fbpx

KOBARKSB.com

News & Artikel Terkini

Anak-anak Boleh Jalan-jalan di Mal dan Masuk Pusat Perbelanjaan - Anak-anak Pengunjung Mal Jakarta

Anak-anak Boleh Jalan-jalan di Mal dan Masuk Pusat Perbelanjaan

Jakarta, KOBAR – Pemerintah telah resmi memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 2-4 dari 21 September hingga 4 Oktober 2021. Kendati demikian, terdapat sejumlah perubahan ketentuan dalam perpanjangan PPKM kali ini. Salah satu perubahan tersebut adalah ketentuan masuk mal, seiring dengan kondisi kasus Covid-19 yang semakin turun, serta implementasi protokol Kesehatan dan penggunaan PeduliLindungi yang diterapkan.

“Diperpanjang 2 pekan, tak ada lagi wilayah Level 4 di Jawa-Bali kini. Anak di bawah usia 12 tahun boleh masuk mal atau pusat perbelanjaan, dengan syarat dan ketentuan tertentu yang diatur Pemerintah. Akan dilakukan uji coba pembukaan pusat perbelanjaan atau mal bagi anak-anak di bawah usia kurang dari 12 tahun dengan pengawasan dan pendampingan orang tua,” kata Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), dalam konferensi pers, Senin (20/9).

Cek PeduliLindungi Sebelum Masuk Mal

Uji coba tersebut, jelasnya, akan diterapkan di wilayah Jakarta, Bandung, Semarang, DIY, dan Surabaya. Yang mana pada ketentuan sebelumnya, anak di bawah usia 12 tahun tidak boleh masuk mal. 

Bahkan dalam perpanjangan PPKM kali ini, terang Luhut, diizinkan adanya pembukaan bioskop dengan kapasitas maksimal 50 persen pada kota-kota level 3 dan level 2.

“Namun dengan kewajiban penggunaan aplikasi PeduliLindungi, serta penerapan protokol kesehatan yang ketat. Kategori kuning dan hijau dapat memasuki area bioskop,” tegasnya. 

Adapun untuk perkantoran non esensial di Kabupaten/Kota level 3, terangnya, dapat melakukan 25 persen WFO bagi pegawai yang sudah divaksin dan harus memakai QR PeduliLindungi. 

Pengunjung Pusat Perbelanjaan di DKI Jakarta

Namun sejalan dengan itu, pihaknya, kata Luhut, juga terus mengimbau masyarakat agar tidak beruforia berlebihan, yang pada akhirnya mengabaikan segala bentuk protokol kesehatan yang ada. 

“Apa yang kita capai bersama hari ini, tentunya bukanlah bentuk euforia yang harus dirayakan. Kelengahan sekecil apapun yang kita lakukan, ujungnya akan terjadi peningkatan kasus dalam beberapa minggu ke depan. Dan pastinya akan mengulang pengetatan-pengetatan yang kembali diberlakukan,” tandasnya.

Pada kesempatan ini, ia pun menambahkan, bahwa pada saat ini sudah tidak ada lagi kabupaten/kota di Jawa-Bali yang berstatus PPKM level 4. Ini menunjukkan adanya perbaikan dari periode sebelumnya. 

“Berbagai capaian tersebut tentu harus kita syukuri. Namun demikian, Presiden dalam Ratas tadi pagi mengingatkan agar kita tetap waspada dan hati-hati. Risiko peningkatan kasus masih tinggi dan dapat terjadi sewaktu-waktu,” demikian Menko Marves. (knda)

Don`t copy text!