fbpx

KOBARKSB.com

News & Artikel Terkini

Kartu Prakerja

Pendaftaran Kartu Prakerja Tahun 2021 Telah Dibuka

Jakarta, KOBAR – Setelah sukses melaksanakan Program Kartu Prakerja pada tahun 2020. Pemerintah kembali melanjutkan Program Kartu Prakerja di tahun 2021. Sebanyak Rp 10 triliun akan dikucurkan untuk program Kartu Prakerja pada semester I tahun 2021.

“Program Kartu Prakerja merupakan bagian dari Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), sektor perlindungan sosial. Kami berharap masyarakat dapat memanfaatkan program ini, mengambil berbagai pelatihan keterampilan kerja dan kewirausahaan yang dapat menjadi bekal hidup selama dan pasca pandemi,” kata Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, dalam siaran persnya, Rabu, (24/2).

Adapun skema Program Kartu Prakerja pada Semester I tahun 2021, jelasnya, adalah sebagai berikut; Pertama, bantuan pelatihan sebesar Rp 1.000.000. Kedua, dana insentif pasca-pelatihan sebesar Rp 2.400.000, yang akan diberikan sebesar Rp 600.000 selama 4 bulan. Dan ketiga, dana insentif pengisian 3 survei evaluasi, sebesar Rp 150.000, yang dibayarkan sebesar Rp 50.000 setiap survei.

“Total kuota semester I sebanyak 2,7 juta orang. Demi pemerataan, setiap KK dibatasi maksimal 2 anggota keluarga yang bisa menjadi penerima Kartu Prakerja. Sedangkan kuota peserta pada gelombang 12 sebanyak 600.000 orang. Saat ini, ada lebih dari 1.700 pelatihan dari 154 Lembaga Pelatihan, yang dapat diakses melalui 7 platform digital,” terang Airlangga.

Airlangga Hartarto

Pendaftaran Program Kartu Prakerja, lanjutnya, terbuka bagi semua WNI berusia 18 tahun ke atas. Baik pencari kerja, lulusan baru, korban Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), karyawan, maupun pelaku wirausaha. Asalkan, katanya, tidak sedang mengikuti pendidikan formal. 

“Untuk mendorong pemerataan penerima bantuan, maka penerima Bansos Kementerian Sosial, penerima Kartu Prakerja tahun 2020, anggota TNI/Polri, ASN, Komisaris/Direksi BUMN/BUMD, dan anggota DPR/DPRD, serta pihak lain yang diatur dalam Permenko 11/2020, tidak dapat menerima manfaat Program Kartu Prakerja tahun ini,” tegasnya.

Keberhasilan Program Kartu Prakerja tahun 2020, bebernya, telah divalidasi oleh Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas), yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) pada bulan Agustus 2020. Dimana 88,9% penerima Kartu Prakerja, menyatakan, bahwa keterampilan mereka meningkat. Selain itu, 81,2% penerima Kartu Prakerja, menyatakan, bahwa dana insentif pasca pelatihan digunakan untuk membeli kebutuhan sehari-hari, yang sesuai dengan penugasan sebagai program perlindungan sosial selama masa pandemi.

Sementara dalam hal pengembangan kompetensi, tambahnya, Survei Evaluasi yang dilakukan oleh Manajemen Pelaksana mencatat, bahwa 94% penerima Kartu Prakerja mengalami pengembangan kompetensi melalui skilling, upskilling, dan reskilling. 

“Lebih dari sepertiga penerima Kartu Prakerja yang semula tidak bekerja, berubah menjadi bekerja, baik sebagai karyawan maupun pelaku wirausaha. Pendaftaran Program Kartu Prakerja hanya bisa dilakukan melalui laman resmi www.prakerja.go.id,” tutup Menteri Koordinator Bidang Perekonomian. (knda)

Don`t copy text!