14/07/2020

HUT Bhayangkara Ke-74, Polda NTB Gelar Program Kampung Sehat

Lingsar, KOBAR – Dalam rangka meriahkan HUT Bhayangkara Ke-74, Polda Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelar acara Launching Program “Kampung Sehat” di Desa Gegelang, Kecamatan Lingsar, Lombok Barat, pada, Jumat, (19/06). Acara tersebut dikemas dengan sederhana, dan dilaksanakan di Desa agar dapat lebih langsung menyentuh masyarakat.

Pada kesempatan tersebut Gubernur NTB, Dr. Zulkieflimansyah dalam sambutannya menyampaikan, bahwa launching Kampung Sehat yang diinisiasi Polda NTB adalah salah satu langkah nyata dalam upaya percepatan penanganan penyebaran Covid-19. Mudah-mudahan dengan inovasi terobosan yang dilakukan dari Desa, mampu menekan penyebaran Covid-19, dan sekaligus memberikan semangat kepada masyarakat.

“Kami yakin karena ini adalah kompetisi, masyarakat semakin sehat. InsyaAllah selama tiga bulan hasilnya akan sesuai dengan apa yang kita inginkan,” jelas Gubernur.

Dalam kesempatan yang sama, Kapolda NTB, Irjen Pol Muhammad Iqbal menjelaskan, program Kampung Sehat memiliki misi sosial yakni meningkatkan partisipasi masyarakat melawan pandemi Covid-19. Acara dikemas dalam bentuk lomba, agar warga berlomba-lomba menciptakan lingkungan bersih untuk memutus mata rantai penularan dan penyebaran Covid-19.

“Partisipasi masyarakat ini sangat penting. Kami menginisiasi program tersebut karena tergerak ingin membantu Daerah dalam menangani Covid-19. Karena itu, kami memastikan acara ini tidak akan membebani keuangan daerah. Sehingga program Kampung Sehat hadir sebagai solusi, bukan saja di bidang kesehatan, melainkan juga sosial ekonomi, pendidikan, dan keamanan,” katanya.

Kapolda juga menjelaskan, bahwa diksi kata Sehat dalam program ini, merupakan singkatan dari steril, ekonomi produktif, harmonis, asri, dan tangguh. Kemudian NTB merupakan kepanjangan dari Nurut Tatanan Baru. Hal itu mencerminkan semangat warga menyambut tatanan baru di masa pandemi Covid-19.

“Kegiatan ini melibatkan banyak pihak, seperti TNI, pemerintah daerah, kalangan swasta, dan instansi lainnya. Kita berkolaborasi melakukan program ini,” jelas Kapolda. 

Dalam proses penilaiannya, lanjut Kapolda, lomba Kampung Sehat memiliki beberapa parameter, antara lain parameter bidang kesehatan. Di sini, desa akan dinilai apakah mereka memiliki posko kesehatan, apakah warganya menerapkan budaya hidup sehat, apakah punya protokol migrasi keluar masuk warga, termasuk protokol yang khusus mengatur kegiatan sosial, dan fasilitas isolasi mandiri di kampung tersebut. 

“Parameter lainnya juga di bidang sosial ke masyarakat. Parameter ini akan menilai apakah warga memiliki protokol khusus dapur umum, inovasi membangkitkan UMKM lokal, apakah ada program ketahanan pangan, penanganan gizi buruk, hingga program peningkatan kapasitas warga,” bebernya. 

Baca Juga :  Halangi Kerja Wartawan, Oknum Perwira Polisi Akan Dilaporkan

Kemudian penilaian di bidang industri. Dilihat, apakah kampung tersebut punya protokol dalam tata niaga dan destinasi wisata dengan protokol kesehatan. Dan parameter terakhir adalah bidang keamanan, akan menilai bagaimana desa itu menjaga keamanan desa.

“Penjurian dilakukan secara berjenjang. Seleksi dimulai di tingkat Kecamatan, masing-masing Kecamatan di NTB memilih tiga Desa terbaik untuk dilombakan di tingkat Kabupaten/Kota. Kemudian memilih tiga terbaik untuk dilombakan di tingkat Provinsi. Mereka akan dilombakan dalam 30 besar untuk mendapatkan juara terbaik di NTB,” tandas Kapolda. 

Sementara itu, Danrem 162/WB Brigjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han., yang ikut menghadiri acara launching Kampung Sehat tersebut, juga menyampaikan, bahwa Korem 162/WB beserta jajaran selaku komando teritorial sangat mengapresiasi dan mendukung semaksimal mungkin program kampung sehat di NTB. Guna menekan dan meminimalisir penyebaran Covid-19 dalam rangka menyongsong New Normal di NTB melalui pendisiplinan masyarakat.

“Kegiatan ini sangat positif. Dengan harapan dapat menstimulan, menggugah kesadaran masyarakat dalam meningkatkan budaya hidup sehat. Dimulai dari lingkungan paling rendah, dan hal-hal yang sangat kecil,” ungkapnya.

Terkait hal tersebut, Danrem mengatakan, telah menginstruksikan Kodim dan jajaran Korem 162/WB melalui Babinsa dan bersinergi dengan stakeholder lainnya, untuk terus menghimbau masyarakat baik di Desa-Desa yang ikut berlomba, maupun Desa lain di NTB. Juga untuk mengedukasi masyarakat agar budaya hidup sehat terus dapat ditingkatkan, sehingga bukan hanya saat mengikuti lomba tapi menjadi kebutuhan dalam kehidupan sehari hari,” tuturnya.

“Kami berharap, dengan adanya kegiatan seperti ini dapat menjadi bagian inspirasi seluruh masyarakat. Sehingga dalam kondisi Pandemi Covid-19, upaya kita semua dalam percepatan penanganan penularan Covid-19 di NTB dapat lebih cepat tertangani. Dengan demikian kita semua berharap kedepan akan meningkat ketahanan kesehatan masyarakat, serta terbebas dari pandemi virus Corona dan bentuk pandemi penyakit lainnya,” tutup Danrem. (kras)

loading...
Bagikan di:

KOMENTAR

Komentar