fbpx
Bupati Sumbawa Barat Kembali Gelar Yasinan Setiap Malam Jum’at

Bupati Sumbawa Barat Kembali Gelar Yasinan Setiap Malam Jum’at

“Para Agen Gotong Royong Diajak Ubah Perilaku”

Taliwang, KOBAR – Meskipun pandemi Covid-19 belum berakhir. Akan tetapi, Bupati Sumbawa Barat, H W Musyafirin, tetap bertekad untuk menghidupkan kembali Forum Yasinan setiap malam Jum’at, yang sempat terhenti akibat pandemi Covid-19.

Kegiatan Forum Yasinan atau Forum Pelayanan Setara Inklusif Andalan ini merupakan program unggulan Bupati Sumbawa Barat, dalam rangka mewujudkan keterbukaan informasi dan menjadi salah satu sarana yang dibuat untuk menjaring aspirasi masyarakat.

Karena masih dalam masa pandemi, kegiatan ini pun dilaksanakan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan Covid-19 secara ketat. Acara ini melibatkan seluruh elemen masyarakat, terutama para agen gotong royong yang ada di KSB.

Pada kegiatan yasinan pertama kalinya, semenjak Musyafirin dilantik sebagai Bupati untuk periode kedua, Kamis, (26/8), ia menyampaikan beberapa hal kepada para agen gotong royong. Diantaranya, para agen gotong royong diminta untuk menerapkan pola hubungan horizontal dalam menjalankan tugasnya. 

Bupati Sumbawa Barat Kembali Gelar Yasinan Setiap Malam Jumat 1
Forum Yasinan Setiap Malam Jum’at di Kediaman Bupati Sumbawa Barat

“Jangan lagi menggunakan pola vertikal atau dari atas ke bawah. Geser dia ke pola hubungan Horizontal, yaitu, hubungan sosial antara masyarakat. Contoh praktiknya adalah ketika kita ingin mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu, jangan kita katakan dengan kalimat perintah, tapi katakan dengan bahasa minta tolong, mohon dibantu atau bahasa lainnya yang tetap menjaga harkat dan martabat orang lain,” kata Bupati.

Selanjutnya, ia meminta kepada para agen agar tidak berperilaku eksklusif. Sebab salah satu tujuan dilaksanakannya forum yasinan, kata Bupati, adalah untuk menghilangkan kesan bahwa pemerintah itu eksklusif.

“Kita sebagai pelayan masyarakat harus bersifat inklusif. Artinya, mengutamakan kesetaraan. Perilaku eksklusif tidak akan ada tempat di tengah masyarakat. Geser perilaku eksklusif menjadi inklusif. Yakni, sama rata, sama rasa,” tegasnya.

Dan yang terakhir, kepada 700 orang agen gotong royong yang telah diangkat, ia berpesan, agar bisa menebarkan kebaikan. Demi mengawal KSB BAIK, menuju daerah yang baldatun toyyibatun warabbun ghafur. 

“Ubah perilaku individual menjadi perilaku hidup bersosialisasi dengan masyarakat. Ajak masyarakat untuk berkomunikasi dan menebarkan kebaikan. Beri peluang agar orang lain mendapat kebaikan dari diri kita. Maka Insya Allah, hal-hal baik akan datang kepada kita,” demikian Bupati Sumbawa Barat. (kdon)

Don`t copy text!