fbpx

KOBARKSB.com

News & Artikel Terkini

Jalan Senggigi Ambruk

Polda NTB Mulai Selidiki Dugaan Penyimpangan Proyek Jalan Senggigi

Lombok Barat, KOBAR – Ambruknya sebagian badan jalan dan jalur pedestrian di sekitar rest area Senggigi, Sabtu, (6/2), mulai diselidiki Polisi. Polda NTB menyelidiki 2 proyek penataan kawasan wisata di Senggigi, Lombok Barat, karena diduga bermasalah dalam pengerjaannya.

“Penyelidikannya ini berawal dari bencana longsor, yang mengakibatkan sebagian badan jalan di tebing jalan raya Senggigi dekat Cafe Alberto tersebut ambruk. Penyelidikannya masih proses puldata (pengumpulan data) dan pulbaket (pengumpulan bahan keterangan),” tutur Dir Reskrimsus Polda NTB, Kombes Pol I Gusti Putu Gede Ekawana, Jum’at, (12/2).

Tim Subdit III Tipikor Ditreskrimsus Polda NTB, ungkapnya, telah melakukan penyelidikan dan juga telah mengecek kondisi pekerjaan proyek yang berada di titik longsor.

“Hasil lapangan menunjukkan di sana tidak ada dibuatkan tanggul penyangga tanah penopang struktur beton pekerjaan,” tukasnya.

Dari informasi teknis awal, lanjutnya, didapatkan bahwa konstruksi penahan hanya menggunakan pasangan batu. Struktur beton pondasi yang berfungsi sebagai pengikat tidak dibuatkan.

“Kemungkinan hal itu yang mengakibatkan rawan longsor, saat cuaca ekstrem dengan hujan intensitas tinggi terjadi,” ujarnya.

Menurut Ekawana, bahu jalan yang longsor ini baru selesai dikerjakan tahun 2020 lalu. Progresnya kini sudah serah terima pekerjaan sementara dari rekanan pelaksana kepada Dinas Pariwisata Lombok Barat. Masa pemeliharaan sedang berjalan, dan baru selesai bulan Juli 2021.

“Walaupun masih pemeliharaan, kita tetap selidiki. Tim masih bekerja untuk mencari bukti-bukti terkait unsur perbuatan tindak pidana korupsinya,” kata Ekawana.

Setelah pengecekan fisik dan mengumpulkan dokumen, tambahnya, pihaknya mengagendakan klarifikasi para pihak terkait.

“KPA, PPK, dan rekanan, masuk dalam agenda,” pungkas Dir Reskrimsus Polda NTB.

Untuk diketahui, pekerjaan proyek penataan rest area kawasan sekitar Alberto itu dianggarkan dengan pagu Rp 2,2 miliar. Proyek ini dikerjakan CV AP, Kuripan, Lombok Barat, dengan harga penawaran Rp 1,8 miliar.

Proyek lain yang diusut Polda NTB karena longsor, yaitu, proyek penataan rest area kawasan sekitar Hotel Sheraton. Proyek ini dianggarkan dengan pagu Rp 3 miliar. Pemenang lelang adalah PT SJU, Bandung, Jawa Barat, dengan harga penawaran Rp 2,62 miliar. (klar)

Don`t copy text!