan versi digital dan cetak, Majalah Suara Muhammadiyah yang kini dikelola oleh kader-kader muda Muhammadiyah yang tergabung dalam PT Syarikat Cahaya Media (Amal Usaha Milik Pimpinan Pusat Muhammadiyah), yang siap menjadi corong utama Persyarikatan Muhammadiyah. – KOBARKSB.com

Innalillahi! Kabar Duka dari Tanah Suci: 5 Jemaah Haji NTB Meninggal Dunia, Salah Satunya Asal KSB

About The Author

Trending

  • 53
    Keputusan Strategis Muhammadiyah Terima Kelola TambangOleh: Antonius Widiyo Utomo Sebagai salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia, Muhammadiyah memiliki peran penting dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat. Mulai di bidang pelayanan sosial, upaya mencerdaskan kehidupan bangsa melalui lembaga-lembaga pendidikannya, menghadirkan layanan kesehatan, melakukan pengembangan ekonomi, penanganan kebencanaan dan aktivitas Filantropi. Kini, organisasi yang didirikan oleh KH…
  • 53
    Pjs Bupati Sumbawa Barat Ajak Kader Muhammadiyah Teladani AR FahruddinTaliwang, KOBARKSB.com - Pjs Bupati Sumbawa Barat, Julmansyah, S.Hut, M.A.P, mengunjungi Pondok Pesantren Pendidikan Islam Muhammadiyah Al Manar Seloto, Kamis, (21/11). Kunjungan tersebut dalam rangka perayaan Milad Muhammadiyah dan dihadiri oleh sejumlah Kepala OPD, termasuk Inspektur Inspektorat, Kepala Dinas Perhubungan, serta Staf Ahli Bidang Hukum dan Kemasyarakatan. Ketua Pimpinan Daerah…
  • 51
    Cagar Alam Pedauh, Kawasan Suaka Alam di Sumbawa BaratSekongkang, KOBARKSB.com - Jika selama ini banyak orang yang tahu bahwa Sumbawa Barat kaya akan panorama alamnya. Tapi sedikit orang yang tahu bahwa di Sumbawa Barat ada sebuah cagar alam yang dilindungi negara.  Adalah Pedauh, hutan dataran rendah, dengan berbagai jenis flora yang mewakili berbagai tipe vegetasi, yang telah lama…
  • 51
    Sirkuit Mandalika dan Sirkuit Samota Jadi Pemantik Geliat Pariwisata NTBPasca suksesnya event Pertamina Grand Prix of Indonesia (MotoGP) digelar pada awal tahun 2022 di Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB). Pariwisata NTB tampak sudah mulai bergeliat, seiring dengan berakhirnya pandemi Covid-19 yang menjadi kabut hitam industri pariwisata Indonesia. Angka kunjungan wisatawan ke NTB mulai bergerak naik. Pembangunan…
  • 50
    Madu Sumbawa Jadi Primadona di Malaysia dan SingapuraSumbawa, KOBARKSB.com - Sebanyak 240 Kg madu hutan Sumbawa kembali diekspor ke Singapura dan Malaysia awal tahun 2021. Madu hutan ini adalah produksi kelompok Madu Lestari, salah satu mitra binaan PT PLN (Persero) yang berada di Desa Semongkat, Kecamatan Batu Lanteh, Sumbawa.  Hampir setiap tahun, madu hutan Sumbawa ini diekspor…
  • 50
    Gubernur NTB Dituduh 'Main Belakang' dan 'Berkhianat' Soal Amman MineralTaliwang, KOBARKSB.com - Beredarnya surat usulan nama-nama calon komisaris independen PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) yang dibuat IKASUM JAYA setelah pertemuan bersama Gubernur NTB, Zulkieflimansyah, memantik reaksi keras sejumlah elemen masyarakat di Sumbawa dan Sumbawa Barat. "Tidak elok elit Jakarta minta jatah Komisaris ke PT AMNT di tengah rakyat…

Eksplorasi konten lain dari KOBARKSB.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Populer Bulan Ini





Pilihan Editor





Don`t copy text!
×
×