fbpx
2 Orang Terduga Pelaku Pencabulan Anak di Sumbawa Barat Dibekuk Polisi

2 Orang Terduga Pelaku Pencabulan Anak di Sumbawa Barat Dibekuk Polisi

“1 Orang Terduga Pelaku Persetubuhan, 1 Orang Terduga Pelaku Sodomi”

Taliwang, KOBAR – Dalam sepekan terakhir, Sat Reskrim Polres Sumbawa Barat dilaporkan telah berhasil mengungkap 2 kasus pencabulan terhadap anak di wilayah hukum Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). Yang pertama adalah kasus persetubuhan terhadap anak di bawah umur, dan yang kedua adalah kasus pencabulan atau sodomi terhadap anak di bawah umur. Atas masing-masing kasus tersebut, Polisi telah menetapkan seorang tersangka. 

Dalam gelar perkara kasus, Rabu, (1/9), Kapolres Sumbawa Barat, AKBP Heru Muslimin SIK MIP, menyampaikan, bahwa untuk kasus sodomi terhadap anak di bawah umur telah ditetapkan MS, 45 tahun, sebagai tersangka. MS diduga telah melakukan sodomi terhadap 3 orang korban anak di bawah umur, yaitu; MH, 14 tahun, AG, 14 tahun, dan AZ, 15 tahun, warga Kecamatan Seteluk.

“Modus yang dilakukan pelaku terhadap para korban adalah korban diiming-imingi uang yang bervariasi. Ada Rp 100 ribu, ada juga Rp 200 ribu, setelah melakukan pencabulan, yakni, sodomi tersebut,” jelas Kapolres.

2 Orang Pelaku Pencabulan Anak di Sumbawa Barat Dibekuk Polisi 5
Gelar Perkara Kasus di Polres Sumbawa Barat

Kemudian untuk kasus persetubuhan anak di bawah umur, lanjutnya, telah ditetapkan tersangka MN, 27 tahun. MN diduga telah menyetubuhi korban berusia 8 tahun, yang merupakan siswi salah satu Sekolah Dasar (SD) di Sumbawa Barat.

“Berawal korban sedang main bersama temannya yang berusia 3 tahun di sebuah rumah kosong. Kemudian pelaku menghampiri rumah kosong tersebut. Setelah pelaku masuk ke dalam rumah kosong tersebut, teman korban disuruh pulang oleh pelaku. Pelaku kemudian membuka celana korban dan menyuruh korban berbaring di lantai. Selanjutnya pelaku melakukan aksi bejatnya terhadap korban,” beber AKBP Heru Muslimin.

Untuk tersangka pelaku sodomi, terang Kapolres, dijerat dengan Pasal 76E. Sedangkan untuk tersangka persetubuhan, katanya, dijerat pasal 76D, Jo Pasal 81 ayat (1) dan (2), Undang-undang (UU) Nomor 17 Tahun 2016, tentang perlindungan anak. Keduanya diancam dengan pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun, serta denda paling banyak Rp 5 miliar. (kdon)

Don`t copy text!