fbpx
Jembatan Tergerus, Jalan Mura-Lampok Terancam Putus

Jembatan Tergerus, Jalan Mura-Lampok Terancam Putus

Brang Ene – Tingginya curah hujan di beberapa wilayah belakangan ini, termasuk di wilayah Kecamatan Brang Ene, Kabupaten Sumbawa Barat, ternyata mengakibatkan tergerusnya dua jembatan penghubung antara Desa Mura dan Desa Lampok.

Salah satu tokoh pemuda Desa Mura, Tabrani (29), menjelaskan, tergerusnya dua jembatan tersebut, sangat berpotensi untuk memutus akses jalan dari Desa Mura menuju Desa Lampok, apalagi ketika pemerintah daerah lamban mengambil tindakan atas hal tersebut.

“Kalau telat diambil tindakan, maka saya pastikan jembatannya putus,” tegasnya, Ahad (8/4) kemarin, kepada KOBAR.

Menurutnya, jalan itu adalah jalan satu satunya menuju Desa Lampok. Karena jalan lingkar selatan yang saat ini sedang dibangun jembatan menghubungkan Desa Lampok dengan Desa Mujahiddin sejauh ini belum juga selesai dikerjakan. Artinya ketika kedua jembatan yang ada saat ini putus, maka hal tersebut akan menjadi catatan buruk Pemerintah Daerah dalam memberikan pelayanan yang maksimal terhadap kebutuhan masyarakat desa.

Dari pantauan KOBAR, kedua jembatan yang menghubungkan Desa Mura dan Desa Lampok tersebut, terlihat semakin hari semakin memburuk, dimana sayap jembatan dan beronjong yag dijadikan sebagai penangkal gerusan air dari hulu terus menggerus dan mengakibat longsor pada sayap jembatan.

Hal senada disampaikan, Ketua BPD Desa Mura,  Iwan Irawan, bahwa tergerusnya kedua jembatan itu, bukan hanya dikarenakan faktor hujan yang membuat rembesan ke arah sayap jembatan, tapi faktor penambangan yang dilakukan oleh PT Bumi Agung yang belum lama ini telah dihentikan oleh Pemerintah Daerah juga berpengaruh besar terhadap rusaknya jembatan tersebut.

“Itu yang membuat kami dulu menolak dan mengusir PT Bumi Agung,” cetus Iwan.

Ia menuding, Dinas ESDM dan Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Sumbawa Barat harus bertanggung jawab atas kerusakan tersebut. Karena atas keteledoran kedua SKPD itu, dengan memberikan ijin dan rekomedasi kepada PT Bumi Agung untuk melakukan aktifitas pertambangan di wilayah itu, tanpa ada pengawasan yang ketat akhirnya merusak akses jalan.

“Bupati harus tahu, bahwa dengan keteledoran mereka, KSB rugi. Bayangkan saja, pengerusakan yang dilakukan oleh PT Bumi Agung harus dipertanggungjawabkan oleh Pemda,” tandasnya.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas PU KSB, Syafruddin BE, saat ditanyai tentang persoalan ini, menjelaskan, bahwa kondisi rusaknya jembatan tersebut telah dilihatnya langsung, dan akan segera mengambil  langkah kongkrit atas kondisi itu.

“Kita sudah lihat langsung bersama pak camat, dan saya sudah bersurat kepada Bupati untuk mencari pertimbangan, karena dalam APBD tahun 2012 anggaran untuk item itu tidak termaktub,” pungkas Syafruddin. [us]

Don`t copy text!