fbpx

KOBARKSB.com

News & Artikel Terkini

Jumpa Bang Zul - Ummi Rohmi di Pelataran Gedung Graha Fitrah Sumbawa Barat

Forum Yasinan dan Jumpa Bang Zul – Ummi Rohmi, Saluran Komunikasi Politik yang Hilang di NTB

Forum Yasinan merupakan acara rutin setiap malam Jum’at yang digelar Dr H W Musyafirin, selama periode pertama menjadi Bupati Sumbawa Barat. Begitu juga Jumpa Bang Zul – Ummi Rohmi, merupakan acara rutin setiap hari Jum’at yang digelar Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Dr H Zulkieflimansyah, pada masa awal memimpin NTB. Konon katanya, kedua kegiatan tersebut dihajatkan untuk menjadi sarana sambung rasa secara langsung antara pemimpin dengan rakyatnya.

Namun, hampir 2 tahun kedua kegiatan tersebut berhenti total dan tidak lagi digelar. Pandemi Covid-19 menjadi salah satu alasan kedua kegiatan tersebut dihentikan. Dan semenjak itu, hampir tidak ada lagi sarana sambung rasa secara langsung antara rakyat dan pemimpin mereka di KSB maupun di NTB.

Forum Yasinan di Kediaman Bupati Sumbawa Barat

Semenjak itu pula, jarak antara pemimpin dan rakyatnya semakin jauh. Seakan-akan para pemimpin kini tidak lagi tinggal bersama rakyatnya, tapi nun jauh tinggal di menara gading.

Memang pandemi Covid-19 yang menjadi penyebab kedua kegiatan tersebut dihentikan, tidak bisa disangkal. Akan tetapi inovasi sejenis itu tidak juga harus buntu untuk dipikirkan. Toh, mau tidak mau kita semua telah dipaksa untuk merubah gaya hidup oleh Covid-19.

Bagaimanapun, rakyat butuh saluran atau sarana untuk bisa berkomunikasi langsung dengan pemimpin mereka. Terlepas dari pro-kontra tentang efektivitas kedua acara tersebut di atas. Namun setidaknya, keduanya harus diakui telah mampu mempertemukan secara langsung pemimpin dengan rakyatnya tanpa pandang bulu.

Jumpa Bang Zul – Ummi Rohmi di Pelataran Gedung Graha Fitrah Sumbawa Barat

Ketika para memimpin tidak bisa lagi dijangkau oleh rakyat mereka, lantas buat apa rakyat capai-capai ribut berseteru untuk memilih mereka setiap 5 tahun sekali. Jika pada akhirnya mereka ditinggal oleh orang yang mereka pilih kemudian, maka buat apa mereka melangkah ke TPS untuk mencoblos orang yang dianggap mampu mengemban amanat mereka.

Seyogyanya, pandemi Covid-19 tidak perlu lagi dijadikan alasan untuk memutus hubungan komunikasi antara rakyat dengan pemimpin mereka. Karena pandemi ini sepertinya masih jauh dari kata berakhir. Sehingga para pemimpin dituntut untuk segera putar otak membuat cara ataupun metode tertentu untuk bisa selalu berhubungan dengan rakyat kebanyakan. Bukan hanya secuil orang, apalagi disekat-sekat. **

Don`t copy text!