fbpx
Mana yang Lebih Dulu Jadi, Bandara Sumbawa Barat Atau Smelter Amman Mineral?

Mana yang Lebih Dulu Jadi, Bandara Sumbawa Barat Atau Smelter Amman Mineral?

2 mega proyek digadang-gadang akan segera dibangun di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Nusa Tenggara Barat (NTB). Keduanya didanai dari satu sumber yang sama, yaitu, PT Amman Mineral Nusa Tenggara (PTAMNT).

Yang pertama adalah Bandar Udara (Bandara) di Poto Tano. Dan yang kedua, yakni, pabrik pemurnian logam (Smelter) milik Amman Mineral. Keduanya juga, bukanlah hal asing atau baru.

Landasan Pacu Bandara Sekongkang
Landasan Pacu Bandara Sekongkang

Bandara di Sumbawa Barat pernah digagas, bahkan telah dibangun sejak tahun 2009. Bandara tersebut berlokasi di Kecamatan Sekongkang, yang jaraknya sangat dekat dengan tambang batu hijau.

Bandara ini merupakan salah satu mega proyek Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat. Puluhan miliar rupiah dana yang bersumber APBD KSB telah dikucurkan untuk mewujudkan bandara ini. Namun hingga saat ini, bandara tersebut tak juga resmi dioperasikan.

Pesawat Cessna Air Hawk Landing Mulus di Bandara Sekongkang
Tahun 2015, Pesawat Cessna Air Hawk Landing Mulus di Bandara Sekongkang.

Padahal Bandara Sekongkang yang ada saat ini telah memiliki landasan pacu sepanjang 850 meter dengan lebar 23 meter. Yang mana pada tahun 2017, landasan pacu untuk Bandara Sekongkang ini pernah direncanakan akan ditingkatkan menjadi 1.500 meter, agar bisa didarati pesawat jenis ATR.

Sebagai informasi juga, pengelolaan Bandara Sekongkang ini telah berulang kali ditawarkan oleh Pemerintah KSB kepada PTAMNT dan juga sebelumnya kepada PT Newmont Nusa Tenggara (PNNT) agar bersedia dikelola. Namun hingga saat ini, tidak direspon dan dipastikan ditolak. Karena selanjutnya, pada tahun 2021, Amman Mineral malah bersedia untuk mendanai pembangunan Bandara di Poto Tano.

Pengukuran Lahan Bandara Kiantar
Pengukuran Lahan Bandara Sumbawa Barat di Desa Kiantar, Kecamatan Poto Tano.

Adapun Bandara yang rencananya akan dibangun di Desa Kiantar, Kecamatan Poto Tano, kini dalam tahap pengukuran lahan dan proses pembebasan lahan. Bandara ini akan memakan lahan seluas 124 hektar, dengan landasan pacu sepanjang 2.100 meter dengan lebar 300 meter.

Sementara pembangunan Smelter Amman Mineral telah dicanangkan sejak tahun 2017. Konon katanya, lahan untuk pembangunan smelter telah rampung dibebaskan. Adapun progres pembangunannya, menurut Presiden Direktur PTAMNT, Rachmat Makkasau, dalam siaran persnya belum lama ini, bahwa total kemajuan fisik smelter Amman Mineral telah mencapai 26,6% pada bulan Maret 2021.

Lahan Smelter Amman Mineral Nusa Tenggara
Lahan Smelter Amman Mineral Nusa Tenggara

Ia pun menegaskan, bahwa Amman Mineral akan berkomitmen membangun smelter sesuai dengan yang diamanatkan oleh pemerintah, dengan rencana penyelesaian pada tahun 2023. Hal itu, kata Rachmat, sesuai Peraturan Menteri ESDM Nomor 17 tahun 2020. Dimana pelaku usaha, jelasnya, dapat melakukan penyesuaian terhadap jadwal penyelesaian proyek smelter sampai tahun 2023.

Sekarang, 2 mega proyek di Sumbawa Barat itu telah menjadi bahan tebak-tebakan di masyarakat, terutama para netizen. Mana yang lebih dulu terwujud, antara Bandara di Poto Tano atau Smelter Amman Mineral di Batu Hijau? Biar waktu yang akan membuktikan, dan sejarah tentu akan mencatat. **

Don`t copy text!