fbpx
Gubernur BI Optimis Ekonomi Indonesia Pulih Tahun 2021

Gubernur BI Optimis Ekonomi Indonesia Pulih Tahun 2021

Jakarta, KOBAR – Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, optimis pemulihan ekonomi nasional pada tahun 2021 dapat terwujud. Perekonomian Indonesia pada tahun tersebut juga akan membaik. 

Hal tersebut disampaikan Perry pada Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) Tahun 2020, dengan tema, “Bersinergi Membangun Optimisme Pemulihan Ekonomi”, yang diselenggarakan secara daring, Kamis, (3/12), di Jakarta. 

“Insya Allah, ekonomi akan mulai tumbuh positif pada triwulan IV-2020, dan meningkat ke sekitar 4,8-5,8 persen pada 2021. Pertumbuhan ekonomi juga meningkat di seluruh daerah,” kata Perry. 

Perry menilai, momentum pemulihan ekonomi nasional perlu terus didorong dengan memperkuat sinergi membangun optimisme.

“Sinergi inilah semangat Bank Indonesia untuk berkoordinasi erat dengan pemerintah pusat dan daerah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), juga dengan perbankan, dunia usaha, para investor, DPR, BPK, akademisi, media, masyarakat,” tuturnya. 

Gubernur BI menyampaikan, bahwa vaksinasi dan disiplin protokol Covid-19 adalah prasyarat untuk pemulihan ekonomi nasional. 

“Perlu kita ingat, episentrum krisis kali ini adalah pandemi Covid-19. Karenanya, vaksinasi dan disiplin protokol Covid-19 sangatlah penting, agar kesehatan tetap terjaga, mobilitas manusia kembali normal, aktivitas ekonomi dan dunia usaha membaik, serta dampak rambatan ke sektor keuangan dan moneter dapat dicegah,” tukasnya. 

Diperlukan juga 5 strategi kebijakan, tambahnya, untuk memperkuat pemulihan ekonomi nasional. Pertama, pembukaan secara bertahap sektor produktif dan aman. Kedua, percepatan realisasi stimulus fiskal. Ketiga, peningkatan kredit pembiayaan kepada dunia usaha. 

“Keempat, keberlanjutan stimulus moneter dan makroprudensial. Dan kelima, digitalisasi ekonomi dan keuangan, khususnya UMKM,” papar Perry. 

Gubernur BI, menyatakan, bahwa pihaknya mendukung penuh pemulihan ekonomi nasional melalui berbagai kebijakan. Diantaranya stimulus moneter dan makroprudensial, serta digitalisasi ekonomi dan keuangan. 

“Bank Indonesia akan senantiasa terus mengarahkan seluruh instrumen kebijakan untuk mendukung pemulihan ekonomi nasional. Berkoordinasi erat dengan pemerintah dan KSSK, dengan tetap menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan,” pungkas Perry Warjiyo. (knda)

Don`t copy text!