05/08/2020

KEK Mandalika Jadi Kawasan Pariwisata Super Strategis di Indonesia

“Para Tukang Bangunan Dilatih, 500 Unit Rumah Dibedah”

Praya, KOBAR – Sebagai lokasi perhelatan MotoGP 2021, pembangunan infrastruktur di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Lombok Tengah, terus dikebut. Apalagi setelah Pemerintah menetapkan KEK Mandalika sebagai salah satu kawasan pariwisata super strategis di Indonesia.

“Kepercayaan dunia ini harus dimanfaatkan betul dengan terus meningkatkan kapasitas diri kita. Sehingga masyarakat NTB, terutama masyarakat Lombok Tengah tidak menjadi penonton, tetapi menjadi pemain yang bisa menentukan segalanya,” kata Sekretaris Daerah Loteng, Dr H Nursiah SSos MSi, saat memberikan sambutan dalam program Pembekalan dan Uji Sertifikasi Tukang Bangunan Umum dan Program Sarana Hunian Kawasan Strategis Pariwisata Nasional Mandalika Tahun 2020, bertempat di Kantor Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Selasa, (14/07).

Baca Juga :  Luhut Turun Tangan Amankan Investasi di NTB

Menurutnya, Provinsi NTB kedepan akan banyak menghadapi event besar, salah satunya adalah MotoGP 2021. Hal ini merupakan kepercayaan besar Indonesia bahkan dunia kepada provinsi NTB yang dikenal dengan Bumi Gora ini. Karena itu, ia juga mengajak semua pihak untuk selalu menjaga kekompakan, kebersamaan, kesadaran dan jangan mudah terprovokasi oleh oknum-oknum yang akan menghambat suksesnya event besar yang rencana akan dihelat pada 2021 mendatang.

Dirjen PUPR RI Bersama Peserta Pelatihan Tukang Bangunan

“Diharapkan masyarakat khususnya, Kecamatan Pujut untuk mendukung segala bentuk kegiatan pembangunan dan tidak mudah terprovokasi oleh kepentingan oknum-oknum yang dapat menghambat pembangunan KEK Mandalika. Apalagi event MotoGP yang menjadi pusat perhatian dunia ini, diyakini mampu membangkitkan ekonomi masyarakat. Sebab, peluang kerja meningkat dan kesejahteraan akan terjamin,” ucap Nursiah.

Sementara itu, Dirjen PUPR RI, Dr Ir H Khalawi Abdul Hamid MSc MM, dalam sambutannya menjelaskan, bahwa KEK merupakan lima program prioritas super strategis guna menata kawasan pariwisata. Dengan program seperti ini sangat penting dilaksanakan untuk diakui keberadaan SDM lokal. Ia juga menuturkan jika, program Sarhunta dilaksanakan pertama kali di KSPN borobudur, dan ini yang kedua kalinya dilaksanakan di KSPN KEK Mandalika. Adapun total rumah yang akan menjadi target Program Sarhunta berada di KSPN Mandalika sebanyak 500 unit dan itu harus selesai dengan optimal.

“Memang, ada kendala alokasi rumah susun warga sebagai relokasi masyarakat di jalur sirkuit hingga saat ini belum siap, diharapkan dukungan dari semua pihak karena ini adalah program super prioritas,” jelas Khalawi.

Lanjut Khalawi, bahwa rumah swadaya yang dibangun Kementerian PUPR, akan dijadikan homestay bagi wisatawan yang datang berkunjung. Konsep pembangunan rumah swadaya diharapkan dapat dilaksanakan secara berkelompok serta mengutamakan kearifan lokal.

“Pembangunan tidak hanya difokuskan pada arsitek rumah yang dibangun tapi juga sarana pendukung lainnya seperti toilet di dalam rumah yang dibangun sehingga membuat wisatawan yang datang merasa nyaman tinggal di homestay tersebut. Jadi, peningkatan SDM lokal bukan saja hanya di lokasi ini. Nanti akan kita ditingkatkan dari tingkat Kabupaten hingga Provinsi NTB. Mandalika akan kita dukung bersama-sama,” pungkas Ir H Khalawi Abdul Hamid MSc MM. (kras)

loading...
Bagikan di:

KOMENTAR

Komentar