fbpx

KOBARKSB.com

News & Artikel Terkini

2 Ton Daging Ayam Beku Asal Lombok Ditolak Masuk Sumbawa - Truk Pengangkut Daging Ayam Beku Tanpa Dokumen Ditahan Petugas Gabungan Pelabuhan Poto Tano

2 Ton Daging Ayam Beku Asal Lombok Ditolak Masuk Sumbawa

Poto Tano, KOBAR – Sebanyak 2 ton atau 50 karung daging ayam beku tanpa dokumen asal Lombok dilaporkan telah diamankan petugas gabungan di Pelabuhan Poto Tano, Sumbawa Barat. 50 karung daging ayam beku tersebut rencana akan dipasarkan di Pulau Sumbawa oleh pemilik barang.

“Karantina Pertanian Sumbawa wilayah kerja (Wilker) Pelabuhan Ferry Poto Tano telah mengamankan 50 karung daging ayam beku, atau sebanyak 2 ton dari Pulau Lombok. Penahanan tersebut dilakukan dalam pemeriksaan rutin di dermaga pelabuhan bersama instansi terkait,” ungkap Erin, Pejabat Karantina Pertanian Sumbawa, Sabtu, (9/10).

50 Karung Daging Ayam Beku Tanpa Dokumen Diperiksa Petugas Gabungan

Selain tidak dilaporkan kepada pejabat karantina, daging ayam tersebut, jelasnya, diamankan petugas lantaran tidak dilengkapi dokumen karantina dari daerah asalnya. Karena jika ada komoditas yang tak dilengkapi dokumen tersebut, maka dinyatakan telah  melanggar Undang-undang Nomor 21 Tahun 2019, tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan. 

“Jika dalam kurun waktu 3 x 24 jam tidak dapat menunjukkan dokumen karantina, maka kami lakukan penolakan. Sementara kondisi daging masih baik, karena disimpan di dalam truk. Di bagian dasar truk diberi es sebagai pendingin ayam, dan bagian atas ditutup terpal,” jelasnya.

Truk Pengangkut Daging Ayam Beku Tanpa Dokumen Ditahan Petugas Gabungan Pelabuhan Poto Tano

Ia pun pada kesempatan ini, mengajak segenap masyarakat yang akan melalulintaskan komoditas pertanian antar pulau, baik hewan dan tumbuhan, maupun turunannya, agar melengkapinya dengan dokumen karantina. 

“Kami meminta setiap masyarakat yang akan melalulintaskan komoditas pertanian, baik hewan dan tumbuhan, ataupun turunannya, agar melengkapi dokumen karantina. Selain itu, pengirimannya juga harus melalui pintu pemasukan dan pengeluaran yang telah ditetapkan, dan dilaporkan kepada pejabat karantina,” tutup Pejabat Karantina Pertanian Sumbawa. (klar)

Don`t copy text!