fbpx
BAZNAS KSB Kelola Rp 3,2 Miliar, Dana yang Berasal dari ASN di Sumbawa Barat

BAZNAS KSB Kelola Rp 3,2 Miliar, Dana yang Berasal dari ASN di Sumbawa Barat

Taliwang, KOBAR – Pada tahun 2020, kontribusi zakat dan infak dari gaji dan tunjangan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), tercatat berhasil terkumpul dan dikelola Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) KSB sebesar Rp 3.266.296.627.

“Pada tahun 2020, kontribusi zakat dan infak dari gaji dan tunjangan ASN sekitar Rp 1.442.998.176. Sementara dari komponen TPP sebesar Rp 1.823.298.451, sehingga zakat dan infak yang berhasil dikumpulkan dari ASN sekitar Rp 3.266.296.627,” beber Nurdin Rahman SE, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) KSB, kepada awak media ini, Senin, (14/6).

Dana yang terkumpul tersebut, jelasnya, merupakan buah dari salah satu terobosan pihaknya dalam rangka pengumpulan Zakat, Infaq dan Sedekah (ZIS) yang bersumber dari penghasilan yang diterima oleh ASN KSB, berupa gaji, tunjangan, Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP), dan honorarium. Termasuk ZIS yang berasal dari penghasilan Bupati, Wakil Bupati, Pimpinan dan Anggota DPRD KSB.

“Zakat dihitung dari penghasilan sah setelah dikurangi pajak dan potongan wajib lainnya, serta telah mencapai nisab dan haul. Jika sisa penghasilan tidak mencapai nisab dan haul, maka harta yang dikeluarkan oleh ASN bersangkutan dikategorikan sebagai infak,” terang Nurdin.

Pengumpulan ZIS dari gaji dan tunjangan ASN tersebut, jelasnya, telah diintegrasikan ke dalam Sistem Informasi Manajemen Gaji (SIMGaji) bekerja sama dengan PT Taspen. Sementara pengumpulan ZIS yang bersumber dari TPP dan honorarium dilakukan melalui SIMDA, bekerja sama dengan BPKP. Pola pengumpulan ZIS seperti itu, tegas Nurdin, ditempuh untuk menjamin akuntabilitas pengelolaan ZIS.

Terobosan lain yang sedang disiapkan pihaknya, ungkap Nurdin, adalah upaya pengumpulan ZIS dari penyedia barang/jasa atau rekanan, yang mengerjakan proyek-proyek APBD KSB. Sebab potensi dana kemaslahatan umum yang bisa dikumpulkan dari keuntungan bersih para rekanan, kata Nurdin, cukup besar. 

“Pada APBD Tahun Anggaran 2021, total belanja barang, belanja hibah barang dan belanja modal sebesar Rp 232 miliar. Jika diasumsikan keuntungan rekanan 10% atau Rp 23,2 miliar, dan rekanan diwajibkan menginfakkan 2,5% dari keuntungan mereka, maka akan terkumpul dana zakat dan infak sekitar Rp 580 juta selama tahun 2021,” jelasnya.

Berdasarkan data-data tersebut, tambahnya, maka kapitalisasi dana ZIS yang bisa dikumpulkan dari ASN dan rekanan proyek-proyek APBD setiap tahun begitu besar dan dapat berkelanjutan. 

“Ini tentu menjadi sumber daya penting dalam rangka pemerataan kesejahteraan dan kemaslahatan umat. Secara agregat, pada tahun 2020, dana ZIS yang dikumpulkan dan dikelola BAZNAS KSB mencapai Rp 7.029.559.861. Jumlah tersebut hampir setengahnya (46,5%) disumbangkan oleh ASN,” demikian Kepala BPKD KSB. (kdon)

Don`t copy text!