fbpx

KOBARKSB.com

News & Artikel Terkini

Sandiaga Salahuddin Uno

Sandiaga Uno Jajal Objek Wisata di Lombok

Mataram, KOBAR – Selama 2 hari, mulai dari hari Jum’at, (15/1), hingga hari Sabtu, (16/1). Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, menjajal sejumlah objek wisata yang ada di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

“Tiba di Bandara Lombok Praya, disambut oleh Bapak Gubernur Nusa Tenggara Barat, Zulkieflimansyah dan tarian khas Lombok Gendang Beleq, yang menjadi ikon seni budaya dari daerah ini. Harapannya, penyambutan seperti ini bukan hanya dilakukan ketika ada pejabat negara yang datang saja. Tetapi lebih diintensifkan lagi, khususnya dalam menyambut wisatawan. Agar aura kearifan lokal Lombok terasa sejak wisatawan tersebut tiba di bandara,” kata Sandiaga, ketika tiba Lombok, Jum’at, (15/1).

Lombok, kata Menteri Sandi, tak hanya terkenal dengan pantai-pantainya yang cantik. Tetapi juga, deretan Masjid indah yang cocok sekali untuk wisata religi. Salah satunya Masjid Agung Praya, yang berlokasi di Jalan Leneng, Praya, Lombok Tengah. Tempat ia menunaikan Sholat Jum’at, pada hari itu.

 

“Masjid megah ini menjadi salah satu ikon terbaik di Praya. Hamparan rumput hijau yang luas membuat suasana di sekitar masjid menjadi sejuk dan asri. Mudah-mudahan dengan kita terus mengembangkan dan mempromosikan wisata religi di setiap daerah di Indonesia, kita bisa meningkatkan kembali sektor pariwisata. Sekaligus juga menggeliatkan ekonomi kreatif di sekitarnya, yang dapat membuka luas lapangan kerja,” tutur Sandiaga Uno.

Salah satu misi utamanya datang ke Lombok, ia ingin memastikan event MotoGP yang akan diselenggarakan di Kabupaten Lombok Tengah, diharapkan dapat mampu memicu kebangkitan ekonomi daerah sekitar. Ia ingin agar MotoGP, tidak hanya sekedar infrastrukturnya saja yang terbangun, tetapi juga sumber daya manusianya. Agar masyarakat setempat bisa dengan cepat memanfaatkan peluang, untuk membuka lapangan kerja.

“Tadi, Ibu Zaenab, salah satu pelaku UMKM yang hadir di acara ini sempat memperkenalkan makanan khas daerahnya, yakni, serabi rumput laut, dan juga minuman menyehatkan yang cocok untuk dikonsumsi di masa pandemi, yaitu, serbat. Jadi saya melihat ada 2 potensi wisata di Lombok Tengah ini. Pertama adalah sports tourism (pariwisata olahraga), dan kedua adalah medical tourism (pariwisata medis),” tutur Menteri Sandi, sesaat setelah mengunjungi Desa Wisata Hijau Bilebante, Lombok Tengah.

Pada hari kedua di Lombok, ia didampingi Gubernur NTB, meninjau kawasan destinasi super prioritas Mandalika, Lombok Tengah. Pada kesempatan ini, ia menjajal sepeda motor listrik buatan putra NTB, berenang di Pantai Tanjung Aan, berenang dengan jarak sekitar 500 meter. Dilanjutkan dengan bersepeda sejauh 7 km, dan diakhiri dengan berlari sejauh 3 km menuju Pantai Kuta Mandalika.

“Di Sabtu pagi ini, saya melakukan peninjauan ke beberapa spot yang kami nilai bagus untuk diselenggarakannya event olahraga triathlon. Hari ini kita buktikan bahwa tempat-tempat ini layak untuk diadakan sports tourism. Semoga ini akan menjadi langkah kita dalam mematangkan persiapan demi menyambut ajang bergengsi kelas dunia seperti MotoGP 2021,” kata Sandiaga Uno, Sabtu, (16/1). Hari kedua ia di Lombok.

Tak lupa pada kunjungannya kali ini ke Lombok, ia menyempatkan diri datang ke Dusun Sade di Desa Rembitan di Lombok Tengah. Yang diakuinya, merupakan kunjungannya yang ketiga kali. 

“Saya melihat potensi dari produk-produk ekonomi kreatif di sini sangat luar biasa. Saat sedang berkeliling dusun, saya bertemu dengan Ibu Ening. Berbicara menggunakan bahasa Sasak, ia menyampaikan harapannya agar jumlah wisatawan dapat kembali meningkat. Penjualan kain songketnya bergantung pada jumlah wisatawan,” jelas Sandiaga.

Menutup kunjungannya di Lombok, ia berkunjung ke Politeknik Pariwisata Lombok. Ia berjanji akan terus bersinergi dan berkolaborasi dengan pemerintah daerah setempat. Ia akan pastikan pelaku usaha ekonomi kreatif mendapatkan kemudahan usaha, seperti pendampingan, termasuk pendampingan akses pada platform digital. Agar penjualan produk mereka dapat meningkat, meskipun masih di tengah pandemi Covid-19.

“5 perhelatan kelas internasional akan diselenggarakan di Nusa Tenggara Barat. Ajang-ajang internasional ini dipastikan akan membuka banyak lapangan kerja, dan saya ingin mahasiswa/i atau lulusan Politeknik Pariwisata Lombok ada di garda terdepan untuk mengambil peluang tersebut. Saya yakin sekali Poltekpar Lombok melahirkan lulusan-lulusan yang berkualitas, tidak kalah dengan lulusan dari luar negeri,” demikian Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. (kdon)

Don`t copy text!