fbpx
Menkominfo Didesak Blokir Semua Game Online, Karena Telah Membuat Banyak Tenaga Pendidik dan Anak Didik Tidak Produktif Serta Kecanduan

Menkominfo Didesak Blokir Semua Game Online, Karena Telah Membuat Banyak Tenaga Pendidik dan Anak Didik Tidak Produktif Serta Kecanduan

Taliwang, KOBAR – Beberapa hari terakhir, ramai dan viral disuarakan di media sosial, desakan kepada Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) untuk segera memblokir semua game online yang beredar di Indonesia.

“Jangankan anak-anak pelajar dan mahasiswa mas. Bahkan kerapkali kami dapati guru-guru di beberapa sekolah, juga dosen-dosen di suatu perguruan tinggi yang kedapatan asyik bermain game online saat jam belajar. Saking asyiknya, mereka lupa akan tugasnya sebagai tenaga pendidik,” tutur Rohani (41), Warga Kelurahan Bugis, Taliwang, Sumbawa Barat, kepada awak media ini, Kamis, (10/6), ketika dimintai pendapatnya soal isu terkini di media sosial.

Sehingga ia, kata Rohani, yang mengaku saat ini memiliki 4 orang anak yang masih duduk di bangku sekolah dan juga bangku kuliah, sangat mendukung apa yang disuarakan para netizen tersebut.

“Anak-anak sekarang di rumah susah untuk disuruh membantu beres-beres rumah. Selalu beralasan sedang belajar online. Padahal setelah dimatai-matai, mereka nyatanya sedang bermain game online,” jelasnya, dengan nada ketus.

Seharusnya, lanjutnya, pemerintah setempat peka dengan kondisi yang terjadi. Ia berharap agar akses internet untuk bermain game online di sekolah-sekolah, perguruan tinggi, dan kantor-kantor pemerintah diblokir.

“Saya tidak tahu bagaimana dengan pegawai kantoran, karena saya jarang berurusan dengan pemerintah. Tetapi setidaknya untuk sekolah-sekolah dan perguruan tinggi, hal ini harus menjadi perhatian serius,” tukasnya.

Jangan sampai para guru dan dosen, tambahnya, yang notabene berlaku sebagai tenaga pendidik malah memberi contoh yang tidak baik kepada anak didiknya. Lantas mau jadi apa generasi ini ke depan, jika para pendidik yang digaji negara tidak lagi berkompeten sebagai tenaga pendidik.

“Kadang ada guru atau dosen yang ketahuan ikut bermain game online bersama dengan anak murid. Bahkan uang jajan anak-anak sekarang, tidak lagi dibelanjakan untuk beli jajan, tapi kedapatan untuk beli kebutuhan game online,” beber Rohani, dengan senyum kecut.

Sekali lagi, tambah Rohani, dirinya sangat mendukung apa yang suarakan para netizen di medsos tersebut. Dan ia yakin, bahwa itu merupakan suara dari sebagian besar orang tua jaman sekarang.

“Seribu persen saya mendukung game online diblokir. Dan sepertinya ini bukan hanya saya saja, tapi saya yakin hampir sebagian besar ibu-ibu yang punya anak sekolah seperti saya bersuara sama,” pungkasnya. (kdon)

Don`t copy text!