20 Ton Manggis Asal Banyuwangi Diekspor Ke China

20-Ton-Manggis-Asal-Banyuwangi-Diekspor-Ke-China

Surabaya, KOBAR – Karantina Pertanian Surabaya dilaporkan telah melakukan sertifikasi ekspor manggis sebanyak 20 ton, atau senilai Rp 600 juta, untuk negara tujuan China. Sebelumnya, serangkaian pemeriksaan karantina telah dilakukan Pejabat Karantina Pertanian Surabaya di Wilayah Kerja Banyuwangi.

Sebelum diekspor, manggis dibersihkan dengan air mengalir, kemudian terhadap satu-persatu buah yang telah cuci tersebut, dilakukan penyemprotan udara menggunakan kompresor, untuk membersihkan dari kotoran dan debu.

“Tahapan ini juga berfungsi untuk menghilangkan semut dan kutu putih di kelopak buah. Setelah proses pembersihan selesai, manggis akan disortir kemudian diberi label. Dan terakhir manggis dikemas menggunakan kotak kemas khusus berventilasi yang dilapisi kertas,” jelas Anis Sri Wahyuni, Pejabat Karantina Pertanian Surabaya, Selasa, (9/10).

Dekatkan Pelayanan, Dinsos KSB Buka Tiga Loket Khusus Program KSB Maju Sosial

Anis menambahkan, bahwa manggis ini akan diberangkatkan melalui Pelabuhan Tanjung Perak, yang akan dimuat menggunakan 4 kontainer berpendingin dengan ukuran 40 kaki.

20 Ton Manggis Asal Banyuwangi Diekspor Ke China - Petugas Karantina Pertanian Surabaya

Anis Sri Wahyuni – Pejabat Karantina Pertanian Surabaya

Di tempat terpisah, Musyaffak Fauzi, Kepala Karantina Pertanian Surabaya, menjelaskan, bahwa persyaratan ekspor manggis ke China sangat ketat. Beberapa persyaratan harus terpenuhi, termasuk sertifikasi rumah kemas.

“Ekspor manggis kali ini berkat kerja keras dan upaya petani, kelompok tani, dan pemilik rumah kemas. Sehingga protokol ekspor dapat dipenuhi, dan pelayanan pemeriksaan karantina semakin efektif,” beber Musyaffak.

Alhamdulillah! 144 Jemaah Haji KSB Sehat Walafiat, Dijadwalkan Tiba di Tanah Air Mulai 16 Juni

Ia berharap, melalui program Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor Pertanian (Gratieks) yang terus digalakkan Kementerian Pertanian, dapat mendorong meningkatnya ekspor komoditas pertanian unggulan asal Jawa Timur.

“Khususnya yang berada di wilayah layanan Karantina Pertanian Surabaya. Kami akan terus memfasilitasi ekspor produk-produk unggulan dari Jatim,” tutup Kepala Karantina Pertanian Surabaya. (knda)

About The Author

Trending

  • 39
    12 Ton Telur Ayam Asal Pulau Lombok Ditolak Masuk Pulau SumbawaPoto Tano, KOBAR - Penyelundupan 12 ton telur ayam tanpa dokumen dari Pulau Lombok untuk tujuan pemasaran di Pulau Sumbawa, dilaporkan berhasil digagalkan tim gabungan Kementerian Pertanian melalui Karantina Pertanian Sumbawa Wilayah Kerja (Wilker) Pelabuhan Ferry Poto Tano, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). Telur ayam untuk dikonsumsi itu ditolak masuk Pulau…
  • 36
    2 Ton Daging Ayam Beku Asal Lombok Ditolak Masuk SumbawaPoto Tano, KOBAR - Sebanyak 2 ton atau 50 karung daging ayam beku tanpa dokumen asal Lombok dilaporkan telah diamankan petugas gabungan di Pelabuhan Poto Tano, Sumbawa Barat. 50 karung daging ayam beku tersebut rencana akan dipasarkan di Pulau Sumbawa oleh pemilik barang. “Karantina Pertanian Sumbawa wilayah kerja (Wilker) Pelabuhan…
  • 32
    17 Ekor Kambing Ditemukan Petugas Pelabuhan Poto Tano di Bagasi Bus MalamPoto Tano, KOBAR - Petugas gabungan Karantina Pertanian Sumbawa Wilayah Kerja Pelabuhan Poto Tano, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), dilaporkan telah berhasil menggagalkan penyelundupan 17 ekor kambing melalui bus malam asal Sumbawa tujuan Lombok. “17 ekor kambing tersebut rencananya hendak diseberangkan ke pulau Lombok, dengan modus dititipkan di bagasi bus. Penggagalan…
  • 31
    Penyelundupan Daging Babi Asal Sumbawa Digagalkan Petugas Karantina PertanianPoto Tano, KOBARKSB.com - Penyelundupan daging babi seberat 90 Kg dari Pulau Sumbawa dengan tujuan Pulau Bali, dilaporkan telah berhasil digagalkan petugas Karantina Pertanian Sumbawa wilayah kerja Pelabuhan Ferry Poto Tano, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). “Daging tersebut rencananya akan diseberangkan ke Pulau Dewata, Bali, dengan modus disembunyikan di truk barang…
  • 30
    Pondok Pesantren Jadi Basis Kaderisasi Petani MilenialBandung, KOBAR - Dalam rangka meningkatkan minat tani generasi milenial, Kementerian Pertanian (Kementan) menjadikan pondok pesantren sebagai basis usaha di bidang pertanian atau agribisnis modern berbasis korporasi. Kementan menargetkan ke depannya petani Indonesia diisi oleh para milenial yang berakhlak mulia, yang dapat membawa pertanian lebih maju dan terdepan. Salah satu…

Eksplorasi konten lain dari KOBARKSB.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Populer Bulan Ini





Pilihan Editor





Don`t copy text!
×
×