fbpx
Setahun Jadi Mendikbud, Nadiem Makarim Diberi Rapor Merah

Setahun Jadi Mendikbud, Nadiem Makarim Diberi Rapor Merah

Jakarta, KOBAR – Genap setahun Nadiem Makarim menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Federasi Serikat Guru Indonesia (FDGI) memberikan rapor merah atas kinerjanya sebagai Mendikbud.

FDGI menyoroti beberapa kebijakan Nadiem sebagai menteri dalam memajukan pendidikan di Tanah Air. Nadiem mendapatkan nilai bawah Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) yang ditentukan FSGI, yakni 75. Secara rata-rata, kinerja Nadiem dinilai layak mendapatkan nilai 68.

“Artinya nilai-nilai di bawah 75 ini dinyatakan tidak tuntas kalau dirata-rata. Nilai 68 ini kurang atau tidak tuntas, jadi nilainya merah,” kata Mansur, di acara Rapor Merah 1 Tahun Pendidikan Mas Menteri Nadiem, secara virtual, Minggu, (25/10).

Pengurus FSGI ini menjelaskan, bahwa ada 8 kebijakan Nadiem yang dinilai oleh pihaknya. Sejumlah kebijakan memang ada yang mendapatkan nilai bagus, tetapi kebijakan tersebut masih belum memenuhi KKM FSGI, jika dirata-ratakan secara keseluruhan.

Kebijakan pertama, katanya, adalah menghapus Ujian Nasional (UN). Hal ini membuat Nadiem mendapatkan nilai 100, dengan predikat baik sekali. Kebijakan kedua, terkait peluncuran kurikulum darurat di masa pandemi Covid-19, yang diberi nilai 80 dengan predikat baik.

“Kebijakan ketiga, adalah rencana asesmen nasional. Kami beri nilai 75. 75 cukup, karena secara konsep sangat baik, tapi kami belum bisa mengulasnya lebih jauh karena belum dilaksanakan,” jelas Mansur.

Kebijakan keempat, lanjutnya, adalah memberikan bantuan kuota internet bagi siswa dan guru untuk melancarkan pembelajaran jarak jauh (PJJ), dan diberi nilai 65. Lalu kebijakan kelima, adalah program merdeka belajar, yang diberi nilai 60.

“Kebijakan keenam adalah relaksasi dana bantuan dana operasional sekolah (BOS), yang kami beri nilai 60. Kemudian kebijakan ketujuh adalah kebijakan PJJ imbas pandemi yang masih memiliki banyak masalah, sehingga kami beri nilai 55. Dan kebijakan terakhir adalah program organisasi penggerak, yang kami beri nilai 50, dengan predikat kurang sekali,” tutup Mansur. (knda)

Don`t copy text!