Madu Sumbawa Jadi Primadona di Malaysia dan Singapura

Madu-Sumbawa-2

Sumbawa, KOBARKSB.com – Sebanyak 240 Kg madu hutan Sumbawa kembali diekspor ke Singapura dan Malaysia awal tahun 2021. Madu hutan ini adalah produksi kelompok Madu Lestari, salah satu mitra binaan PT PLN (Persero) yang berada di Desa Semongkat, Kecamatan Batu Lanteh, Sumbawa. 

Hampir setiap tahun, madu hutan Sumbawa ini diekspor ke negeri jiran dan beberapa negara lain. Meskipun animo pecinta madu dari luar negeri tinggi, namun kelompok pemburu madu hutan lestari masih mengutamakan permintaan pasar dalam negeri.

“Sejak kami mengikuti ajang Indonesia Creative Product Festival tahun 2019 di Kuala Lumpur sebagai mitra binaan PLN, permintaan ekspor madu mulai berdatangan. Dan kini permintaannya pun semakin tinggi,” tutur M Yamin, Ketua Kelompok Pemburu Madu Hutan Madu Lestari.

Merasa Tertipu Produk AXA Mandiri, Nasabah di Taliwang Ancam Segel Kantor Bank Mandiri

Bahkan permintaan akan madu hutan murni, jelasnya, semakin meningkat di masa pandemi Covid-19. Dalam sebulan, bebernya, kelompok madu Lestari yang beranggotakan 564 Kepala Keluarga ini, mampu menghasilkan 1.400 liter madu hutan murni.

Madu Sumbawa

Madu Lestari

“Peminat madu kami di luar negeri mengalami kenaikan. Dalam 1 bulan, kami mengekspor hingga 500 liter. Permintaan tersebut kami penuhi, setelah kami menyelesaikan permintaan dalam negeri,” jelas Yamin.

Saat ini, terangnya, kelompok Madu Lestari tidak hanya menghasilkan madu, namun berbagai macam produk seperti madu kunyit, jahe kunyit, susu kuda liar, minyak urut, dan lain-lain. Tak hanya makanan, Yamin juga telah melebarkan usahanya dengan mendirikan tempat makan Lestari, Villa Lestari, dan juga memiliki program wisata berburu madu, yang menjadi salah satu tujuan wisata favorit di Sumbawa.

Dijual di Pasar Internasional, Sporadik Lahan Pesisir Pantai Bernilai Miliaran di Desa Goa Diduga Dimanipulasi

“Seluruh produk yang dipasarkan Madu Lestari dihasilkan oleh masyarakat Desa Semongkat. Kami memberdayakan ibu-ibu dan juga pemuda di sini untuk membantu kami menjalankan usaha,” tandas Yamin.

Madu Sumbawa

Madu Lestari

Sementara itu, Kepala Karantina Pertanian Sumbawa, Ida Bagus Putu Raka Ariana, mengungkapkan, bahwa melalui program Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor (Gratieks), para petani sangat diuntungkan. Salah satunya petani madu.

“Informasi dan pendampingan yang kami berikan sangat bermanfaat. Dahulu berat diongkos, tenaga, dan waktu, karena mereka harus mengurus dokumen karantina ke Bali ataupun Lombok terlebih dahulu. Sekarang bisa dilakukan di Sumbawa, dan bisa membawa nama Sumbawa,” terang Raka.

Ia berharap agar satu persatu komoditas pertanian Sumbawa yang memiliki potensi ekspor dapat terus digali dan didata lagi. Harapannya, dengan pendampingan dan pulihnya geliat ekonomi Indonesia, tahun ini ekspor komoditas pertanian mampu naik 3 kali lipat dari tahun 2020.

“Saya berharap satu-persatu komoditas pertanian Sumbawa yang memiliki potensi ekspor untuk dapat digali lagi dan didata lagi. Misalnya dari kelompok Madu Lestari ini saja ada kopi luwak yang benar-benar alami, serbuk minuman jahe, kunyit, kemiri dan lainnya,” pungkas Kepala Karantina Pertanian Sumbawa. (klar)

Cetak Sejarah di NTB! Pilkades Serentak KSB 2026 Bakal Terapkan Sistem E-Voting

About The Author

Trending

  • 50
    Muhammadiyah Sumbawa Telah Ada Sebelum Indonesia MerdekaMuhammadiyah atau juga dikenal sebagai Persyarikatan Muhammadiyah adalah sebuah organisasi masyarakat Islam di Indonesia. Organisasi ini didirikan pada tahun 1912 oleh KH Ahmad Dahlan di kota Yogyakarta sebagai gerakan sosial keagamaan reformis, yang menganjurkan ijtihad, interpretasi individu terhadap Al-Qur'an dan Sunnah, sebagai lawan dari taqlid, sesuai dengan interpretasi tradisional yang…
  • 50
    Menenun Kembali Hijau Sumbawa: Jejak Keberlanjutan di Jantung Operasi AMMANOleh: Hardoni Di jantung Pulau Sumbawa, tepatnya di Kabupaten Sumbawa Barat, sebuah narasi baru sedang ditulis. Di tengah persepsi umum yang sering kali menempatkan industri pertambangan sebagai antitesis kelestarian lingkungan, area Tambang Batu Hijau milik PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN) menyuguhkan perspektif berbeda. Di sini, industri berat mencoba berjalan…
  • 47
    Car Free Day Meriahkan Hari Koperasi ke-77 di Sumbawa BaratTaliwang, KOBARKSB.com - Ratusan warga Sumbawa Barat tumpah ruah di Komplek Kantor Bupati, Minggu pagi, (28/7), untuk memeriahkan Hari Koperasi ke-77 dalam acara Car Free Day (CFD) yang diselenggarakan oleh Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Sumbawa Barat. Suasana meriah dan penuh semangat terasa sejak acara dimulai. Senam sehat…
  • 46
    Suka Pantai? Datanglah Ke Sumbawa BaratOrang banyak mengira kalau Sumba itu adalah Sumbawa, padahal kan beda daerah. Tulisannya saja sudah beda apalagi tempatnya. Sumbawa berada di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Pulau ini dibatasi oleh Selat Alas di sebelah barat (memisahkan dengan Pulau Lombok). Umumnya orang yang sudah bosan ke Bali biasanya mengunjungi Pulau Lombok,…
  • 46
    AMMAN dan Peselancar Rizal Tandjung Kolaborasi Majukan Wisata Bahari Sumbawa Barat"Hamparan pantai yang luas dengan pasir putih yang halus, air laut biru jernih, dan ombak yang menantang menjadikan Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) surga bagi para pecinta wisata bahari. Potensi luar biasa ini tak luput dari perhatian AMMAN, salah satu perusahaan tambang tembaga dan emas terbesar di Indonesia, dan Rizal Tandjung,…
  • 46
    Menyemai Mandiri di Tana Samawa, Cerita 88 Persen Rantai Pasok AMMAN yang Menghidupi WargaOleh: Syuaib Ahkam Suara dering notifikasi transaksi digital berbunyi nyaring dari sebuah ponsel pintar milik pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kuliner di Sumbawa Besar. Di layarnya, tertera status pembayaran Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) yang baru saja tuntas. Sementara ratusan kilometer dari sana, di sebuah ruang pelatihan…

Eksplorasi konten lain dari KOBARKSB.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Populer Bulan Ini





Pilihan Editor





Don`t copy text!
×
×