Itulah sepenggal kalimat yang terucap dari mulut Imran, salah seorang anak yang putus sekolah, ketika ditanya oleh wartawan media ini, tentang alasan dia berhenti sekolah dari sebuah sekolah menengah atas. Itu baru satu orang, tidak tertutup kemungkinan ada sekian banyak anak-anak usia sekolah seperti Imran di bumi pariri lema bariri ini.
Apa jadinya ketika dunia pendidikan sudah tidak penting bagi kalangan muda saat ini, nampak dengan masih adanya pemikiran lebih baik bekerja daripada sekolah. Sepertinya ada rasa bosan dan keengganan di kalangan anak usia sekolah untuk mengecap bangku sekolah, dan ada kecenderungan program wajib belajar 12 tahun sudah mulai kendor.
Memang dunia Pendidikan saat ini sungguh memperihatinkan. Kasus-kasus tidak senonoh bermunculan di kalangan pelajar, seperti memukul guru, guru masuk penjara karena mencukur rambut murid, tawuran, hingga banyaknya pelajar perempuan berkelahi dengan menggunakan seragam sekolah yang marak di sosial media. Ada apa dengan dunia pendidikan kita?.
Apakah ada rasa benci dan bosan, dan tidak sedikit anak yang putus sekolah, baik itu tingkat SD, SMP, hingga SMA. Dari yang tidak tamat sekolah memilih berhenti, hingga yang tidak melanjutkan sekolah, dan tak sedikit kasus nikah di usia sekolah, dari yang hamil di luar nikah hingga terjerat narkotika. Siapa yang salah dengan semua ini?. **
About The Author
Trending di KOBARKSB.com
- 61
Taliwang, KOBAR - Pil Paracetamol Cafein Carisoprodol (PCC) menjadi trend baru peredaran obat-obatan terlarang saat ini. Para pelajar dan remaja menjadi target peredaran pil ini, karena harganya sangat murah dan amat mudah didapat. Masyarakat diminta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman dan bahaya pil PCC ini, karena setiap saat anak-anak dan remaja tak luput dari…
- 54
Taliwang, KOBAR - Ketidakmampuan dunia pendidikan kita berkembang secara baik dan merata sudah menjadi pekerjaan rumah pada setiap rezim. Dari pendidikan hanya untuk kaum 'priayi', mahalnya biaya bulanan, sampai kelemahan siswa dan guru dalam mengikuti perkembangan zaman. Pemerintah sendiri memang tidak berdiam diri melihat persoalan ini. Seiring berjalannya waktu, pemerintah telah…
- 43
“Kinerja BNN KSB Disorot” Taliwang, KOBAR – Ancaman narkoba di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) tidak main-main lagi. Data yang dibuka Badan Narkotika Nasional (BNN) KSB baru-baru ini, membuat semua mata terbelalak. Bagaimana tidak, para bandar narkoba telah menyasar anak-anak usia sekolah. Dari Sekolah Dasar (SD) hingga Perguruan Tinggi. Apalagi grafik…
- 41
Taliwang, KOBAR - Seorang pelajar asal Kecamatan Brang Rea, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), diringkus anggota Opsnal Satuan Reserse Narkoba Polres Sumbawa Barat, saat hendak melakukan transaksi narkoba di samping masjid Agung Darussalam komplek Kemutar Telu Center pada, Rabu, (17/06) malam lalu. Pelajar yang berinisial RJH (16) tahun tersebut, saat digeledah…
- 37
Taliwang, KOBAR - Terhitung medio tahun ajaran 2014-2015 ini, kegiatan belajar mengajar (KBM) di SDN 3 Taliwang hanya diadakan untuk kelas 5 dan 6. Sementara empat kelas lainnya mulai kelas 1 hingga 4 tidak ada lagi. Hilangnya empat kelas di Sekolah Dasar Negeri yang berada di kelurahan Menala tersebut, diakibatkan jumlah…
- 36
Mendikbud: Yang Berusia Di Atas 35 Tahun Bisa Ikut Seleksi Jakarta, KOBAR - Pada tahun 2021 semua guru honorer, baik yang mengabdi di sekolah negeri maupun sekolah swasta berkesempatan mengikuti tes seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). “Tidak ada pembatasan kapasitas jumlah peserta. Tidak ada lagi prioritas, siapa yang…